Assalamualaikum, teman-teman🤗
Mumut kembali lagi dengan kisah a Fahri dan teh Ilfa ni😚😚😚
Ada yang kangen sama aa Fahri yang ganteng?
Atau teh Ilfa yang manis dengan lesung pipinya?
Apa kangen sama mumut😅😅
Maaf ya lama... Banyak halangannya buat ngetik cerita ini. Tapi kalian jangan bosen nunggu ya😆 karena semakin kalian semangat menunggu mumut akan semakin semangat buat update😉😚
.
.
Selamat membaca💙
🍁🍁🍁
"Teh Ilfa tau gak tadi itu siapa?" Salma bertanya kepada Ilfa dengan muka berseri-seri sambil memegang tas pakaian Ilfa.
Salma orangnya akraban, buktinya baru disuruh nganterin Ilfa ke kamar, eh udh SKSD (taukan😂). Ilfa sendiri hanya membalas dengan senyum manisnya yang menunjukkan lesung pipinya lalu menggeleng. "Siapa emangnya teh?"
Bukannya menjawab pertanyaan dari Ilfa, Salma malah senyam-senyum sendiri. Ilfa yang meragukan sikap Salma pun bisa menebaknya. Ilfa terkekeh, "Teteh suka ya sama eum.. siapa tadi?" Tanya Ilfa yang memang tak tau siapa yang sempat berpapasan dengannya di rumah sang paman.
Salma mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Ilfa, kemudian keduanya kembali meneruskan perjalanan ke kamar Ilfa.
🍁🍁🍁
"Assalamualaikum."
Salma membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya. Disusul Ilfa dari belakang.
"Waalaikumsalam." Salam itu dijawab oleh seorang santri bernama Aisyah yang sedang membaca kitab.
"Ini teh Ilfa?" Aisyah mendekati keduanya dan tanpa diperintah ia mengambil tas milik Ilfa dari Salma. Ilfa mengangguk sambil tersenyum. "Pada kemana ini, Syah?" Tanya Salma.
Aisyah melirik sebentar dan kembali membantu Ilfa merapikan bajunya. "Belum pada Ke kobong teh."
"Ya udah Aisyah, teh Ilfa, Salma mau ke kamar Salma dulu ya. Assalamualaikum." Pamit Salma sambil beranjak keluar kamar. Aisya dan Ilfa menjawab salam dengan serempak.
Sekarang tinggal Ilfa dan Aisyah yang berada di kamar sehingga menciptakan keheningan diantara keduanya. Ilfa melirik Aisyah yang semangat membantunya. "Eumm.. Aisyah." Ilfa memulai percakapan untuk mencairkan suasana.
Aisyah menoleh dengan raut seakan ia berkata apa?.
"Di kamar ini ada berapa orang?" Tanya Ilfa sembari mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Mata Aisyah jelalatan melirik apa yang diambil oleh Ilfa. "Ada empat orang teh, apaan itu teh?" Tanya Aisyah tanpa mengalihkan pandangannya pada sesuatu yang diambil oleh Ilfa.
Namun pandangannya berubah saat Ilfa menoleh pada Aisyah. Ilfa tersenyum, "Ini ada sedikit cemilan, entar kita makan bareng-bareng ya..." Aisyah mengangguk mantap. Kalau masalah makan Aisyah yang nomor satu.
Aisyah bercerita tentang pengalamannya, pertama santri baru sampai sekarang. Cerita juga tentang penurunan berat badannya yang membuahkan hasil. Ada juga tentang penyakit yang memang ada di setiap pesantren seperti budug, cenang sampai bisul, semuanya ia ceritakan. Ilfa hanya mengangguk sesekali tertawa. Ilfa merasa sangat nyaman berbincang dengan Aisyah walau orangnya heboh, rempong, dan sedikit urakan berbeda dengan dirinya yang kalem. Meski begitu keduanya terlihat sangat akrab.
Tak berselang lama datang Laila dan Zulfa yang membawa jambu sambil berlari tergesah.
"Assalamualaikum, Aisyah kita bawa jambu loh!" Seru Laila heboh.
Saat masuk Laila dan Zulfa terkejut saat melihat perempuan yang asing tengah duduk di samping Aisyah. Zulfa menyembunyikan kresek jambu dibelakang punggungnya segera. Tersenyum dan menghampiri Aisyah disusul Laila dibelakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam do'a
General FictionKisah seorang santri yang mengharapkan cinta dan ridho Allah. 🍁🍁🍁 Jika saya bukan muhrim untuk memeluk dan menghangatkan badanmu, tapi saya bisa menghangatkan mu dengan cara lain yang lebih halal tanpa ma'siat. Yaitu dengan memberikan obatnya, ya...
