empatpuluhtiga

67 12 0
                                        

sepulangnya dari acara pernikahan, kira dan sam balik ke rumah mereka sendiri. mereka langsung bersih-bersih segala macem.

awalnya sam mau ngajak mamanya buat tidur di rumahnya tapi mamanya nolak dan mutusin buat ikut mantan suaminya pulang ke rumah.

sam sama papanya emang rencana buat ngejual rumah lama itu sih dan sebagain uangnya disumbangkan serta papanya sam bisa tinggal di rumahnya yang sekarang. lagian papanya jarang pulang juga.

pas kira lagi berdiri ngadep cermin berkacak pinggang night routine-an, sam yang lagi yang baru aja keluar kamar mandi dan duduk di kasur itu langsung mengucapkan terima kasih. kira ya kaget lah. mana mereka berdua bisa liat wajah satu sama lain dari pantulan cermin.

"makasih ya kik." ucap sam.

"hah? ngapadah?" tanya kira sambil ngeliatin sam dari cermin.

"udah bawa mama kesini dan dateng ke acara kita." jawabnya.

kira senyum terus nyamperin suaminya itu. ia memberikan pelukan hangat, tidak lupa kecupan manis pada pipi kanan sam.

sam ikutan senyum. dia ngeliatin kira lama yang lagi berdiri di depannya itu. "makasih banget pokoknya kik."

kira ngangguk. "iya sama-sama."

but suddenly, sam meluk kira dan bawa kira ke kasur. dipeluk deh itu si kira eret banget sampe kira hampir nggak bisa nafas.

"ih sam gue tuh abis pake skincare. jadinya ilang semua kena baju lo." omel kira.

"halah halahhhhhh." kata sam sambil nguyel pipinya kira sampe kek mrs. puff.

"swom opoon soh." ucap kira yang kesusahan ngomong karena kedua pipinya nih lagi diuyel-uyel sama suaminya sampe akhirnya satu ciuman mendarat di bibirnya.

dua ciuman mendarat.

tiga ciuman.

sampe 10 ciuman.

"gue sayang kik sama lo aseli. gue beruntung abis lo jadi istri gue. gue harap kita hidup bahagia dan nggak bernasib sama kayak pernikahan kedua orang tua gue. jangan tinggalin gue kik plis." ujarnya.

kira senyum terus megang tangannya sam yang lagi nemplok di pipinya kira. "gue juga sayang lo kok sam dan gue beruntung bisa sama lo. gue janji, gue nggak bakal ninggalin lo." balas kira.

dipegangnya kedua pipi sam sembari mendekatkan wajah sam ke wajah seorang kira sampai bibir mereka saling bertautan.

malam itu, malam pertama mereka sebagai suami istri. malam pertama mereka juga menjalani hidup sebagai satu kesatuan.





— —





*setahun kemudian*

kira nggak percaya sama apa yang terjadi hari ini di hari weekendnya. dia berdiri cukup lama di depan cermin kamar mandinya sembari menatap test pack yang ia beli semalam setelah pulang kerja.

memang dia belum datang bulang beberapa bulan ini makanya ia memutuskan untuk beli test pack kemarin malam.

ia bisa melihat jelas tanda dua garis biru pada test packnya. ia tidak tau harus senang atau bagaimana karena ia tak menyangka bahwa dirinya akan hamil.

dengan berani ia keluar dari kamar mandi dan menghampiri suaminya yang sedang bersantai di ruang tengah menonton acara tv ditemeni oleh beberapa camilan.

langkahnya sedikit lambat dan tertatih-tatih bahkan ia rasanya enggan untuk memberitahu sang suami. ia gugup.

"sam," panggil kira begitu ia berdiri di hadapan suaminya.

samudera yang menyebalkanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang