Layla POV
"Berani sekali dia, baru kali aku di remehkan begini. Harusnya dia lebih mengerti aturan sekolah nya sendiri bukannya di peringati olehku"
"Dasar menyebalkan, jadi malas aku bertanya tentang konser kemarin"
"Dia memang anak berandalan dan tidak tahu kewajiban dia. Anehnya kenapa dia diterima di sekolah ini"
Setelah kejadian itu Aku selalu mengoceh di kamar sendirian. Aku selalu teringat akan tingkah dan ucapan Daniel ketika berada di sekolah. Menatap langit langit kamar dalam keheningan awal malam selalu menjadi agendaku setiap harinya. Aku tidak tahu tujuannya tetapi ini membuatku selalu merenungi kesalahanku, semua penyesalan dan kesalahan yang ku buat akan menjadi hilang. Membuatku lebih tenang untuk bisa melanjutkan hari esok yang lebih baik.
Lalu seseorang mengetuk pintu kamarku, dan membuka nya perlahan. Dia adalah ibuku. Wanita berumur 37 tahunan dan sifat nya berkebalikan denganku. Dia ramah, feminim dan selalu terbuka kepada siapapun. Sangat berbeda dengan diriku.
"Layla, kenapa kau tidak turun-turun, ibu memanggilmu untuk makan malam, ayo ayahmu sudah menunggu"
"Aku tidak mau makan" Aku sambil menyembunyikan wajahku dengan bantal.
"Ada apa denganmu, tidak biasanya kau seperti ini ?"
"Hanya pusing dengan tugas sekolah mah, aku sedang tidak mau makan saja sekarang"
"Baiklah tapi setidaknya kau menyambut kepala sekolah sekarang, dia akan makan malam bersama kita"
"Ada urusan apa pak Lincoln kesini ?" ucapku sedikit menatap ibuku.
"Hanya mengunjungi kerabat, ayo, setidaknya kau menyambut dia."
"Baiklah" ucapku terbangun dari ranjang dan pergi menuju lantai bawah.
Ketika aku berjalan melewati tangga dan berjalan menuju ruang makan, aku sudah disuguhi beberapa makanan kesukaanku seperti sup jamur, barbeque dan salad. Wangi dari masakan ibu, membuat ku menjadi lapar. Perut yang tadi nya menolak sekarang menjadi lebih agresif. Jadi mungkin aku putuskan untuk makan bersama dengan ayah, ibu dan pak Lincoln.
Pria botak berusia 45 tahunan duduk di samping ayahku. Tubuh gemuk dan suara berat dia selalu di kenal oleh para murid. Mereka tengah berbincang ria tentang hobi mereka.
Ya, ayahku dulu pernah mengajar di sekolah pak Lincoln saat aku masih berada di kelas 1. Kemudian dia pindah mengajar di sekolah yang agak lebih jauh dari sana tetapi itu tidak membuat mereka putus hubungan sebagai rekan kerja. Juga kepala sekolah memang menyukai kinerja ayahku, dia sudah anggap ayahku sebagai adiknya.
"Ya, Layla kenapa kau tidak turun, ibumu menyuruhmu dari tadi." Ucap pak Lincoln tersenyum melihatku menuju meja makan.
"Maafkan aku"
"Ayo duduk duduk" Aku mengangguk dan duduk di samping ibu.
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan putriku di sekolah ?"
"Dia selalu menjadi yang terbaik, aku tahu dia memang selalu tegas sebagai ketua OSIS tapi sikapnya membuatku senang, hahahah" ketawa khas dari pria tua.
Ibu dan ayah selalu menanyakan kinerjaku di sekolah ketika pak Lincoln berkunjung ke rumah. Hal ini tidak terasa aneh dan menjadi sebuah topik yang akan di bahas sebelum makan.
Terutama ayahku dia selalu memperhatikan diriku dalam segi akademik. Dia memang sedikit cerewet soal itu tapi aku tetap sayang kepadanya, dia telah mengajarkanku banyak pelajaran sekolah dari kecil sampai sekarang. Ibuku juga selalu mendukungku untuk semuannya. Aku sayang keluargaku.
YOU ARE READING
Rock & Love
RomanceCerita berpusat pada kedua tokoh yang buruk dalam bersosialisasi. Daniel adalah seorang pemuda pecinta musik bergenre Rock dia mempunyai pekerjaan sebagai Gitaris utama di salah satu band rock kecil. Dia adalah member paling muda, berusia 16 tahun...
