Kaktus Hias

32 4 5
                                    

Berbincang setiap hari dengannya terasa nyaman sama seperti kamu mendengarkan lagu favoritmu tidak bosan untuk selalu mendengarnya. Aku selalu memperhatikan wajahnya ketika dia bercerita masa sekolah dia yang lalu, sweet moment banget bisa berduaan dengan orang yang aku sukai.

Aku di sibukkan dengan simulasi dan sangat malangnya aku tidak banyak waktu untuk bersama Lastri. Aku hanya pasrah dan menerima keadaan karna aku tau ini sudah kewajibanku untuk bisa melanjutkan sekolah.

Aku ingin sekali menyatakan perasaan ini tapi aku harus fokus untuk sekolah. Sedihnya nasib ku ini. Bolehkah aku menangis 10 menit saja? Kesedihan terus menguntitku.

Aku menceritakan ini kepada teman baikku, si wildan.

"wil,gue bingung deh,gue harus fokus sama pelajaran, tapi perasaan gue ada yang ganjel" Tanyaku duduk bersama wildan d kantin.

"pasti soal Lastri...plis lo jangan risau tentang ujian, kako keadaan lo seperti ini lo malah gak bisa fokus ke pelajaran,jadi menurut gue, lo harus cepet nyatain perasaan lo sama Lastri" Jawab temanku sedang menyedot es dan duduk di sebelahku, sepertinya temamku ini sering membaca buku filosofis kata katanya sungguh masuk langsung ke hati.

Aku mencoba memikirnya dan aku mempertimbangkan tidak begitu lama. Yos!! tanpa berpikir panjang aku segera ke toko bunga untuk membeli dan nyatain perasaan hari ini. Aku pergi membawa motor dengan kecepatan tinggi. Sampailah di Toko bunga, aku melihat lihat bunga dan tidak satupun yang tersisa..oohhh kenapa nasib malang ini sering terjadi, aku sudah menanyakan ke pemilik toko ternyata stok sudah habis dan aku melihat ada satu yang tersisa di lemari bunga, tertutup oleh kepala pemilik toko, aku langsung menunjuknya.

"apa itu kaktus kecil,bolehkah aku memilikinya?" Aku bertanya dan menujuk kaktus kecil, tanpa berpikir panjang.

"kamu yakin de? bukankah kamu akan memberikannya kepada seorang wanita?" Si pemilik bunga itu langsung tau, aku heran kenapa dia bisa membaca wajah yang sedang jatuh cinta apa dia seorang peramal yang menyamar?.

"iya pak,tidak apa apa aku akan tetap membelinya" Aku ingin buru buru karna sore ini Lastri akan pergi untuk ke rumah temannya sebelum dia kesana aku harus menembaknya dulu, entah kenapa aku tidak bisa sabar.

Ohho...

"Jangan lupa katakan padanya bahwa kaktus membuktikan jika orang yg memberi kaktus, kaktus itu akan bertahan lama, maknanya kamu akan setia padanya". Jlebb!! dalamnya perkataan si pemilik toko nampaknya jika aku ingin menjual bunga aku juga harus seperti itu.

Aku membayar dan segera pergi menemui Lastri. Saat sampai di rumah Lastri, Lastri menutup gerbang karna dia akan pergi dan aku langsung menghampiri dengan nafas yg tidak teratur di tambah juga jantung yang ingin meledak.

"Lastri..." Suara pelanku dan membawa kaktus kecil yg memiliki 2 bunga di kepalanya, di belakang punggungku.

"Ada apa ka? kaka mau apa ke rumah"
aku malu sekali baru kali ini aku menembak dengan jantan sebelumnya aku hanya pengagum rahasia, tapi sekarang aku mencoba hal baru ini kepada Lastri.

"euu Las...tolong jaga kaktus ini dan jadilah pacarku" Arrghh jantung ku seperti 3 detik lagi akan meledak, ucapku sambil menatapnya dengan rasa penasaran apa yang akan di jawabnya.

"Apaa?! ehh maksudku ada apa tiba tiba" Dia terkejut, aku tahu dia menjawab itu karna aku membawa kaktus bukan bunga mawar ahh malunya...

"euuu..mmm.. sebenarnya aku sudah lama ingin menjadi pacarmu namun tidak ada waktu, jadi apa kamu mau jadi pacarku?" Aku menjulurkan kaktus di tanganku kepadanya dengan harapan dia menjawab iya.

"Yowesss Las terima aja lagian bapak ingin lihat kamu punya pacar yang tampan seperti dia" Suara bapak Lastri sedang duduk di teras. Oyy!ada apa ini kenapa maluku jadi hilang, aku melihat sekejap ke bapak saat di puji.

"euu sebenarnya aku sudah punya..." Jleebbb!! Panah besar menusuk dari belakang, aku berjalan meninggalkan Lastri yg mengucapkan hal menyakitkan itu dengan putus asa. Aku kembali ingin pulang dan merintih.

Saat aku berjalan dengan raut pucat.

"Sebenarnya aku sudah punya perasaan juga sama kaka sejak pertama bertemu" Suara dari belakanga dan sedikit berteriak, aku berbalik dengan cepat dan penasaran.

"apa kmu bilang?aku ingin mendengar nya sekali lagi..." Tangan ku gemetar dan jantung berdebar semakin kencang.

"aku bilang aku sudah punya perasaan suka sama kaka sejak pertama bertemu" Uwahh kalimat itu langsung terngiang ngiang di atas kepalaku, aahhh sepertinya aku ingin terbang.

"apaaa! jadi sekarang kamu mau jadi pacarku" Aku menyentak terlalu kegirangan.

"eumm.." Lastri tersenyum dan menatapku. Akhirnya aku tidak sendiri lagiiii.

"pak aku akan menjadi menantumu nanti!!!" Teriakku dengan senang.

Dan aku pun mengantar dia ke rumah temannya dengan status pacaran. kyaaaa.....

"kenapa kaka memberi kaktus ini"
aku takut dia tidak suka, aku langsung memberi alasan ku.

"kata pemilik toko jika aku memberi kaktus itu, aku tidak akan meninggalkanmu, dan aku berjanji untuk terus bersama mu apapun yang terjadi".

Only YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang