CHAPTER 4 | NA JAEMIN PENYELAMAT

215 39 4
                                        

"Ini yang ku takutkan, merasakan kecewa saat hati belum siap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ini yang ku takutkan, merasakan kecewa saat hati belum siap."

_WITHOUTYOU_


Suatu kebiasaan akan susah untuk dilepas, sama seperti cinta. Perasaan itu datang dengan sendirinya, tanpa ijin ataupun permisi. Lalu cinta akan pergi kapan saja yang ia mau, tanpa pamit.

Jatuh cinta adalah hal yang indah, sebagian orang memberi asumsi tersebut.
Bahkan ada yang sampai saat ini belum pernah merasakan jatuh cinta, dengan alasan tidak ingin sakit hati. Terkadang cinta bukan hanya berbahaya, cinta juga akan membuatmu merasa sempurna di dunia.

Gunakan cinta dengan sebaik mungkin, agar kamu tidak sakit kala cinta itu pergi tanpa pamit.

"Siapa di luar?"

Setelah sampai di sekolah, seperti biasa. Jaehyun akan menganggapnya tidak ada, bak orang asing. Bahkan ia berpikir, lututnya akan diobati. Menghalu memang kebiasaan nya sehari-hari.

Terdengar gelak tawa di luar, ternyata kakak kelas beserta antek-antek nya.

Somi baru ingat, masalah dengan kakak kelas belum ia selesaikan. Sebelum ia di rekrut menjadi pacar Jaehyun, seharusnya ia memutuskan untuk menjauhinya.

Ini paksaan dari mereka, jika tidak hidupnya akan rumit.
Ah Somi pusing, ia ingin mengikuti kata mereka tetapi bagaimana dengan Jaehyun. Apakah ia harus membicarakan ini pada Jaehyun, mungkin ia mau memutuskan hubungan yang tidak diinginkan ini.

Yeji dan Ryujin. Kakak kelas yang sangat tidak punya moral, memakai baju yang ketat pendek dengan dandanan yang berlebihan pada wajahnya.

Mereka primadona sekolah, sama seperti Yuqi. Bedanya Yuqi baik hati, sedangkan mereka setiap harinya hanya membully yang lemah.

"Ekhm...gue tadi liat lo berangkat bareng sama Jaehyun. Naik bis lagi, romantis banget....." jelas Ryujin dengan memasang wajah ejeknya.

Yeji menggedor pintu toilet dengan keras, "Somi buka cepet pintunya! Inget ya, lo masih ada masalah sama gue!!!"

Percayalah, ia sudah mulai takut jika Yeji berseru. Melihat wajahnya saja tidak berani, ia memang cocok disebut Mak lampir. Wajahnya yang... ah sungguh, apalagi matanya yang menyeramkan menurut Somi.
Ia menghembuskan nafas, menghirup dan mengulanginya sampai tenang. Lalu saat sudah membuka pintunya, ia diguyur dengan air bekas cucian piring. Entah darimana mereka mendapatkan nya.

Miris. Lihat ia sekarang, bau, kotor, sangat menjijikan.

Yeji menarik rambutnya dengan keras, memukulkan kepalanya ke tembok dan menampar nya tanpa ampun. Emosinya tidak bisa dikendali, seperti Somi adalah santapannya.

"Arrghh...t-tolong lepasin gue kak...ini sakit..."

"Ini adalah hukuman karena lo gak nurutin permintaan gue!!!"

WITHOUT YOU [JAEHYUNSOMI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang