Tiga

15 3 0
                                    

Enjoy!

*****










Setelah penjelasan Taehyung, beberapa hari setelahnya Jungkook tak masuk kerja. Ia mengajukan cuti beberapa hari untuk menenangkan pikiran dan memperbaiki suasana hatinya yang kacau. Namun baru hari pertama cuti saat ia membuka pintu flat nya, Jungkook menemukan Taehyung bersandar didepan pintunya. Jungkook memang kembali ke flatnya dulu, sebelum tinggal di apartemen mewah milik kekasih atau mungkin sudah menjadi mantan kekasihnya itu, flat kecil yang ia beli dengan uangnya sendiri.

"Kau benar-benar ingin meninggalkan ku Jung? Kau ingin aku mati?"

Jungkook masih terdiam dengan ekspresi tak terbaca saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut mantannya itu. Belum sempat Jungkook berkedip pria didepannya itu langsung bersimpuh dihadapannya. Mata doe Jungkook membola.

"Hyung apa yang kau-..."

"Kumohon Jung, jangan begini. Aku mencintaimu. Bahkan dengan waktu sesingkat ini aku jatuh terlalu dalam padamu."

Memang pada dasarnya kedua lelaki ini amat sangat saling mencintai, maka Jungkook membawa Taehyung kepelukan nya. Tak tega melihat Taehyung berlutut hanya demi dirinya. Jungkook memeluk Taehyung. Menepuk pelan punggung Taehyung.

****

Saat ini mereka sedang duduk menonton televisi di flat Jungkook, dengan Taehyung menyandar pada sofa dan Jungkook bersandar pada dadanya.

"Ceritakan semuanya hyung" Jungkook membuka suara setelah terdiam selama 10 menit didepan televisi.

Taehyung mengabaikan permintaan Jungkook, pria itu malah menciumi tengkuk nya dan menghirup aroma shampo yg menguar dari rambutnya.

"Hyu-..."

"Aku hanya tak ingin merusak moment kita sayang"

"Bukankah kau ingin kesempatan dariku?". Mendengar itu senyum Taehyung mengembang.

"Apakah jika aku menceritakan semuanya kau mau memberiku kesempatan?"

"Hmm kita lihat saja nanti"

Taehyung bercerita, ia dan Irene menikah satu tahun yang lalu. Mereka bertemu di bank saat Taehyung mengurus segala urusan untuk pembelian gedung baru yang akan digunakan sebagai cabang perusahaannya. Saat itu Irene sedang mengurus pemblokiran kartu kreditnya oleh pihak bank. Mereka menjadi dekat saat ternyata manager Irene adalah senior Taehyung di kampus dulu. Mereka berkenalan kemudian bertukar nomor. Dan sesekali berbalas pesan. Mereka semakin dekat saat Irene pernah diminta menjadi model untuk sebuah iklan kosmetik diperusahaan Taehyung.

Saat mereka merasa cocok, mereka menikah. Namun Irene meminta pernikahan mereka dirahasiakan untuk sementara waktu karena kontrak kerja nya dengan perusahaan luar tak mengijinkannya menikah. Taehyung sering bolak balik Paris Korea hanya untuk bertemu Irene. Beberapa bulan setelah mereka menikah Irene hamil, Taehyung sangat senang dan meminta Irene untuk segera bicara dengan perusahaannya. Saat Irene ingin pergi menemui manager nya bermaksud membicarakan kontrak kerjanya, Irene terjatuh sebab hak sepatunya patah. Ia mengalami keguguran saat itu.

Setelah kejadian itu, beberapa kali Taehyung meminta Irene untuk berhenti bekerja, urusan penalti  dengan perusahaan nya akan dibayar lunas oleh Taehyung. Namun Irene berkata tunggu sampai saat ia hamil kembali. Dan ternyata benar, beberapa bulan kemudian Irene merasakan pusing dan tekanan darahnya turun. Namun Irene menganggap hal itu hanya kelelahan. Dua hari setelahnya saat ingin mandi, Irene menemukan bercak darah di celana dalamnya. Ia segera menelpon managernya. Ternyata Irene kembali mengalami keguguran. Taehyung murka, ia sangat marah pada Irene. Dua kali ia kehilangan calon bayi nya, semua itu hanya karena keegoisan Irene. Irene mengaku pada Taehyung ia tak tahu saat itu dirinya tengah hamil. Nyatanya Taehyung tak terima pembelaan Irene, lantaran ia pernah menyuruh Irene berhenti bekerja. Setelah kejadian itu hubungan Taehyung dan Irene merenggang, mereka jarang berkomunikasi. Hanya sesekali saling mengunjungi, dan Taehyung makin jarang menghubungi Irene saat mulai berpacaran dengan Jungkook.

Setelah mendengar penjelasan panjang Taehyung, Jungkook menghela nafas. Memainkan jari jari tangan Taehyung, menimbang nimbang pertanyaan yang akan ia tanyakan pada Taehyung.

"Lalu apa tujuannya menemuimu sekarang hyung?"

"Entahlah, tapi secepatnya aku akan mengurus berkas perceraianku dengannya. Agar bisa langsung meresmikan hubungan kita."

"Hmm"

****

Seolah tak terjadi apapun, Jungkook dan Taehyung tetap menunjukkan sikap seperti biasa, seperti sebelum Irene mengunjungi Taehyung. Karyawan yang lain pun sudah maklum jika mendapati Jungkook yang terlihat sedikit risih saat digandeng Taehyung.

"Aku bukan wanita, berhenti memperlakukan ku begitu Tae"

"Tapi kau sangat manis Jung"

"Heish kau ingin ku hajar?"

"Yak! Kau ingin menghajar atasanmu?"

"Jika dilingkungan kantor kau memang atasan ku Tae. Tapi kita sedang tidak berada di sana. Kau hanya seorang Kim Taehyung. Kekasihku".

Jantung Taehyung berdebar-debar saat Jungkook mengatakan bahwa Taehyung adalah kekasihnya. Ada sedikit perasaan bangga dihatinya bisa disukai bahkan dicintai oleh pemuda Jeon ini. Pemuda baik hati dan sederhana, Jungkook tak pernah mau menerima uang yang Taehyung berikan untuk kebutuhan mereka. Jungkook hanya menerima gaji yang diberikan Taehyung setiap bulannya untuk biaya sehari-hari mereka. Bahkan masakan Jungkook bukanlah sekelas masakan seperti di mansion Kim yang dimasak oleh koki yang bersertifikat, namun Taehyung begitu menyukai masakan rumahan yang setiap hari Jungkook masak untuknya.

Begitu juga saat makan siang, tak sekalipun mereka melewatkannya. Mereka akan selalu makan di kantor  Taehyung, memakan masakan Jungkook, sesekali bercanda dan tak jarang pula mereka makan siang sambil mengerjakan pekerjaan kantor. Jungkook tak pernah mengeluh jika akhirnya ia akan pulang sendirian ke apartemen mereka saat Taehyung mengatakan ia akan lembur di kantor. Maka Jungkook akan memesankan makanan sebelum ia pulang dan menyiapkan kopi seraya berpesan...

"Jangan terlalu lelah, aku menyayangimu"

****
Tbc

SecretTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang