Part 9 - A day with Kim Jong In

85 33 6
                                    

Sudah beberapa minggu ini aku jarang bertemu dengan Jong In, karena dia disibukkan dengan tour konsernya. Dan aku hampir setiap hari menghabiskan waktu di kampus untuk pertunjukan ballet.

Kita hanya saling mengirim pesan dan melakukan video call. Setiap harinya dia terus mengatakan, "Aku ingin melihatmu, aku ingin bertemu dengannu. Aku merindukanmu." Aku pun begitu, merindukan sosok manusia beruang itu.

Secangkir teh hijau sepertinya sangat cocok untuk menemani waktu malamku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Secangkir teh hijau sepertinya sangat cocok untuk menemani waktu malamku. Sambil membaca novel pemberiannya karya Haruki Murakami yang berjudul Norwegian Wood.

Ding.. Dong...

Terdengar suara bell, aku langsung membuka pintunya.

"Kau? Untuk apa malam - malam kesini?" Jong In yang tiba - tiba datang ke tempatku tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.

"Kau tak suka aku kemari?"

"Ya! Bukan begituuu."

"Yasudah aku pergi lagi."

Benar orang itu malah beranjak pergi.

"Yaa.. Kau mau kemana?" Aku memegang tangannya untuk menahannya.

"Pergi.."

"Yaa.. Berarti yang kau katakan setiap hari itu tidak benar ya? Kau bilang ingin melihatku tapi begitu kau sampai, kau malah ingin pergi lagi."

"Lagian kau terlihat tidak senang aku datang kemari." Katanya dengan ekspresi cemberut.

"Yaa~tak usah memasang muka seperti itu. Ayo masuk." Kataku sambil mencolek hidung beruangnya itu.

"Kau mau aku buatkan teh?"

"Tidak usah, aku hanya ingin tidur disini."

"A-apa kau bilang? Kau ingin tidur disini?"

"Ya." Jawabnya dengan cepat

"Tidak! Kau tidak boleh tidur disini."

"Yaaa~ apa yang sedang kau pikirkan? Ah...Ha Na kau.... "

"Apa??"

"Kau berpikir aku kesini untuk melakukan hal itu kan?" Godanya

"Apa maksudmu? Aku tidak sama sekali berpikiran seperti itu!"

"Aaaa~ benarkah? Benarkah? Benarkah?" Dia terus menggodaku sambil tertawa jahil.

"Iya benar." Jawabku ketus.

"Baiklah kalau begitu. Sekarang kau duduk disini." Dia memegang kedua pundakku dan menyuruhku duduk di sofa. Lalu dia membaringkan badannya di sofa dan menempatkan kepalanya di pangkuanku. Ya Tuhan... Jantungku jadi berdebar sangat kencang, sepertinya detakkan jantungku akan terdengar sampai ke telinganya.

"Aku ingin tidur disini.. Aku sangat lelah."

"Ya, kau memang terlihat sangat lelah. Tidurlah."

"Kau tidak akan membangunkanku kan?"

LOVE, FROM 88 | KAI [COMPLETED✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang