Nampak seorang Gadis yang baru saja turun dari kereta dan mulai menapakan kakinya di Kota impiannya.Ya,Kota Yogya.Kota yang terkenal akan julukan Kota budaya.Namun,Gadis berjilbab Ungu itu lebih menyukai Kota itu dengan julukan "Kota Pelajar"
Ya, Gadis itu adalah Nazila Anggraeni,Gadis yang baru saja sampai di Stasiun Tugu Kota Yogyakarta ,setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam di kereta.
Zila keluar dari stasiun dengan menggendong tas Ranselnya dan juga menenteng sebuah kardus yang ukurannya lumayan besar.Zila buru-buru keluar stasiun karena Dia sampai tepat saat Adzan Maghrib berkumandang,dan Zila mencoba untuk bertanya letak Musholah yang dekat dengan stasiun.
"Permisi Pak,Saya mau tanya,kalau Mushola yang dekat dari sini dimana yah?"Tanya Zila ke salah satu Scurity stasiun."Oh itu Mbak di seberang Jalan ada musholah"Scurity itu pun mengarahkan telunjuknya ke arah seberang jalan.
"Oke terimakasih banyak Pak"
"Sama-sama Mbak"
Alhasil Zila pun menemukan mushola yang ditunjukan oleh scurity itu dan segera mengambil air wudhu.Seusai melaksanakan Sholat maghrib Zila langsung memesan Grab untuk mengantarnya ke indekos nya,jarak tempuh dari stasiun ke indekosnya memang tidak terlalu jauh. Selama perjalanan Zila tak henti - hentinya menatap takjub Kota impiannya itu,dan tak butuh waktu lama Zila pun sampai di depan indekosnya.
Zila sebelumnya memang sudah menyiapkan indekos itu dari jauh - jauh hari,yang di carikan langsung oleh Kakaknya sendiri tanpa sepengetahuannya.Zila pun masuk ke indekosnya dengan langkah gemetar,karena baru kali ini Dia berada di perantauan dan jauh dari keluarga.
"Assalamu'alaikum,permisi Bu,kamar Saya ada di sebelah mana yah?" Tanya Zila pada seorang wanita paruh baya,yang Ia yakin adalah Ibu indekosnya.
"Wa'alaikummussallam Mbak,Oh iyah itu sebelah kanan paling ujung ya Mbak,nanti di kamar iu mbak ngga sendiri,ada teman kok,Dia juga sama kuliah di sini juga"Ujar Ibu itu sebari mengarahkan Zila ke kamarnya.
"Oh iyah Bu,Makasih banyak ya,Saya masuk dulu"
"Sama-sama Mbak"
Zila pun masuk ke kamarnya,sebelum masuk Zila juga sempat mengetuk pintu kamar sembari mengucap salam,namun tak ada jawaban,alhasil Zila terpaksa menerobos masuk.Zila merasa terkejut karena lampu kamarnya dalam keadaan mati,langsung Zila menyalakan Flash di Handponenya dan mencari letak saklar..
Zila melihat ada seorang gadis yang tengah tertidur di ranjang bawah,yah karena sekamar isi nya berdua maka kamar nya punya Dua ranjang,yakni ranjang atas dan bawah.
Zila menyandarkan badannya pada sofa yang tersedia dikamar,Dia merasa lelah karena perjalanan yang cukup melelahkan dan Zila pun mulai memejamkan matanya. Namun,Zila ingat bahwa dia belum sholat Isya dan besok Dia harus masuk kuliah dan mengikuti OSPEK,sedangkan Dia belum menyiapkan apa -apa,dan akhirnya Zila pun bangkit dari sofa lalu bergegas membuka ranselnya.
"Beres juga,Huftt"Zila pun menaruh baju dan perlengkapan yang akan dibawa besok.
Zila pun bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat Isya.
Di dalam do'anya Zila berharap pada Allah, untuk memudahkan langkahnya dalam menggapai impiannya.
"Ya Allah, permudahkan Zila dalam menggapai impian Zila di Kota impian Zila ini,Zila ingin membahagiakan keluarga Zila terutama Ayah dan Ibu di Sana.Aamiin"
Karena saking lelahnya, Zila pun tanpa sadar langsung terelap di atas sajadahnya,tanpa melepas mukenahnya dulu..

KAMU SEDANG MEMBACA
DREAMS
Genç Kurgu"Jangan pernah takut untuk bermimpi,sebab yang mustahil menurut kita ,tak akan jadi mustahil bagi Kun fayakunNya" ~Seorang gadis desa yang mempunyai mimpi menjadi orang hebat di Kota impiannya. Gadis dengan balutan hijab yang menutupi kepalanya...