Awakening

826 83 14
                                        

Setting,

Mansion keluarga Wu

Langit terlihat semakin gelap efek dari gerhana bulan darah (blood moon). Setahap demi setahap, bulan kembali menampakan cahayanya seperti sedia kala. Pijaran sinar merah perlahan menghilang. Dan waktu gerhana (eclipse) sudah mencapai batasnya.

..

Kabut putih tebal berlalu menyelimuti mansion Wu, membawa hawa dingin yg membuat bulu kuduk meremang. Teriakan keputusasaan berubah menjadi seruan kegembiraan. Tidak ada lagi penindasan, sudah waktunya mereka membalas kekalahan.

...

Peti mati yg sebelumnya terkunci rapat oleh mantra sihir. Perlahan terbuka dengan dramatis. Jaehyun menatap seseorang dengan mata merah menyala dengan penuh haru. Ahhhh.. Perjuangannya tidak sia-sia kawan. Adik-nya terlihat baik-baik saja sekarang.

Dipeluknya dengan erat sosok pucat didepannya, dengan peluh dan derai air mata menghiasi wajahnya. Karry mendengar semuanya, mendengar pengakuan Jaehyun atas klaim tentang dirinya berstatus sebagai adiknya. Meskipun dia tidak terbiasa, karry mencoba menyuarakan panggilan itu..

"Hyung..",panggilnya

Jaehyun buru-buru mengangguk dengan antusias. Rasanya berbeda sekali jika Karry yg memanggilnya dengan sebutan itu. Suara panggilan Jeno adiknya bahkan tidak semerdu ini, fikirnya.

"Aku menyayangimu.. Dongsaeng",lirihnya

Karry membalas pelukan Jaehyun (agak canggung). Meskipun begitu, sorot matanya terlihat tajam dan mengancam. Aura kebangsawanannya menguar. Layaknya Alpha, karry mampu mendindas para kaum lemah lainnya.

Sebuah tangan terulur di depan yuta, dengan sekali ayunan.. Sayatan dalam tercipta didadanya. Longlongan panjang terdengar. Yuta mengeram penuh kesakitan. Sekali seorang Dracula berniat membalas dendam, maka dia tidak akan pernah melepaskan mangsanya.

Diliriknya Vallecia disudut ruangan. Karry mengangkat tubuh val keudara hanya dengan bantuan kedipan mata. Dan meletakkannya ditempat yg aman.

"Hyung, aku akan menyembuhkan lukamu!",ucapnya lembut

Jaehyun hanya memiringkan sebelah kepalanya bingung. Sedang Karry tengah mencium kening jaehyun dengan lembut. Cahaya emas menyelimuti tubuhnya, seperti sihir.. Tubuhnya merasa lebih ringan, bahkan bekas noda merah dibibirnya terhapus begitu saja. Mana (kekuatannya) bahkan terasa terisi kembali.

Jaehyun mencoba untuk berdiri, melihat-lihat luka ditubuhnya dan nihil.. Tak ada lagi luka sayatan dari pertarungannya dengan Johnny. Tubuhnya normal kembali. Senyum cerah tersungging diwajah manisnya.

"Daebaak.. Apa ini sihir?",Tanya jaehyun antusias

"Tidak.. Hyung.. Ini kemampuan kita..! Kau mungkin masih terjebak dalam wujud Werewolf-mu sehingga tidak memahami kemampuan alami-mu .. Ada saatnya bagimu untuk memilih wujud sejatimu sendiri.. Mommy yang akan menjelaskannya nanti",balas karry

..

Ngomong-ngomong Jaehyun dan adiknya nampaknya melupakan keberadaan Johnny di ruangan ini.

"Apa maksudmu dengan memilih wujud sejati Jaehyun?",Tanya johnny bingung

Sungguh, dia masih tidak mengerti.

Karry menatap Johnny penuh amarah dan berniat menyakitinya sekarang. Tetapi jaehyun menghentikannya.

"Jika kau membunuhnya, Aku juga akan terluka.. Dia mate-ku",jelas jaehyun

Sembari menunjuk kearah Johnny.

" Hyung, sejak awal dia berniat membunuhku..!",protest sang adik

Jaehyun menghela nafas panjang..

"Yaa.. Kau benar.. Karry..! Tapi.. Dia melakukan itu karena adanya perintah dari atasannya.. Yakni para tetua.. Kita tidak bisa menyalahkannya!", ucap jaehyun bijak

"Love to Death" (Johnjae Shipper)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang