5. Euphoria

209 27 0
                                    

Dia bahkan tidak percaya apa yang dilihatnya.

Jungkook memundurkan satu langkahnya kebelakang. Rasa takut mulai menyelimutinya.

Ia ingin sekali menghilang secara tiba tiba saat ini.

"Jangan.."

~~

Detik itu juga Jungkook memundurkan langkah kakinya perlahan lahan hingga akhirnya memutuskan untuk berlari.

Sayangnya Jungkook kalah cepat dengan orang itu.

Mereka saling memandang satu sama lain, nafas Jungkook masih terpenggal penggal. Bahkan tidak lama Ia menunduk, pasrah dengan keadaan.

"Jungkook? itu benar kah kau?" tanya orang itu.

Jungkook memilih tetap diam dan menunduk, nyali besarnya tadi dalam sekejap sirna.

"Ini.. benar kau.."

"Akhirnya.."

Orang itu menarik nafas lega, seakan hal baik sedang berada di hadapannya.

"Kau mau makan?"

*

Jungkook masih terdiam, bahkan tak sanggup menatap orang itu.

"Hei tegakkan lehermu, tatap aku. Masih Na Seokyeong yang tampan"

Na Seokyeong, pria yang berada tepat di depan Jungkook.

"Jangan berbicara seperti itu" jawab Jungkook pelan.

Seokyeong terkekeh untuk beberapa detik.

"Aku bukan hantu ataupun arwah yang bisa menakutimu haha, ngomong ngomong, ku rindu saat dulu, jadi aku pergi ke tempat itu" ucap Seokyeong jujur.

Jungkook mengedarkan pandangannya ke samping ruangan restoran, lalu menatap satu porsi daging panggang didepannya, melahapnya satu suapan.

Seokyeong tersenyum melihatnya

"Kau masih tau makanan kesukaanku" untuk kesekian kalinya, Jungkook membuka suaranya.

"Tentu, bisakah kita mengulanginya?"

"Apa?"

"Masa indah itu"

Jungkook bergumam sesaat, nafsu makannya tiba tiba berkurang. Kepalanya sedikit terasa pusing.

"Tidak" jawabnya dengan berat hati.

Rasa kecewa dirasakan oleh kedua manusia itu, nyatanya waktu tidak bisa terulang kembali. Kecuali jika semuanya masih baik baik saja.

"Kau sudah memaafkanku?" tanya Seokyeong hati hati

"Seharusnya aku yang meminta maaf"

**

Tzuyu melepaskan tawa yang Ia tahan sedari tadi. Saat menonton televisi acara itu, susah payah Ia menahannya.

[TAHAP REVISI] 2 Different Dreams Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang