Part 4

476 61 6
                                        








"Mungkin kau adalah sebuah kesalahan di hidupku. Namun aku tidak menyesal menerima kesalahan seperti dirimu di hidupku."






















































Happy reading 😘💜
























Pandangan mata Jungkook tak lepas dari seorang remaja yang berdiri di tengah pengunjung taman tersebut. Merdu suaranya seolah mengunci mata Jungkook agar tak berpaling dari sosok yang tengah di tatapnya. Matanya menatap lekat remaja yang terlihat begitu indah di pandang. Suaranya seolah menghipnotis kesadaran Jungkook. Kulit tan yang terlihat berkilau seperti emas begitu bercahaya di bawah remangnya lampu taman. Dan seolah waktu berhenti saat obsidian mereka bertemu. Jungkook seolah berhenti bernafas saat itu juga. Pandangan yang tajam namun terkesan lembut itu mengunci Jungkook.

Dan entah sejak kapan Jungkook berdiam diri seolah mematung tak sadarkan diri. Hingga warasnya kembali ke raga yang seolah mati suri. Jungkook sedikit terkejut saat melihat makhluk indah tersebut telah selesai bernyanyi dan di iringi gemuruh sorak sorai pengunjung taman yang telah di hibur.

Namun gerak gerik Sang Indah tersebut tak lepas dari mata Jungkook. Entahlah.. Jungkook hanya merasa nyaman memandangi pemuda itu dengan lama. Melihat bagaimana tangan itu bergerak. Melihat bagaimana wajah itu menunjukkan berbagai ekspresi. Melihat bagaimana bibir itu bergerak saat berbicara. Melihat bagaimana senyum di wajahnya berkembang saat ada yang menyapanya. Pemandangan yang indah itu sangat sulit untuk Jungkook lepas. Indah.. Benar. Remaja pria itu terlihat begitu indah. Dan Jungkook menyukai fakta itu.











































🌺🌺🌺



Taehyung mengemasi barang bawaannya sesaat ia selesai bernyanyi. Hari ini ia hanya menyanyikan 5 lagu. Tidak banyak karena ini bukan akhir pekan dan esok ia masih harus bersekolah. Peraturan yang sangat menyenangan bagi Taehyung karena Bos yang memberinya pekerjaan ini sangat pengertian mengingat statusnya yang masih seorang siswa high school.

Itu sebabnya Taehyung tidak berpikir dua kali saat mendapatkan tawaran ini. Selain hobinya yang tersalurkan, Taehyung juga bisa melepas penatnya ketika bernyanyi. Dan kebahagiaan akan ia rasakan ketika orang-orang merasa terhibur dengan penampilannya.

"Ahh masih jam setengah 10 ternyata. Kelihatannya aku masih ada waktu untuk sedikit bersantai." Ujar Taehyung sesaat setelah melihat jam di tangannya.

Lalu Taehyung pun berjalan-jalan sebentar di sekitaran taman tersebut. Dan langkahnya berhenti saat sekumpulan pria memanggil namanya. Dan Taehyung berjalan ke arah kumpulan pria tersebut dengan senyum yang merekah.

"Selamat malam paman-paman semua." Sapanya ketika sudah berdiri di hadapan pria-pria paruh baya tersebut.

"Selamat malam, Taehyungie." Para pria paruh baya tersebut serentak menyapanya.

"Duduklah. Bagaimana keadaanmu? Apa kau sehat?" Tanya salah seorang pria itu.

"Sehat paman. Paman-paman semua sehat juga, kan?" Jawabnya sambil duduk di antara pria-pria itu.

"Yaa seperti yang kau lihat. Kami masih bisa berkumpul di sini untuk sedikit minum-minum." Ucap salah satu paman tersebut yang mendapat kekehan dari teman-temannya.

I LUV U, OM..! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang