(SUDAH TERBIT) TERSEDIA DI SELURUH GRAMEDIA
"Mau enggak mau, lo harus jadi pacar gue."
"Pacar?" tanya Chrisa mengulang ucapan Alvero.
"Iya. Pangkat lo naik. Lo bukan lagi mainan gue, lo pacar gue sekarang. Hari ini, 14 Februari, lo, resmi jadi pacar...
Baru saja sampai di tempat loker, Alvero langsung menendang loker sebelah Chrisa dengan keras. Hal itu tentu saja membuat Chrisa terkejut sampai terlonjak.
Dan saat matanya menoleh ke samping, ia melihat Alvero dengan wajah marahnya sedang menatap dirinya tajam. Chrisa berpikir keras, kesalahan apa yang ia perbuat kali ini? Siapa tahu jika ia paham akan kesalahannya dan minta maaf dengan cepat, Alvero akan meredakan amarahnya. Namun, sekeras apapun Chrisa berpikir, ia tetap tidak menemukan jawaban. Ia tidak tahu letak kesalahannya di mana.
"A..Al, a..ada apa ya?" Tanya Chrisa gugup bercampur takut. Kedua tangannya bergetar.
"Dari mana aja lo! Sengaja lo ngilang hah!" Bentak Alvero.
Chrisa mundur satu langkah. Pandangannya tertuju pada Ando dan Alex yang dari kejauhan memperhatikan mereka. Chrisa minta tolong dari tatapannya. Namun Ando dan Alex masih tenang di tempatnya, duduk memperhatikan. Layaknya menonton bioskop. Terlampau tenang.
"Tatap mata gue! Lo berani-beraninya ngacuhin gue!" Teriak Alvero semakin marah. Tangannya menutup loker Chrisa yang masih terbuka dengan kasar. Lagi-lagi menimbulkan suara yang membuat Chrisa semakin takut. Ia memundurkan satu langkahnya. Lagi. Meski percuma, Alvero juga selalu maju satu langkah.
Chrisa buntu, ia bingung harus apa. Apa ia kabur saja? Tapi jika berlari percuma, Alvero akan mengejarnya dengan mudah dan mungkin akan semakin marah. Harusnya Chrisa menjawab saja, tapi bibirnya kelu. Mau bersuara takut.
"Budek lo! Kalo gue ngomong tatap mata gue!" Bentak Alvero semakin marah.
Chrisa mendongak, ia memberanikan diri menatap mata Alvero meski takut. "A..aku takut, kamu ma..marah gini, Al." Ujar Chrisa terbata.
"Ya makanya jelasin kenapa lo pergi tanpa ngomong gue! Sialan!" Teriak Alvero mendorong Chrisa sampai terbentur loker.
Chrisa meringis, punggungnya cukup sakit. Alvero juga menarik kerah baju Chrisa kuat.
Saat melihat hal itu, baru Ando dan Alex turun tangan. Mereka tidak menyangka Alvero akan benar-benar marah besar. Ando dan Alex berlari ke arah mereka.
"Ngomong! Kemana lo!"
"Al sakit.. jangan gini aku takut." Chrisa menggenggam tangan Alvero yang menarik kerah bajunya. Berharap Alvero melepaskannya.
"Kemana lo!" Pertanyaan Alvero masih sama. Ia menuntut Chrisa menjawab.
Bersamaan dengan Chrisa ingin bersuara, Alex dan Ando menghampiri keduanya. Ando dan Alex hendak memisahkan Alvero dari Chrisa. Ando dan Alex tidak tega melihat wajah ketakutan Chrisa, apalagi tangan dan kakinya sudah bergetar ketakutan seperti itu.