14. Terlambat

17K 913 37
                                        

Lisa berjalan menyusuri jalanan taman, tatapan nya kosong ke depan. Ia sibuk berkelana dalam pikirannya. Bahkan Lisa tidak menyadari ada anak kecil yang berlari kearahnya dan menabraknya.

Bug...

"Aduhh...." Anak kecil itu mengadu sakit pada bokong nya.

Lisa menoleh lemah, melihat anak kecil didepannya yang sedang menangis.

"Kamu gak papa" barulah Lisa sadar dari lamunannya, Lisa terlihat panik melihat anak kecil di depannya menangis.

"Maafkan anak saya sudah menabrak anda!!" Wanita meminta maaf kemudian menggendong anaknya.

"Tidak apa-apa" wanita itu tidak menyadari keberadaan Lisa, karena dia saat ini sedang memakai masker.

Wanita itu kemudian membungkuk memberi hormat kemudian pergi.

"Ada apa dengan ku sekarang" tanya Lisa kepada dirinya, ia mendarat kan bokong nya pada salah satu kursi taman.

"Aku tidak boleh seperti ini terus, aku harus tetap semangat." Lisa menyemangati dirinya.

Titttt.... Tittt.... Suara ponsel Lisa berdering, ia segera mengambil ponselnya di dalam tas.

Lisa terkejut mendapati banyak telpon dan pesan berasal dari Sehun, oh tidak Sehun akan marah besar padanya dan memberi nya hukuman.

Lisa segera menelpon balik Sehun, tidak menunggu lama panggilan telpon Lisa diangkat.

"Halo"

"Kau dari mana saja! Apa kau mencoba kabur dari ku! Ingat nona Lisa manoban rahasia mu ada di tangan ku, jika sekali saja kau bertindak bodoh aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan mu dan teman mu. Jadi jangan coba menguji kesabaran ku!!"

Suara bentakan penuh kekesalan langsung terdengar saat Sehun mengangkat telponnya.

"T-tidak ku mohon jangan lakukan itu" kata Lisa cepat, dia begitu panik mendengar ancaman Sehun, bahkan raut wajahnya berubah memucat sejak tadi semakin pucat.

"Ck, kau mencoba mempermainkan ku! Jika benar awas saja, aku akan membalas mu berkali lipat dari yang kau lakukan padaku!!"

"Tidak, aku tidak bermaksud mempermainkan mu, aku ada pekerjaan tadi dan aku tidak mendengar ponsel ku berdering karena ponsel ku ada di dalam tas" kata Lisa cepat, menjelaskan alasan kenapa dia lama mengangkat telponnya, berharap Sehun mempercayai nya.

"Aku tidak peduli dengan alasan tidak penting mu itu," ucap Sehun tidak peduli dengan alasan yang diberikan Lisa.

"kau sudah membaca pesan yang aku kirim tadi"

"Iya"

"Bagus, aku berikan waktu 15 menit untuk kau sampai ke sini, aku harap kau tidak terlambat dan membuat ku menunggu, kau tahu akibatnya bukan jika membuat ku marah!!"

"Iya aku mengerti"

"Baguslah, kalau kau mengerti dan satu lagi jangan coba untuk lari dari ku lagi, akan ku buat kau menyesal jika melakukan itu" Sehun memperingati Lisa lagi.

"Iya"

Setelah mendengar Jawaban dari Lisa, Sehun mematikan sambungan telponnya sepihak, tubuh Lisa langsung melemas setelah panggilan itu berakhir, kedua manik mata indah itu kini berkaca kaca, menunjukkan rasa sedih serta terluka.

Sampai kapan dia akan menjadi boneka lelaki itu.

Sementara ditempat yang berbeda, Sehun tampaknya masih tersenyum puas, dia sangat yakin Lisa ketakutan sekarang dan tidak akan berani berbuat macam-macam lagi.

Psycho | Hunlis | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang