Apa yang terjadi jika kamu sedang diincar oleh tiga kelompok besar mafia? Itulah yang terjadi pada Diana Davidson. Seorang perempuan remaja yang sedang diincar oleh tiga kelompok besar mafia yang terkenal, The 127, The Vision, dan The Dreamies. Lalu...
Seorang gadis remaja yang sedang duduk di ruang tamu sambil menonton TV meneguk sebotol bir yang ia beli. Ia pun mengambil sebatang rokok dan berusaha menenangkan pikirannya. Ya, gadis itu bernama Diana Davidson. Ia gadis yang dikenal sebagai anak paling pintar di sekolahnya, paling cantik, dan memiliki kesopanan yang luar biasa. Ia tak pernah jatuh dari rangking 1 nya, dan banyak sekali laki-laki yang terpesona dengannya. Walaupun banyak laki-laki yang menyatakan cinta padanya, dia menolaknya dengan mantap.
Tapi jangan tertipu dengan semua itu. Di balik kepintaran, kecantikan, dan kesopanan nya, dia menyimpan segudang keburukan. Dia minum, dia merokok, dia mencuri, bahkan dia adalah pengguna narkoba. Ya, memang seburuk itulah sifat aslinya. Selain itu juga, ia pernah beberapa kali melakukan hubungan intim di sebuah club malam yang sering ia kunjungi. Ia juga memiliki masa lalu yang sangat kelam sehingga ia melakukan semua kenakalan ini.
"Semua acara TV sampah, bosenin semua." ucapnya dengan kesal. Dia segera melihat jam yang berada di atas TV nya. Waktu menunjukkan pukul 9 malam, dan itu waktunya orangtuanya pulang. Ia pun segera membereskan sisa makanan dan minumannya, tak lupa ia menyemprotkan pengharum ruangan agar orangtuanya tidak mencium bau rokok. Dia mendengar suara hentakan kaki yang sepertinya sedang tergesa-gesa, dan pintu pun terbuka.
"Kamu apa apaan sih! Kamu tuh emang suami brengsek ya! Gak ada abis nya mabok sana sini!" teriak mama Diana pada suami nya yang tengah mabuk. "Apaan dah!? Lebay banget jadi istri!" teriak papa Diana merespon amarah mamanya. Suasana seperti ini sudah biasa dihadapi oleh dirinya dan juga kakaknya, Olivia Davidson. Tak peduli apa yang terjadi nantinya pada orangtuanya, ia pun menuju ke kamarnya. "Cih, berantem lagi. Berantem aja terus" gumam Diana dengan kesalnya.
Saat sampai di kamarnya, sebenarnya Diana ingin sekali memakai narkoba nya. Tetapi ia takut jika salah satu dari mereka tiba-tiba ada yang memasuki kamarnya. Jadi ia mengurungkan niatnya itu dan memilih untuk melihat langit malam. Tiba-tiba pintu kamar Diana terbuka, dan ada seseorang yang masuk ke kamarnya. Ternyata itu adalah mamanya yang berada dalam kemarahan akan perbuatan suaminya itu. "Diana, apa kamu sudah menentukan jurusan kuliah mu?" tanya mamanya dengan setengah membentak. Diana sudah tau pasti dirinya akan ditanya tentang hal ini oleh mamanya. Semenjak lulus masa SMA, ia libur selama 1 tahun untuk menentukan dimana ia akan kuliah dan berada di jurusan apa. Tetapi ia masih benar benar bingung. Dia juga sangat stress dengan keadaan keluarganya ini sehingga ia memutuskan untuk mencari kesenangannya sampai ia lupa untuk menentukan masa depannya. "Belum, ma" jawab Diana.
. . . Plakk . . .
Satu tamparan mendarat di pipi kiri Diana. "Bodoh, mama beri kamu kesempatan 1 tahun untuk menentukan pilihan mu tapi kamu masih belum menentukannya?! Anak macam apa kamu?! Kamu jangan mengandalkan kepintaran mu sampai sampai kamu jadi malas seperti ini! Mama heran, kamu kenapa jadi anak malas begini?" ucap mama Diana dengan penuh amarah. "Pokoknya mama gak mau tau, minggu depan kamu harus menentukan pilihanmu!" perintah mama Diana. Diana hanya bisa terdiam. Menangis? Tidak. Dia tidak menangis. Dia tidak meneteskan air mata, bahkan satu tetes pun tidak. Dia sudah terbiasa dengan kekerasan fisik yang ia alami saat ia masih kecil. Terakhir kali dia menangis pada saat dimana ia mendapatkan kekerasan fisik yang teramat sangat kejam pada umur 11 tahun. Dan semenjak itu, ia tidak pernah menangis lagi sampai sekarang.
Iya, Diana yang malang. Dengan kepintaran, kecantikan dan kesopanan nya ia menutupi luka dan dosanya. Dari ia kecil, dia sudah menutup semua luka yang ia punya. Luka fisik dan luka batin nya. Dia memang jarang tersenyum, dia memang disebut sebagai 'wanita anggun dan misterius' di sekolahnya. Dia benar benar mencoba menjadi yang terbaik demi menutupi semuanya. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
TO BE CONTINUED :v
Gimana gaes? Maap ye kalo masih belom greget :v
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nih ku kasih hadiah :v Moga kalian suka ama cerianya ye, tunggu kelanjutannya. Jangan lupa komen sama vote nya juga :v