Jadilah pembaca yang baik
______________________________
Happy reading💋
Di tempat lain, Sehun sedang berada di ruangan kantornya. Terlihat ia sedang berkutak dengan laptop berwarna putihnya.
Tiba-tiba bayangan wajah Lisa terlintas di pikiranya, membuatnya tidak bisa fokus. Akhirnya Sehun memilih untuk berhenti berkutak dengan laptopnya, menyandarkan badannya ke kursi.
"Kenapa bayangan mu selalu terlintas di pikiran ku, Lisa!" Ucap Sehun, menutup matanya.
Tok... tok... sekretaris Sehun masuk ke dalam ruangan, dengan membawakan beberapa berkas di tangannya.
"Maaf pak, ini ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani!" Kata Sekretaris itu, berdiri di depan meja Sehun
"Ya, letakan saja di atas meja!" Perintah Sehun, tanpa melihat sekretarisnya itu.
"Baik pak" ucap Sekretaris itu meletakan berkas yang di bawanya ke atas meja.
Sekretaris itu tidak langsung pergi, ia masih diam berdiri terpesona dengan ketampanan Sehun.
"Pak Sehun benar-benar sangat tampan, bisa tidur dengannya pasti suatu anugrah!" Batin Sekretaris itu masih menatap Sehun.
Merasa sedang di perhatikan Sehun membuka matanya, melihat ke arah Sekretarisnya dingin.
"Apa lagi yang kamu butuhkan, kenapa tidak keluar?!" Tanya Sehun menatap tajam sekertarisnya
"Ma-maaf pak" ucap Sekretaris itu langsung keluar dari ruangan Sehun.
"Sial, kenapa pak Sehun selalu bersikap dingin padaku. Sedangkan Lisa, artis jalang itu!" Makinya emosi.
Dia yang sudah lama menyukai Sehun, dan sudah lama bekerja dengannya. Tidak pernah sekalipun ia tidur dengan bosnya itu. Tapi Lisa jalang sialan itu, dengan seenaknya menggoda Sehun dan tidur dengannya.
"Aku ingin sekali membunuh jalang sialan itu!" Ucap nya, menusuk-nusuk foto Lisa ditangannya.
"Tidak, aku tidak akan kalah dari jalang sialan ini. Aku pasti akan tidur dengan pak Sehun, walaupun pekerjaan ku taruhannya." Ucapnya tersenyum licik.
*
Sehun kembali menyandarkan punggungnya ke kursi, mengambil ponselnya dan menyalakan layarnya. Foto Lisa saat di hawai yang langsung terlihat di layar ponselnya, Sehun tersenyum tipis mengingat memori saat mereka di sana.
"Mantra apa yang sudah kamu berikan pada ku, sampai aku menjadi seperti ini Lisa!" Ucap Sehun menatap lekat foto Lisa.
Tiba-tiba pintu ruangan nya terbuka, Chanyeol masuk. Sehun langsung mematikan layar ponselnya dan menyimpannya.
"Kenapa kamu terkejut seperti itu, Sehun?" Tanya Chanyeol heran, kemudian duduk di kursi sofa ruangan Sehun
"Tidak ada, tumben kamu datang sendiri. Dimana yang lain?"
"Aku ke sini untuk menjemput mu, ponsel mu tidak tersambung saat kami telpon tadi!"
Sehun bangkit dari kursinya, mengambil botol wine di lemarinya dan gelas untuk mereka. Menuangkan wine itu ke gelas dan memberikannya satu pada Chanyeol.
"Thanks" ucap Chanyeol menerima gelas wine tersebut
Sehun ikut duduk bersama Chanyeol, mereka mengobrol bersama.
"Maaf, aku sibuk tadi" ucap Sehun meminum gelas wine nya
"Sibuk kerja atau sibuk dengan cewek" celetuk Chanyeol.
Sehun tersedak mendengar perkataan Chanyeol barusan, bagaimana dia bisa tahu Sehun sibuk memikirkan cewek.
Uhuk... uhuk... wine di gelas Sehun sampai tumpah ke kemejanya. Chanyeol langsung memberikan tisu kepada Sehun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psycho | Hunlis | END
RomansaBagi Oh Sehun, manusia hanyalah boneka bodoh yang mudah diperdaya oleh wajah tampan. Di balik pesona dan statusnya sebagai sponsor elite, ia menyimpan sisi gelap, mengerikan, kejam, dan mematikan. Lisa, seorang idol pendatang baru, tidak pernah meng...
