Kunci penyimpanan kekayaan istana sudah di tangan saya. Sesuai rencana, sasaran berikut adalah calon raja. Malam bersejarah bagi seluruh rakyat. Malam kepergian kakak tercinta yang tak terlupa walau telah dewasa. Kastil terlalu lengang walau banyak berderet pasukan keamanan. Berada di kamar putera inti. Mengganti corak mahkota menjadi putih alami. Kulit kian memucat terkena terpaan angin malam. Gaun menjuntai menutupi langkah kaki mendekati. Senyuman menyelingi dia yang menatap balkon sedari tadi. Tapi tertahan niat hati.
"Lily was a little girl. Afraid of the big, wide world. She grew up within her castle walls," memulai karangan lalu.
"They warned her, dont go there. There's creature who are hiding in the dark," mencemaskan kakak tertua.
"You'll be safe Under my control. Just let me in. Oohhh," On menyediakan perlindungan.
Pangeran mundur teratur. Paras tampan menjelma sendu.

KAMU SEDANG MEMBACA
ON
FanfictionSeorang ibu akan melakukan apapun untuk mendapatkan anaknya kembali. Termasuk menukar harta, tahta dan tujuh pria. Memaksa ONE jadi ON lagi. Pembunuh yang tak pernah gagal. Ciri khasnya menyisipkan pesan kematian sebelum menjemput lawan. Menarik, ag...