Setelah kejadian pertemuan tak sengaja beberapa waktu lalu, sekarang mereka dipertemukan kembali.⚡
Rose lagi mencat-mencet remote, nyari program tv yang bagus buat dia tonton.
Beberapa saat kemudian ada yang ngetuk pintu rumah dia.
Rose sih males sebenernya udah pw banget, tapi ya mau gimana lagi?
"Ya si--" belum juga disuruh masuk, rose malah kaget duluan liat siapa yang dateng.
"Loh eh? JUNE!"
"ROSE!"
Mereka diem beberapa saat.
Ini juna tau rumahnya gitu?
Tau darimana?
"Tung--"
"Loh rose? Kok june nggak disuruh masuk?" Abangnya rose yang tiba-tiba muncul diantara mereka, nggak tau kaget aja tiba-tiba denger rose teriak pangil-panggil nama june.
Dahi rose berkerut, "abang kenal sama june?"
"Loh? Harusnya abang yang tanya!" Abangnya malah ketawa, "temen gue balapan dia mah.. masuk jun masuk"
Juna cuma nggaruk rambut dia yang sama sekali nggak gatel terus nyengir kearah rose sambil ngikutin abangnya rose masuk ke dalem.
Tapi kok, rose nggak pernah tau june ini ya?
"Pas dia main kesini lo nggak ada dirumah, Sibuk pacaran mulu!" lah? Abangnya udah kayak cenayang aja!
"Heh! Malah diem di depan pintu! Bikinin minum sana!" Rose nyengir liatin abangnya,
"Kenapa lo? Demen sama june? Tiati oleng!" Dan selanjutnya berakhir abangnya yang kena lemparan sepatu sama rose pas mukannya.
Sumpah, rose malu.
⚡
Jiho lagi asyik makanin beberapa snack kesukaan dia sambil duduk di sofa ruang tamu,
"Dek, duduk yang bener napa?" Abangnya Jiho negur jiho yang duduknya nggak ada sopan-sopannya sama sekali.
"Kenapa?" Tanya jiho yang mulutnya penuh sama snack.
"Duduknya itu loh, yang sopan...cewek apa bukan sih?"
Jiho cuma ndengus, tetep lanjut makan.
Abangnya nghela nafas, "abang udah dapet pembimbing buat kamu"
Merasa tertarik jiho noleh abangnya, "oh ya? Siapa?"
"Ada, temenya abang punya adek.. seumuran kamu sih orangnya gimana?"
Jiho ngangguk doang, nggak masalah sih mau semuran ataupun enggak.
Yang penting dia pinter terus asyik aja udah, jangan yang pinter tapi sombong.
"Tergantung ya bang, emang kapan datengnya? cewek apa cowok?"
"Nanti dateng bentar lagi,"
"Hah? Cepet banget!" Jiho kaget, dikira besok apa kapan gitu tau-taunya bentar lagi.
"Iya anaknya cow--"
"Assalamualaikum," terdengar suara orang ngucapin salam diluar,
"Itu kayaknya, suruh masuk gih." Suruh abangnya jiho.
"Harus banget jiho?"
"Gimana sih? Abang ud--"
"Iya-iya!!!" Jiho akhirnya yang ngalah dan bukain pintu itu, sebelum abangnya yang satu ini ngomel-ngomel.
"Sila--"
"Eh? LO!"
Jaehyun cuma senyum, meskipun dalam hatinya sama kagetnya kayak jiho.
Jiho kaget banget, jadi orang ini yang bakal jadi pembimbingnya?
"Maaf? Jawab salam dulu bisa?" Jaehyun ngomong sambil ngasih senyum.
Jiho diem sebentar, "waalaikumsalam" jawabnya kemudian meski agak pelan dikit.
"Loh ji.. ajak masuk dong jaehyun nya! Kok malah bengong!" Abangnya tau-tau udah ada disamping jiho aja.
"Kenapa? Udah kenal? Ya bagus dong! Tiati oleng dari pacar! Tau kok jaehyun ganteng!" Dan berakhir kena sikut mematikan dari seoarang jiho.
Jiho malu, sumpah.
⚡
Semuanya bermula dari sini, mungkin.
Tbc.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pacar yang tertukar? [Jaeho ft. Junrose]
Teen Fiction"Rose?" "Jiho?" "Kayaknya Pacar kita ketuker deh!" "Tukeran yuk!" Dan inilah kisah mereka➖ Pacar yang tertukar? Started: 16-01-2020 End : - [slow update]