Tsukasa Tsukasa

724 49 2
                                    

Seperti biasa di Jurer Kairi,Tooma dan Umika disibukan dengan banyak pelanggan.Jam menunjukan pukul 9 malam artinya sebentar lagi mereka akan tutup"huh,aku lelah sekali aku ingin segera tidur dikasur empuk ku"ujar Umika melipat tangannya dimeja
Tok...tok...tok
Seseorang mengetuk pintu Jurer bukankah ini sudah tutup? Kairi membuka pintu dan terkejut"Tsu...Tsukasa"ujar Kairi terbata-bata"maaf,aku datang kesini malam-malam"

"Siapa Kairi,heee Tsukasa"sapa Umika"silahkan masuk,kau ingin pesan apa"

Tsukasa mengambil sepaket kue Prancis,itu juga pernah dipesan Hiltop"aku akan memesan ini"Tooma segera membungkus kue itu dan memberikannya kepada Tsukasa"terima kasih"ujar Tsukasa"Tsukasa,apa kau sendirian kesini?"tanya Kairi"eumm"Tsukasa mengangguk"karena yang lain sedang sibuk,jadi aku yang disuruh membeli makanan ini"

"Wah kau berani sekali Tsukasa malam-malam berjalan seorang diri"respon Umika"itu sudah biasa bagiku karena aku seorang polisi"ujar Tsukasa tersenyum
Tak lama terdengar suara guntur yang menandakan akan hujan besar,guntur beserta angin dan hujan mulai turun"astaga hujan"ujar Tsukasa yang baru saja ingin pergi dari Jurer"sebaiknya kau menunggu hujan reda dulu,"ujar Tooma datar"ta...tapi"

"Ayo Tsukasa,ayo tunggu didalam saja nanti kau akan basah jika terus berdiri disini"Umika mengajak Tsukasa kembali duduk didalam"aku harap hujan ini tidak akan lama"

***

Tsukasa tertidur dikursinya,meletakan tanganya dimeja sambil menumpu kepalanya,hujan masih deras beserta angin sudah sejam yang lalu Tsukasa menghubungi rekan timnya untuk menjemput tapi belum juga sampai mungkin saja angin terlalu deras diluar Kairi mengambil selimut dikamarnya lalu menyelemuti punggung Tsukasa"kasian sekali,pasti kau kedinginan"Kairi mengambil posisi duduk didepan Tsukasa,ia juga menyandarkan kepalanya dimeja sambil menatap Tsukasa yang tertidur pulas.Menurut Kairi Tsukasa sangat cantik jika sedang tidur"kau mungkin saja naif,tapi kau memiliki hati yang baik.Dan itu yang membuatku suka padamu"ujar Kairi berbicara sendiri"andai saja kau tau"Kairi beranjak dari kursinya tetapi tiba-tiba saja tangannya digenggam erat oleh Tsukasa,jantung Kairi berdegup kencang ia baru saja merasa terkena sentruman hebat tangan mungil dan hangat itu mengenggapnya erat sekali seakan ia tidak ingin jika Kairi pergi,Kairi kembali duduk dikursinya juga mengenggam tangan Tsukasa,Kairi tersenyum-senyum sendiri

***

Kairi juga ikut tertidur diatas meja,Tooma dan Umika terkejut mereka baru saja seperti melihat hantu"me...mereka tidur bersama"ujar Umika menunjuk-nunjuk Kairi"astaga,Kairi tidak menyia-nyiakan kesempatannya"timpal Tooma"baiklah aku akan mengabadikam momen ini"Umika memotret momen Kairi dan Tsukasa dengan ponsel canggihnya"kau jahil sekali,sudahlah aku mau sambung tidur"Tooma kembali menuju kamarnya"aku juga"

***

Hujan telah berhenti,Tsukasa baru saja bangun dari tidurnya ia mencoba membuka matanya walau masih terasa berat,Tsukasa melihat selimut merah menyelimuti dirinya
Tu...tunggu apa itu selimut Kairi,Tsukasa akhirnya bisa membuka mata sepenuhnya"Ka...Kairi"Tsukasa membelalakan mata ketika melihat Kairi tertidur didepannya
Tunggu ia merasa jika tangannya hangat sekali"a.. Apa"Tsukasa sangat terkejut dan jantungnya berdegup kencang,kencang sekali wajahnya langsung merona merah.Karena merasa tidurnya terganggu Kairi juga mencoba membuka matanya"Tsukasa,kau sudah bangun?"ujar Kairi sambil mengucek-ngucek matanya lalu menguap sebentar,Tsukasa masih dengan posisi tegang ia langsung melepaskan tangan Kairi dan tersenyum kikuk"ma...maaf Tsukasa aku tidak sengaja"ujar Kairi"i..iya"Tsukasa masih tersenyum kikuk"hu...hujannya sudah reda,aku akan pulang"

"Hah,apa kau yakin ini sudah larut sekali"ujar Kairi sambil menunjuk jam yang sudah pukul 1 malam"tidak apa-apa Kairi,"Tsukasa mulai beranjak dari kursinya mulai berjalan menuju pintu keluar"tu...tunggu dulu Tsukasa,aku tidak akan membiarkanmu pergi dari Jurer"ujar Kairi menghalangi Tsukasa"apa maksudmu"Tsukasa menaikan satu alisnya"ma...maksudku,bagaimana mungkin aku membiarkan seorang gadis pergi pulang selarut ini"Kairi memalingkan wajahnya,membuat Tsukasa semakin bingung dengan tingkah Kairi"lagipula kau kan temannya Keichan,aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu"ujar Kairi menatap tajam Tsukasa"ta...tapi aku tidak ingin merepotkanmu,kau menemani ku tidur diluar kau juga memberi selimutmu pasti kau kedinginan.Aku tidak ingin kau tidak cukup tidur"ujar Tsukasa juga memalingkan wajahnya"baiklah jika kau merasa seperti itu bagaimana kau tidur saja dikamarku lagipula ini sudah hampir pagi aku akan tidur disini"ujar Kairi tersenyum manis"hah tidur dikamarmu,apa kau sudah tidak waras"Kairi mengangkat bahu"aku cuman ingin membantumu"

"Cukup aku akan pulang saja,selamat malam"ujar Tsukasa tetap berjalan pergi meninggalkan Jurer

Astaga dia benar-benar keras kepala,bagaimana bisa dia menyukai gadis yang seperti itu
"Tunggu Tsukasa,aku akan mengantarmu pulang"Kairi mengejar Tsukasa yang sudah mulai jauh"aku bisa sendiri,tidak perlu menemaniku"terdengar nada kesal dari Tsukasa

"Oh yaampun bagaimana ini bisa terjadi?Tsukasa,Tsukasa"Kairi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu sambil terus mengejar Tsukasa"hei ini sudah tengah malam,bagaimana jika ada hantu datang dengan tiba-tiba"

Tsukasa menghentikan langkahnya,bulu kuduknya mulai berdiri dia ketakutan"Kau,benar-benar"Kairi berhasil menyamai langkahnya dengan Tsukasa"bagaiman,apa kau tetap akan pulang?sendirian"Kairi mendekatkan wajahnya demi melihat ekapresi ketakutan Tsukasa"Ka...Kau"jantungnya kembali berdegup kencang ketika ia dan Kairi bertatapan sangat dekat,Tsukasa memalingkan wajahnya yang mulai memerah"sudah jangan menatapku"

"Oh baiklah-baiklah"

"Kau berhasil Kairi membuatku ketakutan seperti ini"Tsukasa berjalan balik menuju Jurer"maafkan aku,lagipula aku hanya ingin melindungimu"Kairi mulai mengekor dibelakang Tsukasa"baiklah,aku akan kembali ke jurer tapi hanya sampai Keichiiro dan Sakuya datang menjemputku"

"Ku harap dia tertidur pulas sampai pagi"Tsukasa langsung menatap tajam Kairi"oh maaf-maaf"

Me And YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang