Sebuah pertemuan yang keliru menjeratnya dalam ikatan keluarga yang tak pernah ia dambakan. Demi kebahagiaan yang tak pernah benar-benar menjadi miliknya, ia rela menjadi penjahat dalam kisah hidupnya sendiri. Dibenci, dikutuk, dan ditinggalkan-itul...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
Seorangpriatuamenatapsebuahberkasditangannyadenganpandangandatar. Membacasetiap detail tulisan yang terteradiataskertastersebut. Beberapakalidirinyamenghelanafasgusardankedua mata yang mulaiberkaca-kaca.
"Bisakahkaumembantukuuntukbertemudengannya?" tanyapriatuatersebutkepadaseorangpriaparuh yang diyakiniadalahsalahsatuanakbuahnya.
"Akan sayaurussemuanyaTuan." Jawablelakiparuhbayatersebut, sembarimenundukhormatpada yang lebihtua.
"Akuinginbertemudengannyabesok!" ujarpriatuatersebutsembarimenatapsendukearahanakbuahnya, kemudianmenundukuntukmengelussebuahfoto yang iagenggam.
Sedangkanpriatuatersebutmasihsetiamemandangisebuahfotoseoranglelaki yang tengahtersenyummanis. Keduasudutbibirnyaikuttersungging, "Bersabarlahnak, Aku akan membuathidupmunyamansetelahini." Gumampriatuatersebut, masihterusmenatapfotoitu.
Keesokanharinya, seperti yang dikatakannyakemarin. Priatuaitukinitengahberadadisebuahrestoranmahaldanberadaditempat VIP yang ada disana. SebelumnyaPriaTuaitutelahmemintapemilikrestoranituuntukmengijinkansalahsatupegawainyauntukmenemuidirinyadisinidanbeliautidakbisamenyembunyikan rasa gugupnyasaatini.