Malam itu sekitar pukul 1.02 Dini hari, seorang perempuan masih terjaga dengan segelintir lamunannya tentang masa lalu.
"Apa dia masih ingat ya kalau aku mau jadi bunga mataharinya?"
Mengingat sabtu sore di Braga, ketika hujan turun tanpa permisi. Perempuan itu menoleh kearah rumpun bunga matahari.
"Kamu tau gak bunga matahari kalau mekar suka ikutin arah cahaya matahari?"
"Aku mau jadi kayak mereka kalau lagi sama kamu, senyum terus.. bahagia terus"
"Tapi sekarang lagi hujan, mereka ikutan layu"
"Hujannya sebentar ya? nanti mereka juga mekar lagi. Tapi buatku rasanya lama, meskipun reda hujannya aku belum bisa kembali mekar kayak mereka"
"Bunda titip bunga banyak untuk kamu, kamu harus wangi terus. Nanti kalau kangen aku kesini lagi"
"Besok doakan harinya cerah ya? biar aku bisa terus jadi bunga Matahari mekarnya kamu"
Sebuah kecupan singkat berakhir pada benda padat dingin yang basah dan kokoh, tangannya hanya sekilas membersihkan noda hujan di bingkai photo yang bersandar.
"Selamat beristirahat dengan tenang, sayang. Bunga mataharimu pulang dulu ya? Selalu ingatkan aku untuk berdoa semoga tempat terbaik kamu bukan hanya di sandaranku, tapi diatas sana kamu dapat tempat terbaik juga"
KAMU SEDANG MEMBACA
#AkuDanBagianku
RomanceBad Twenty-One. Kanaya sendiri adalah karakter yang aku ciptakan untuk menemani seorang karakter Jaevin. Dan saat itu juga, aku meninggalkan karakter Neije, untuk Jaevin.
