Part 2

563 67 8
                                        

"Benar adanya jika waktu akan berhenti berputar. Begitu pula dengan kehidupan. Akan ada saatnya waktu sedikit bermain-main dengan takdir."




















Happy reading 😘💜

🌸🌸

Bel sekolah berbunyi menandakan kegiatan belajar mengajar hari itu selesai. Terdengar suara riuh siswa siswi yang begitu semangat mengakhiri kegiatan belajar mereka. Tetapi tidak dengan kelas Taehyung. Karena sang Guru memberikan tambahan pelajaran sepihak. Tentu saja protes tak bisa terelakkan dari seluruh penghuni kelas. Karena hampir seluruh murid sudah mulai mengosongkan kelas mereka masing-masing. Setelah 45 menit berlalu, sang Guru pun menyudahi kelas tambahannya yang di sambut bahagia oleh seluruh murid dalam kelas tersebut. Tidak terkecuali Kim Taehyung, namja manis itu juga terlihat terburu-buru memasukkan semua perlengkapan sekolahnya. Lantas dengan tergesa-gesa ia keluar dari ruang kelasnya.

"Taehyung!" Itu Jimin yang refleks berteriak memanggilnya ketika ia berjalan keluar kelas. Dan yang di panggil hanya terdiam menolehkan kepalanya menanti apa yang akan di katakan sahabatnya itu.
"Kau ingin pergi kemana? Kenapa kau terlihat begitu terburu-buru keluar dari kelas?" tanya Jimin penuh selidik.
"Aku ada kerja part time jam 3 sore ini. Dan aku hampir terlambat jadi aku harus segera pergi." ujarnya memberitahu.
"Apa? Kerja part time? Bukankah kau akan mulai bekerja jam 5 sore?"
"Sekarang tidak lagi. Aku mendapatkan pekerjaan baru di sebuah mini market dekat taman kota. Jadi setelah aku selesai dengan shift-ku, aku akan tampil di taman kota. Aku mendapat sebuah tawaran menyanyi di sana dan bayarannya lumayan. Setidaknya aku sedikit menghemat waktuku."
"Apa? Kau bercanda, ya? Bagaimana bisa kau menambah pekerjaan sampinganmu?"
"Memangnya kenapa? Aku menikmatinya. Dan karena bayaran yang kudapatkan cukup besar tidak ada alasan bagiku menolaknya bukan?"
"Tae.. Tolong jangan seperti ini. Kau harus memikirkan dirimu sendiri. Kau akan kelelahan karena terlalu banyak bekerja dan waktu istirahatmu juga akan semakin berkurang. Apa kau tidak kasihan pada Yoongi hyung yang setiap hari akan semakin khawatir padamu?"
"Justru karena aku memikirkan Yoongi hyung makanya aku tidak ingin menambah bebannya." sebuah senyum getir terukir di wajah taehyung.
"Tapi, Tae.."
"Sudahlah, Jim. Aku harus pergi sekarang. Aku akan benar-benar terlambat. Sampai jumpa." ucapnya sambil berlari menjauh dari area sekolah.

Dan Jimin hanya terdiam sambil memperhatikan punggung Taehyung yang semakin menjauh. Dan ketika sosok Taehyung benar-benar hilang dari penglihatannya, Jimin menghembuskan nafasnya berat. Entahlah, Jimin tidak tahu harus bagaimana menyikapi kelakuan sahabatnya itu. Ada rasa khawatir juga cemas ketika Taehyung terlalu tenggelam dalam dunianya tanpa mau berbagi keluh kesah kepadanya lagi. Namun ada sedikit rasa bangga karena Taehyung mulai tumbuh menjadi sosok remaja yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Tapi tetap saja, Jimin sangat sedih ketika Taehyung terlalu memaksakan dirinya.

























💮💮💮

Sementara itu, seorang namja manis yang masih mengenakan pakaian sekolahnya berlari dengan tergopoh-gopoh. Taehyung hampir terlambat. Beberapa kali ia melirik jam tangannya untuk memastikan jika ia tidak benar-benar terlambat. Setelah ia sampai di depan sebuah Minimarket yang akan menjadi tempat part time-nya, Taehyung berusaha mengatur nafasnya yang terasa sesak karena di paksa berlari dengan kencang.

"Maaf aku terlambat!" Ucapnya ketika masuk ke dalam mini market sambil sedikit menundukkan kepalanya. Dan kehadirannya menyita perhatian seorang pria yang berdiri di kasir tersebut.
"Ah, kau sudah datang?" Ujarnya sambil tersenyum simpul.
"Maaf hyung, aku terlambat. Tadi ada sedikit tambahan pelajaran di sekolahku. Padahal ini hari pertamaku bekerja tapi aku malah terlambat. Sekali lagi maafkan aku." Ujarnya menyesal masih dengan wajah yang sedikit menunduk.
"Shift-ku baru berakhir 10 menit yang lalu. Jadi kau belum terlalu terlambat."
"Tapi tetap saja. Ini adalah hari pertamaku bekerja dan aku sudah terlambat."
"Tidak masalah. Oh ya, aku Lee Dong Wook. Salam kenal, Taehyung-Ssi." Ujar pria itu smbil mengulurkan tangannya.
"Senang berkenalan denganmu, hyung. Mohon bimbingannya."
"Semoga kau betah bekerja di sini ya. Mari, aku tunjukan apa-apa saja yang akan kau lakukan."
"Baik, hyung." Ucap Taehyug dengan semangat.






























I LUV U, OM..! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang