"Anna tungguin dong! jalannya jangan cepet cepet, gue cape! " ucap Brian yang terus mengejar Arianna
Arianna kesal karna Brian terus menerus mengganggunya.
Arianna terus berjalan dengan cepat aambil merutuk dalam hati "Apaan sih gada cape capenya apa tuh kaka kelas sinting! "
"Arianna tungguin! Lo ga denger gue ngomong apa?! " teriak Brian yang tampaknya sudah mulai kesal dengan Arianna.
Arianna berhenti mendadak dan berbalik kebelakang, hal itupun membuat Brian ikut berhenti.
"Lo budek?! gue udah bilang jangan ikutin gue! " teriak Arianna sambil berbalik lagi dan meneruskan jalannya menuju kelas yang sempat tertunda karna Brian.
Sontak hal itupun membuat Brian bungkam dan hanya bisa menatap punggung Arianna yang terus menjauh.
"Gue akan terus berjuang buat milikin lo Anna! Itu sumpah gue! "
Brian berbalik dan menuju kelasnya dengan hati yang membara karna perkataan Arianna tadi.
Namun Brian memakluminya, ia tahu Arianna tidak ingin orang asing masuk kedalam hidupnya. Dan membuat rasa ketertarikan Brian kepada Rianna semakin menjadi jadi, arghhh Brian di buat gila oleh adik kelasnya yang kasar namun imut di mata Brian.
Brian tidak akan menyerah begitu saja, ia akan terus berjuang untuk mendapatkan hati anna-nya.
***
Di sisi lain ada Arianna yang terus merutuki Brian yang selalu saja membuatnya kesal. Dia benci Brian sampai kapan pun.
***
Arianna sedang berjalan di koridor, setelah ia menunggu sampai ia yakini tidak ada lagi murid di sekolahnya.
Arianna memang selalu keluar kelas paling akhir, karna ia malas berdesak desakan dengan murid murid lainnya. Dan juga karna ia benci keramaian tentunya.
Arianna terus berjalan di sepanjang koridor yang sepi dengan mengenakan jaketnya dan earphone yang bertenggar di telinganya.
Pemikiran Arianna tentang yang sekolah sudah sepi itu salah, karna sekarang di hadapannya ada Brian rese yang terus mengganggu hidupnya belakangan ini.
"Halo nona cantik , gue ga marah loh sama lo. Baik kan gue" ucapnya sambil memberikan senyum manis yang biasanya langsung membuat gadis gadis lain meleleh.Namun berbeda dengan Rianna yang malah ingin muntah melihat senyuman itu.
"padahal gue ngarepinnya lo marah dan ga ganggu hidup gie lagi! Gue cape! "
Setelah mengatakan itu, lagi lagi Arianna mendorong bahu Brian cukup kasar karna ia ingin pergi dari hadapan orang yang sangat menyebalkan itu menurutnya.
"Anna lo mau kemana? Tungguin gue dong"
Rianna tetap bungkam, ia terlalu malas meladeni kaka kelasnya yang sinting itu.
"gue anterin lo balik ya" ucap Brian lagi setelah pertanyaannya yang tadi tidak anna jawab.
"gue bisa sendiri" Arianna terus berjalan tanpa memperdulikan Brian yang terus mengejarnya sambil mengoceh sejak tadi.
Arianna menaiki bus tanpa menengok ke arah Brian.
Brian yang melihat itu hanya bisa diam tak bersuara di tempatnya berdiri sekarang. Lagi lagi ia di abaikan .
Namun itu tak membuat Brian patah semangat, ia tetap akan berjuang. Brian menganggap ini semua ujian sebelum ia bahagia kelak. Seperti lagunya Roma irama 'berakit rakit kita kehulu, berenang renang kemudian. Bersakit sakit dahulu, besenang senang kita kemudian'
Brian pun berbalik dan berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya yang masih di parkiran yang ia yakini tinggal motornya saja sendiri.
Setelah sampai di parkiran, Brian memakai helm fullface nya dan menaiki motor lalu mulai melaju meninggalkan area sekolah.
***
HALO GESSSS ADUUH AKIRNYAAAA OCHA NGETIK LAGIII HHE
DAN SEPERTI BIASA OCHA NGETIKNYA DI TEMENIN SAMA LAGU LAGU PACAR OCHA HEHEHE
GAIS JANGAN LUPA KASIH BINTANG YA TERUS JUGA KOMEN KALO MENURUT KALIAN ADA YANG KURANG.
STAY SAFE YA GAISSS TETEP #DIRUMAHAJA❤
KAMU SEDANG MEMBACA
ARIANNA
Teen FictionHeran gue gada cape capenya tuh kaka kelas sinting. -Arianna oxford Semakin lo menjauh, semakin buat gue tertantang! -Brian jhonson
