3. Pulang bareng

21 4 0
                                        

___

Ketika sesampai nya di kelas , mereka langsung duduk di kursi tempat mereka belajar seperti biasanya , di depan dekat dengan meja guru katanya agar mereka gampang fokus memperhatikan guru yang sedang mengajar.

Suasana kelas mereka sekarang bisa di bayangkan kacau semua seperti reruntuhan bangunan yang habis terkena angin puting beliung. Orang orang didalamnya sudah tidak lagi pada tempatnya, ada yang sedang bergosip ria, ada yang sedang berdandan, ada yang sedang ber selfie berpose ala selebgarem, ada yang sedang tidur dan banyak lagi kegiatan beraneka ragam di kelas itu.

Tiba tiba ketua kelas mereka datang terlihat di ambang pintu sambil tersenyum, dan berjalan menuju depan kelas pertanda akan mengumumkan sesuatu, dan mulai menginstruksikan kepada teman teman nya untuk memperhatikan nya sebentar.

"Minta perhatian nya sebentar" ucap adit selaku ketua kelas

"Ketua kita minta diperhatiin guys" celetuk edo teman mereka yang tidak pernah bisa di ajak serius, kadang otak nya aga geser

"Berisikkkkk dooooo!!!" kompak semua teman teman yang lain

"Oke jadi gini , Bu Dayu gak akan masuk hari ini katanya Dia sakit"

Sorak dan tepuk tangan menggema memenuhi kelas mereka karena memang Bu Dayu adalah salah satu guru yang mereka hindari karena Beliau adalah guru tergalak disekolah nya.

"Alhamdulillahhhhhhhhh rezeky anak soleh" ucap edo lagi menanggapi sambil nyengir kuda menampilkan gigi ompong nya

Kali ini mereka semua serempak tertawa mendengar celotehan edo

Berbeda hal nya dengan Ula,  Reyna dan Sisil mereka tampak bosan karena tidak tahu harus melakukan apa. Al hasil mereka pergi keluar kelas untuk sekedar jalan jalan menghilangkan kebosanan nya.

Waktu begitu berjalan cepat hingga bunyi bel pertanda pulang sekolah terdengar ke seluruh sudut sekolah. Mereka dengan cepat berhamburan ke luar kelas untuk segera pulang ke rumah nya masing masing.

Begitu pula dengan Ula dan kedua sahabatnya mereka berjalan beriiringan menuju gerbang sekolah, tak lupa sepanjang jalan mereka bergosip ria menceritakan para cogan yang ada di sekolah nya itu.

Eh bentar , yang asik bercerita dan sangat antusias hanya Sisil dan Reyna sedangkan Ula hanya jadi pendengar setia kedua sahabat nya itu , Ula tidak begitu tertarik dengan cogan atau makhluk semacam nya. Beberapa kali Ula memutar mata malas karena perbincangan mereka tidak ada akhirnya.

Hingga mereka harus rela menghentikan obrolan nya itu karena telah di jemput supir pribadinya masing masing, namun hanya Ula saja yang belum di jemput

"Gue duluan ya La , lo belom ada yang jemput?" ucap Reyna

"Belom Katanya Papi ada urusan sebentar jadi aga telat gitu" jawab Ula sendu

"Ya udah lo tunggu aja di depan , mungkin sebentar lagi papi lo dateng" timpal Sisil "gue duluan ya udah ada yang jemput"

Reyna dan Sisil segera memasuki mobil mereka masing masing dan pamit kepada Ula

"Gue duluan hati hati" pamit Reyna sambil melambaikan tangan nya ke arah Ula

"Gue juga pulang ya La , hati hati lo di culik" kekeh Sisil dan dihadiahi tatapan tajam sekaligus takut

"Hati hati" Ucap Ula kepada kedua sahabatnya itu dan tak lama kemudian mereka pergi meninggal kan Ula yang masih terduduk di depan gerbang sekolah nya.

Ula pun melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya dan menghela napas pelan, sudah pukul 04:00 sore dan Ia masih belum juga pulang, padahal bubar sekolah sudah sekitar 20 menit yang lalu.

Dan belum ada tanda tanda papi nya menjemput , Ula menjadi takut dan cemas sendiri pasal nya Ia hanya sendiri di sana , walaupun jalanan didepan nya tidak pernah sepi.

Namun tiba tiba terlihat mobil yang berhenti di depan nya, tapi itu bukan mobil milik papi nya. Ula sudah parno sendiri karena takut ia tiba tiba di culik dan di ambil organ dalam nya untuk di jual , huhhh membayangkan nya saja sudah membuat Ula ngeri sendiri.

Tapi pikiran Ula salah setelah ia melihat kaca mobil yang diturunkan sehingga terlihat orang di dalam nya, yang kini tengah menatap nya, tak dapat Ula artikan apa maksud tatapan tersebut. Hingga Ula memalingkan wajahnya tanda tak peduli karena Ula rasa ia bukan orang jahat. Karena orang itu adalah orang yang sama dengan orang yang Ula lihat saat ia di danau sore itu.

"Lagi nunggu jemputan?" tanya laki laki itu sambil tersenyum

Merasa di tanya Ula langsung membalikan badan nya dan saat itu pula di detik yang sama mata mereka bertemu, Ula melihat mata itu yang tajam setajam elang namun, sendu se sendu langit malam tanpa bintang.

Repleks Ula memalingkan wajah nya dan menunduk karena menahan malu sekaligus gugup menjadi satu.

"I ii iya, tapi papi belum dateng juga sampe sekarang" jawab Ula tiba tiba gugup entah apa perasaan nya saat ini Ula tidak tahu.

"Padahal pas di danau jantung Ula gapapa ko, kenapa sekarang malah pada disko sii" batin Ula , sambil memegang dadanya yang sudah tak karuan

"Gue anter mauu?" tawar Cakra, ya laki laki itu tak lain dan tak bukan adalah Cakra kakak kelas disekolah nya itu.

"Hahh? Emang boleh?" tanya Ula lucu karena Ia tidak menyangka akan di antar oleh salah satu most wanted itu walaupun Ula juga cukup terkenal sih tapi kan deg degan. Aishhh Ula membatin dan sedikit berpikir apakah Ula akan men iyakan atau menolaknya.

"Mauu ga?" tanya Cakra sekali lagi dan berhasil membuyarkan lamunan Ula seketika

Sebenernya Ula tidak suka merepotkan orang apalagi ia orang yang sama sekali belum Ula kenal, ya maksudnya deket gitu, jadi ia terpaksa menerima tawaran tersebut karena mengingat hari sudah semakin sore.

"Ya udah iyaa deh" jawab Ula yang langsung masuk kedalam mobil cakra yang memang telah di buka pintunya sejak tadi.

"Ini pertemuan kita yang kedua kalinya"
batin cakra dan tersenyum simpul setelah Ula masuk mobil dan berada disebelahnya.

Segera mobil cakra melesat membelah kota jakarta yang terlihat tidak pernah sepi sekalipun.

___

Hiii uuu guysss gimana kabar nya ? Hehe
Akhirnya up lagiii seneng ga?
Maap ya lama bangeddd

"Author ni kelamaan"
 
Iya maapin dong lagi sibuk nih, sibuk rebahan maksudnya(( gatau gaya apalagi lagi huuhuuu

Jangan Lupa

Vote

Coment

And

share!

Luvvv uu gys♡

CakrawalaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang