"Manusia memanglah tempat melakukan kesalahan,dan sepantasnya kita sesama manusia saling mengingatkan dan memaafkan satu sama lainnya. "
~~~~~~"Intrupsi Kak" tutur salah seorang MABA,dengan mangacungkan tangan kanannya,hingga membuat semua mata menoleh ke padanya..
------------------------------------------------------
Ya,peserta OSPEK yang tengah mengacungkan tangan kanannya itu adalah Zila.
Zila mengacungkan tangan kanan nya sembari berdiri dari tempat duduknya..
"Maaf Kak, Saya merasa keberatan dengan hukuman yang Kakak berikan pada Mereka"Tunjuk Zila pada ketiga Gadis yang ada di depan seluruh Peserta OSPEK pagi ini."Lo siapa,berani nentang keputusan Gue? Inget ya, Lo semua disini masih jadi Junior , jadi jangan sok berani disini,lagian juga itu buat mendisiplinkan Kalian juga. " Ujar Kakak senior yang tadi memberikan hukuman.
"Maaf sebelumnya Kak,Saya bukan berniat lancang terhadap Kakak senior disini,tapi Saya merasa keberatan dengan hukuman yang Kakak berikan pada Mereka,Saya tau Kami disini hanya Junior dan Mereka telah melakukan pelanggaran,tapi apakah dengan memberikan hukuman PUSH UP 50 Kali,merupakan tindakan pendisiplinan?justru menurut saya itu adalah tindakan yang tidak ber prikemanusiaan " Ujar Zila sembari menahan amarahnya.Sedangkan yang lainnya hanya diam ,karena tak ada yang berani untuk ikut campur dalam perdebatan mereka.
"Apa Lo bilang tadi?Tindakan yang tak ber prikemanusiaan?Lo jangan so tau,kita disini senior dan lebih tau dari Kalian"Balasnya
"Bukan kah OSPEK itu seharusnya mendidik ya,bukan ajang balas dendam seperti ini,dan kata Senioritas sudah tidak berlaku lagi.Oke,Saya sangat menghargai Kakak-kakak semua sebagai senior kami,dan Saya juga tau gimana lelahnya kalian untuk mempersiapkan acara ini,tapi Kami disini juga mempunyai hak untuk menuntut, jika itu tidak sesuai dengan aturan.Hukuman yang Kakak berikan pada mereka itu tidak sesuai,mereka Perempuan Kak.Ngga akan sanggup buat ngelakuin hukuman itu.Kalau Laki-laki yang dapat hukuman itu ,Saya tak keberatan,tapi Mereka Perempuat Kak."Kali ini Zila hampir saja kehilangan kesabarannya.Dia pun menghela napasnya dan kembali berujar.
"Hukuman yang memberikan efek jera tidak melulu dengan cara penyiksaan,karena justru penyiksaan itu yang akan mencoreng nama kampus kita nantinya" Sambungnya dengan mencoba menenangkan dirinya.Dari koridor kampus nampak seorang Pemuda yang tengah berlari menuju lapangan tempat peserta OSPEK berada.
"Ada apa ini?" Tanya pemuda itu pada Kakak senior yang belagu itu dengan nafas tergesa -gesa.
"Ini Ndra,si junior itu nentang hukuman yang Gue kasih buat peserta OSPEK yang telat"Jawabnya sebari menunjuk ke arah Zila.
"Memangnya hukuman apa yang Lo kasih buat Mereka Yu?Tanya dia kembali
"Gue ngasih Mereka hukuman Push Up 50 kali"
"HAH! Lo gila Yu,Lo kasih hukuman nih Cewe - cewe hukuman itu.Kebangetan! Bentaknya kepada temannya itu,Lalu Dia pun mengambil alih posisi yang tadi di tempati oleh Senior belagu itu.
"Sebelumnya Saya mohon maaf untuk semuanya,Saya disini selaku ketua BEM seharusnya bisa mencegah terjadinya permasalahan ini,mungkin ada sedikit kesalahan.dan Saya juga mohon maaf dengan perlakuan rekan Saya tadi,tak seharusnya Dia bersikap seperti itu pada kalian,sekali lagi saya mohon maaf.Karena sejatinya manusia merupakan tempat salah dan khilaf.Dan saya juga sangat berterima kasih kepada Kamu,Insya Allah Kami akan jadikan itu sebagai pelajaran,dan bahan evaluasi Kami untuk selanjutnya.."Ucap sang ketua dari BEM itu,sembari menatap ke arah Zila.
"Kalian ber Tiga boleh duduk,tapi ingat besok jangan sampai telat lagi"Sambungnya

KAMU SEDANG MEMBACA
DREAMS
Teen Fiction"Jangan pernah takut untuk bermimpi,sebab yang mustahil menurut kita ,tak akan jadi mustahil bagi Kun fayakunNya" ~Seorang gadis desa yang mempunyai mimpi menjadi orang hebat di Kota impiannya. Gadis dengan balutan hijab yang menutupi kepalanya...