Partner

1.6K 162 12
                                        

Setting,

Akademi Neona

Hari Johnny berlalu buruk semenjak tadi pagi, tidak hanya terkena timpukan sepatu yg mengenai wajah tampannya. Kali ini, dia tidak focus berlatih pedang. Yaa, dia memikirkan seseorang yg membuat harinya buruk, sesosok namja manis yg jarang diperhatikan olehnya. Johnny bahkan baru menyadari keberadaan namja itu dikelasnya. Atau mungkin, Johnny saja yg tidak terlalu memperhatikan lingkungan.

Entahlah..

Bahkan kini, dia tidak tersadar telah menggores punggung tangan kirinya dengan pedang yg diayunkannya. Johhny menghela nafas kasar melihat aliran merah pekat itu mengalir. Kedua matanya nampak bergerak-gerak gelisah melihat keadaan. Ayolah, ada bangsa Vampire disini. Bisa saja bau darah segarnya tercium pada indera pengecapnya.

Untung saja, Johnny terkenal akan perangaiannya yg dingin serta.. label (julukannya) sebagai calon Alpha Pack salah satu kawanan bangsawan yg sangat disegani di kaumnya. Membuatnya terlihat eksklusif dan tidak dengan mudah di dekati. Aura Alpha-nya sangat pekat, membuat siapapun bergidik didekatnya.

Kalau tidak, mungkin segerombolan vampire sudah berdiri mengelilinginya saat ini. Meskipun tidak ada sejarah yg mengatakan vampire bebas mencecap darah para kaum Warewolf, tetapi bukan berarti tidak boleh kan?. Untuk itulah, Johnny tetap mengaktifkan mode waspadanya sekarang ini. Musuh saja bisa menjadi teman baik seperti saat ini, bukan berarti temanmu bisa saja berbalik menjadi musuhmu jika keadaan menghendaki, bukan begitu?.

"Sial.. ",umpatnya

Johnny berjalan menuju tas ranselnya, mengambil sebuah sapu tangan dan mengikatkannya disekitaran lukanya. Untuk menghentikan aliran merah pekat itu mengalir.

...

Hari semakin sore, sebagian siswa Neona Akademi berlalu pulang atau sedang melakukan ekstrakurikuler seperti sekolah manusia pada umumnya. Bahkan system sekolah ini, sengaja mengadaptasi dari peradaban manusia. Agar mereka diajarkan untuk bisa lebih membaur dan tidak tertinggal dengan kehidupan para manusia-manusia itu.

Jaehyun mengikuti ekschool bola basket untuk melatih ketangkasannya memimpin sebuah tim dan mencari peluang untuk bertarung. Kedua tangannya nampak lincah mendribble bola, serta melewati lawannya dengan sangat mudah. Hingga akhirnya dia mencetak scor dengan tembakan three poin. Suara tepuk tangan dari balik tribun penonton nampak menggema memberi semangat dan pujian pada sang kapten basket. Yaa Jaehyun menjabat sebagai kapten team basket di akademi Neona. Meskipun anggota timnya merupakan campuran dari tiga bangsa, mereka nampak kompak melakukan latihan dan mengikuti semua intruksi jaehyun tanpa bantahan. Karena anggota tim basket sendiri mengakui keahlian namja tampan berperingaian manis dalam hal permainan bola basket.

Babak kedua dimulai, Jaehyun sengaja sedikit mengalah dan mengendurkan pertahanannya untuk memberikan peluang anggota junior yg kini sedang bertanding dengannya untuk meju menerobos kedaerah miliknya. Tetapi didetik berikutnya, merke nampak terkepung, karena jaehyun menggunakan taktik one on one untuk menghentikan pergerakan musuh. Dengan seringaian andalannya jaehyun mencuri bola yg saat ini di bawa oleh Lucas sang hobae kemudian mencoba mengopernya pada Taeyong. Tetapi, sepertinya focus taeyong tidak mengarah pada bola, karena ia nampak melamun beberapa saat.. hingga pada akhirnya bola itu...

Duagh...

Terlempar keluar lapangan, dan tak sengaja mengenai kepala seseorang yg nampak baru saja melewati lapangan basket.

Jaehyun nampak bersalah, terlebih lagi.. nampaknya.. sang korban mendapati cidera cukup parah dengan bukti adanya darah yg mengalir dihidungnya yg kini mengotori tanah jalanan. Para Vampire mendadak memejamkan mata mereka sembari menahan nafas untuk menahan godaan bau darah yg tecium begitu memabukan untuk mereka. Siapa juga yg mau berurusan dengannya.. meskipun.. mereka sempat khilaf. Yang ada, mereka hanya akan tinggal nama.

"Love to Death" (Johnjae Shipper)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang