Author capek nulis, jadi hargai
______________________________
Happy reading 💋
Lisa sedang menyiram bunga taman didepan rumah bersama mamahnya. Perasaannya berangsung membaik, ia tidak memikirkan tentang Sehun lagi. Walaupun terkadang masih terpikirkan, tapi setidaknya ia sudah mulai kembali ceria lagi. Lisa sudah mulai tersenyum, sangat berbeda beberapa hari yang lalu saat ia datang pertama kali kerumah orangtuanya. Setiap hari hanya berdiam diri dikamar, raut wajahnya juga terlihat tidak baik-baik saja. Mamahnya sampai khawatir.
Seminggu yang lalu.
"Lisa sayang, kamu kenapa nak?!" Tanya mamahnya duduk disisi ranjang sembari mengelus lembut kepala Lisa
"Lisa tidak apa-apa mah, hanya butuh istirahat saja" Lisa membalas, menyembunyikan wajahnya dibalik selimut, menahan air matanya untuk tidak keluar.
"Lisa, mamah dan papah sangat khawatir. Semenjak pulang kamu menjadi pendiam dan sering mengurung diri berbeda sekali dengan diri kamu yang dulu ceria!"
"Mamah mohon ceritakan pada mamah jika kamu sedang ada masalah, mamah akan coba menyelesaikannya untukmu!"
Lisa tidak kuat menahan air matanya lagi, ia bangkit langsung memeluk mamahnya kuat. Menangis sejadi-jadi didalam kehangan pelukan Mamahnya.
"Mamah maafin Lisa sudah membuat kalian khawatir hiks..!" Lisa terisak. Betapa bodohnya ia sudah membuat hati kedua orangtuannya sampai khawatir seperti ini karena masalah cinta palsunya.
"Cup.. cup.. jangan menangis lagi. Mamah tidak mau anak kesayangan mamah menangis!" Ucap Mamahnya menenangkan, mengelus lembut punggung Lisa.
"Coba ceritakan, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa kamu sampai bisa seperti ini?!" Tanya mamahnya masuk kembali ketopik.
Lisa membisu, ia tidak tahu harus berkata apa pada Mamahnya. Ia tidak bisa mengatakan kebenaran pahit itu pada kedua orang tuanya, mereka akan sangat kecewa mengetahui anak kesayangan mereka sudah tidak suci lagi.
"Ti-tidak ada apa-apa. Hanya lelah dengan omongan orang yang membenci Lisa saja!" Jawabnya tidak benar-benar bohong. Lisa memang sempat down karena hate dari para haters yang membencinya. Padahal ia tidak melakukan hal jahat apapun yang menyakiti orang, tetapi tetap saja orang-orang membencinya. Tidak menyukainya dan memintanya untuk meninggalkan Blackpink.
"Orang membenci memang hal biasa, tidak perlu hiraukan itu hak mereka. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk menyukai kita. Biarkan mereka terus membenci, kita hanya perlu untuk terus maju dan sukses!" Nasehat mamahnya tersenyum lembut.
"Lalu bakar mereka dengan api iri dengki, sampai membuat mereka kepanasan dan gila. Hahaha...!" Lanjut Mamahnya tertawa horor
Lisa tercengang, ucapan mamahnya barusan sangat horor membuat bulu kuduknya merinding.
"Ma-mamah yakin mau-" kaliamat Lisa terpotong dengan suara tawa mamahnya yang begitu keras.
"Pff.. mamah hanya bercanda. Mamah tidak mungkin menyuruhmu melakukan hal seperti itu!"
Lisa menghela nafas lega, ia tadi hampir percaya dan mengira mamahnya tadi serius mengatakannya. Ternyata hanya bercanda.
"Tapi beneran juga boleh kok!" Ucap mamahnya dengan suara yang begitu pelan hampir tidak terdengar oleh Lisa.
Begitulah Lisa seminggu kemarin, untung saja setelah hari itu ia sudah mulai beraktifitas dan tidak mengurung diri lagi dikamar, ia juga mulai kembali ceria. Seperti sekarang ia dan mamahnya sedang bercanda ria sambil tertawa. Sampai tidak menyadari seseorang datang yaitu papahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psycho | Hunlis | END
RomanceBagi Oh Sehun, manusia hanyalah boneka bodoh yang mudah diperdaya oleh wajah tampan. Di balik pesona dan statusnya sebagai sponsor elite, ia menyimpan sisi gelap, mengerikan, kejam, dan mematikan. Lisa, seorang idol pendatang baru, tidak pernah meng...
