Seperti biasa, hari ini Syno datang pagi ke sekolah. Setelah memarkirkan motornya dan sedikit bersenda gurau dengan pak jimin, ia langsung menuju ke kelasnya. Untuk kali ke-2 ia adalah orang pertama yang membuka pintu kelasnya. Entah mengapa ia merasa masih mengantuk pagi ini. Semalam ia tidur sangat larut sekali. Ia meletakkan tasnya di atas meja, lalu merebahkan kepalanya di atas tas. Tak lama kemudian, ia pun tertidur.
"Bro?" Joni membangunkan Syno dengan menepuk pundaknya pelan. Perlahan Syno membuka matanya memandang seisi ruangan kelas. Ternyata kelas sudah dipenuhi teman-temannya, dan sebentar lagi bel tanda masuk kelas akan berbunyi. Syno menegakkan tubuhnya lalu merapihkan wajah dan bajunya.
"Makasih Jon, udah bangunin gue." Joni membalasnya dengan mengacungkan jempolnya sembari tersenyum manis.
Agenda kegiatan di kelas hari ini adalah perkenalan sekaligus promosi Ekstrakurikuler yang dilakukan oleh setiap pengurus organisasi tersebut, termasuk organisasi penting sekolah, OSIS beserta UKS. Satu persatu dari anggota mereka masuk bergiliran ke masing-masing kelas X dan menyampaikan visi misi ataupun macam-macam kegiatan yang biasanya dilakukan di dalam organisasi tersebut.
~|~
Istirahat kedua telah usai. Tiba saatnya untuk para anggota Ekskul menunjukan kemapuan mereka kepada murid-murid kelas X yang baru. Pembina OSIS telah mengumumkan pemberitahuan kepada seluruh siswa dan siswi agar segera menuju ke lapangan melalui speaker sekolah. Pengumuman itu didengar baik oleh seluruh murid kelas X. Mereka langsung serentak menuju ke lapangan sekolah. Berbeda dengan kakak kelas mereka, kelas XI dan XII. Mereka yang tidak ikut tampil di lapangan siang ini, hanya memenuhi teras-teras di depan kelas mereka dan menetapkan pandangan ke arah lapangan.
Sorak sorai terdengar penuh dilapangan ketika MC Demo Ekskul membuka acara tersebut. Seluruh murid kelas X memenuhi lapangan dengan menyisakan lapangan bagian tengah untuk tempat para anggota Ekskul tampil. MC mulai membacakan urutan Ekskul yang akan tampil terlebih dahulu.
Yang pertama tampil ialah Ekskul Rohis dengan menampilkan team Hadrah andalan mereka. Selanjutnya adalah Tari tradisional dengan menampilkan Tari Jaipong dan Tari Saman. Kemudian dilanjutkan dengan Ekskul Pramuka, PMR, PASKIBRA, Paduan Suara, Karate dan Silat. Semua terlihat gembira melihat bakat-bakat yang ditunjukkan oleh kakak kelas mereka. Setelah itu, barulah penampilan Ekskul selanjutnya agak sedikit berbeda dengan sebelumnya. Yaa, penampilan Ekskul basket dan futsal.
Mc membacakan urutan Ekskul selanjutnya, "Oke, kali ini akan kita saksikan, pertandingan futsal antara Tim A melawan Tim B dari Ekskul futsal SMK Wijaya sakti, tepuk tangan yang meriah!" Seluruh lapangan berisi dengan suara tepuk tangan yang meriah dari pada murid. Terlihat dari ujung lapangan sebelah kanan dekat perpustakaan, muncul para pemain futsal yang akan bertanding.
Tim A dipimpin oleh Jonathan, kelas XII Akuntansi 2 yang bertubuh kekar dan tegap sekaligus tampan rupawan, mengenakan nomer punggung 10 dan berposisi sebagai penyerang telah terlihat di tengah-tengah lapangan. Ia akan berhadapan dengan rivalnya, Bima Pramudya, Kelas XII Adm. Perkantoran 2 yang tak kalah kekar dan tampannya dari Jonathan. Bima mengenakan nomor punggung 7 dan berposisi sebagai penyerang juga. Kedua Tim mereka adalah pemain yang dipilih oleh pelatih Sukma-guru olahraga SMK Wijaya Sakti- karena mereka telah sukses membawa futsal SMK Wijaya Sakti memenangkan pertandingan tingkat Wilayah se-DKI Jakarta sebagai juara 1 dan memenangkan berbagai macam pertandingan antar sekolah. Kini, mereka dipercaya bisa menampilkan pertandingan yang spektakuler dihadapan murid-murid baru. Pertandingan pun dimulai. Semua pandangan tertuju ke arah Jonathan dan Bima. Pasalnya, mereka benar-benar layaknya seorang pemain bintang Lionel Messi melawan rivalnya yaitu Cristiano Ronaldo. Terutama para murid perempuan, tak salah lagi jika mata mereka tak berkedip sedikit pun karena melihat ketampanan penyerang di Tim tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sahabat atau Pacar?
Teen FictionSeseorang memang butuh yang namanya sahabat, tapi ia juga butuh seorang kekasih yang berarti di dalam hidupnya. Yang menjadi sosok menakutkan ialah ketika seseorang itu diberi pilihan untuk memilih, antara sahabat atau pacar. Lebih baik kehilangan s...
