Suatu waktu aku pernah berharap kalau kamu mau mengerti segala hal apa yang ku lakukan, yang kamu anggap salah.
Pernah tidak kamu berpikir?
Aku yang setiap hari mengkhawatirkan kamu dan membuatmu risih, itu untuk apa?
Pernah tidak kamu berpikir?
Aku yang setiap hari bercerita kepada kamu dan membuatmu lelah merespon, itu untuk apa?
Pernah tidak kamu berpikir?
Aku yang sejujurnya mengkhawatirkan kamu dibanding dengan diriku sendiri, itu untuk apa?
Pernah tidak kamu berpikir?
Aku yang tidak bisa mengomentari segala kesalahanmu serta prilakumu, itu untuk apa?
Pernah tidak kamu berpikir?
Aku yang menunjukan sisi periangku kepada orang lain tapi membuatmu muak, itu untuk apa?
Pernah tidak kamu berpikir?
Aku yang menahan untuk tidak mengakhiri semuanya, itu untuk apa?
Pernah tidak kamu berpikir?
Aku yang bertahan sampai detik ini bersama kamu dan membuatmu capek, itu untuk apa?
Ayo duduk sebentar, kita bahas ini dari sudut pandangku lalu bisa kamu putar ke sudut pandangmu.
Kita sudah dewasa, tentunya tahu ego setiap manusia itu berbeda-beda.
Begitupun aku..
Begitupun juga kamu..
Perasaan kita berdua juga dinamis, iya kan? tidak selamanya kamu menyukai aku, tidak selamanya juga aku bohong soal aku tidak menyukai kamu.
Malam lalu, kamu berbicara soal hubungan yang memiliki keuntungan. Ayo kita bahas itu.
Hei, tahu tidak kenapa aku mengkhawatirkanmu?
Apa kamu tahu bagaimana rasanya ketika kamu ketakutan dan merasakan sedih serta sakit.. kala itu tidak ada seorangpun yang mengkhawatirkan kamu? Aku merasakan nya, untuk itu aku tidak mau membiarkan kamu merasakannya.
Hei, tahu tidak kenapa aku selalu bercerita kepada kamu?
Apa kamu tahu bagaimana rasanya jadi seseorang yang tidak tahu menahu ketika seseorang yg dia sayang terluka? Ada rasa tidak berguna disana, Aku merasakannya, untuk itu aku tidak mau membiarkan kamu merasakannya.
Hei, tahu tidak kenapa aku selalu mendahulukan kamu dibanding diriku sendiri?
Apa kamu tahu bagaimana rasanya melihat orang lain rapuh, lebih rapuh dibanding diriku sendiri? Aku merasakannya setiap kali kamu bercerita, bahwa kamu rapuh dan aku harus tetap kuat untuk kamu.
Hei, tahu tidak kenapa aku tidak pernah mengomentari segala prilaku dan kesalahanmu? Sifat manusia itu berbeda, termasuk kamu dan aku.. ketika aku merasa kamu salah aku diam, karena adakalanya akan terasa benar di matamu sendiri, begitu berlaku sebaliknya untuk aku. sehingga akhirnya kita mencari kesalahan siapa? namun tidak introspeksi satu sama lain. Sehingga timbul sebuah perdebatan.
Hei, tahu tidak kenapa aku sangat periang didepan orang lain? Yang kutujukan bukan orang lain, tapi kamu. Aku menghiburmu dengan alibi menghibur orang lain, tapi sepertinya kamu tidak tertarik dengan usaha sia siaku.
Hei, tahu tidak kenapa aku mempertahankan semuanya? Akhir dari segalanya akan selalu ada, tapi untuk alasan sederhana tidak seharusnya dijadikan alasan untuk berakhir. Kita sama sama saling membutuhkan, atau kamu tidak butuh aku? Aku bisa mempertimbangkannya supaya kamu bahagia.
Tahu kenapa aku bertahan hingga detik ini, aku mencintai kamu tulus. Aku menyayangimu sampai aku tidak mau membuatmu terluka. Aku ada disamping kamu bukan atas dasar kasihan, atau atas dasar karena aku butuh teman saat kesepian, aku menyayangi kamu bukan untuk sebuah keuntungan.
Aku bertahan karena kamu harus aku lindungi, kamu harus aku jaga, kamu harus aku rawat, kamu harus berlimpah rasa kasih sayang. Karena aku siapa? Pacarmu, dan itu tugasku.
KAMU SEDANG MEMBACA
#AkuDanBagianku
RomanceBad Twenty-One. Kanaya sendiri adalah karakter yang aku ciptakan untuk menemani seorang karakter Jaevin. Dan saat itu juga, aku meninggalkan karakter Neije, untuk Jaevin.
