6

42 9 0
                                    

"Hendery" panggil Kun saat aku sedang sibuk bermain animal crossing di sofa ruang keluarga dan aku tidak menjawab panggilan itu sama sekali

"Hendery Wang" panggilnya lagi tapi aku tetap fokus pada game ku dan masih tidak menghiraukan panggilannya

Kun yang ku rasa mulai kesal pun duduk disebelah ku dan mengecup bibirku yang membuat ku menghentikan permainan ku sejenak dan mukaku memerah. Aku pun menutup mukaku karena malu

"Seharusnya kau menyahut saat aku memanggil namamu" katanya sambil menatapku

"A-aku terlalu fokus dengan permainan ku maaf" jawab ku sambil tertunduk, tak berani menatap tatapan mata yang menggoyahkan hatiku tersebut

"Aku akan memaafkan mu apabila kau mau mengambil buku sastra ku di kamar kakak mu" katanya

"Baiklah aku akan mengambilnya dan aku akan kembali kemari secepatnya" aku pun langsung berdiri dan berjalan ke kamar kak Cathy dan mencari buku sastra dengan nama Qian Kun disana setelah mendapatkan buku tersebut aku langsung berjalan kembali ke luar kamar dan duduk di sofa sembari memberikan Kun buku miliknya

Kun pun menerima buku miliknya yang ku berikan sambil berkata terimakasih dan tersenyum lalu ia merentangkan kedua tangannya sambil berkata "mendekatlah"
Aku langsung mendekatkan diriku dengan Kun dan dia langsung memelukku sambil berkata "maaf aku telah membuat dirimu diskors karena membela ku tempo hari" dan ia langsung mengusap pelan pipiku dan mengelus surai ku dengan penuh rasa sayang. Aku yang hanyut dalam perlakuannya pun menaruh ponselku yang sedari tadi ku genggam dan aku balik memeluknya sambil menenggelamkan wajahku yang memerah.

Keheningan tercipta diantara kami, aku yang menikmati dan terhanyut dalam perlakuan Kun dan Kun yang memperlakukan ku semanis itu tanpa suara dan masing-masing kita menikmatinya, tapi keheningan itu pecah saat Kun berkata "bisa kau jelaskan apa hubunganmu dengan Johnny di masa lalu?"

Lantas aku pun menatap kedua manik matanya dan menjawab "Johnny ya? Dulu aku dan dia adalah sebuah pasangan tapi itu semua hanya masa lalu, aku lebih memilih putus dengan Johnny karena ternyata ia bermain belakang dengan wanita lain tanpa sepengetahuan ku dan aku mengetahuinya saat aku melihat Johnny memberikan wanita itu sebuah liontin dan mengecup bibir wanita tersebut di sebuah cafe. Ya dari situ pula aku merasa jika cinta menyakitkan dan aku tidak siap akan itu" aku langsung menyandarkan kepalaku di dada bidang milik Kun

"Oh begitu pantas saja dia sangat marah ketika dia tau aku dekat dengan dirimu, soal pertanyaan mu tempo hari di UKS. Aku dari awal memang belum mencintai siapapun namun saat aku melihat dirimu yang selalu termenung di taman dekat fakultas ku, disitu aku mulai memperhatikan mu dan aku tertarik padamu. Ya lama kelamaan rasa tertarik ku berubah menjadi rasa cinta, dan aku mulai mencintaimu sejak kau berada di semester kedua. Soal kenapa aku lebih mencintaimu dibanding para mahasiswi aku hanya bisa menjawab kalo kau yang sedari awal menarik perhatian ku dan kau juga yang telah mengambil hatiku, Hen" Kata Kun sambil mencubit hidung ku pelan yang ku balas dengan senyuman dan aku mendengar suara detak jantung Kun yang berdetak kencang

"Kun jantungmu berdetak kencang" ujar ku

"Itu salah satu bukti jika aku serius mencintaimu Hendery, jantungku selalu berdetak kencang hanya untukmu" lalu Kun mengecup kening ku cukup lama yang membuat aku langsung menenggelamkan wajahku dilehernya saat ia melepaskan kecupannya

"Kau manis Hendery dan aku mencintaimu" ujarnya sambil tersenyum

"Apakah kau serius dengan perkataan mu?" Tanya ku

"Jika aku serius aku harus apa?" Tanyanya

"Buat aku merasakan perasaan yang kau rasakan Kun" saat aku selesai mengatakan itu Kun langsung mendekatkan wajahnya dengan wajah ku dan ia mengikis jarak diantara kami lalu ia mencium bibirku yang diselingi lumatan ringan  yang membuat ku terkejut dan hanya menutup mata ku sambil merasakan jantung ku yang berdetak kencang dan perasaan hangat yang menyelimuti ku

Kun melepas pagutannya dibibir ku dan berkata "bagaimana? masih kurang jika aku serius mencintaimu?"

Aku pun menggeleng perlahan dan berkata "Itu cukup Kun dan aku rasa aku juga mencintaimu, ntahlah jantungku berdetak kencang sekencang detakan jantungmu dan aku merasakan ribuan kupu-kupu menggelitiki perutku"

"Kau bisa mencintai diriku perlahan Hendery, aku paham untuk mencintai seseorang lagi setelah rasa sakit yang kau alami di masa lalu itu teramat sulit. Cintai aku perlahan tapi pasti" ujar Kun

"Bantu aku untuk mencintaimu lebih dalam Kun" ujar ku sambil menatap Kun

"Aku akan membantu mu dengan senang hati calon istriku" balasnya

"Aku bukan calon istrimu Qian Kun" kata ku

"Tapi aku akan mempersunting mu menjadi istri ku setelah kita pacaran, Qian Hendery" balas Kun

"Memangnya kapan rencana mu mempersunting ku?" Tanya ku

"Mungkin setelah kita lulus S2, aku akan mempersunting mu lalu kita menikah" jawab Kun

"Itu terlalu cepat Kun" balasku dengan raut muka sedikit merajuk

"Lebih cepat lebih baik istriku" katanya

"Aku bukan istrimu" balas ku

"Ya sudah pacar ku" katanya

"Kita belum berpacaran, kau saja belum menembak ku hanya menyatakan perasaan mu" kata ku

"Aku akan menembak mu nanti Hendery" ujarnya

"Kapan?" Tanya ku sedikit senang

"Saat kau sudah bisa mencintaiku sedalam aku mencintaimu" jawab Kun sambil mengecup pipi ku

"Buat aku mencintaimu lebih dalam jika begitu" ujar ku

"Aku akan melakukan itu sayang ku, oh ya besok mau pergi bersama ku? Kita kan masih diskors" katanya

"Boleh memangnya kemana?" Tanyaku penasaran

"Bermain di kota Batu, kau mau?" Tanya Kun lagi

"Tentu aku mau, apa hanya kau dan aku?" Tanyaku

"Iya sayang hanya aku dan dirimu, aku akan menghabiskan waktuku seharian penuh bersamamu dan malam ini menginap lah di rumah ku" kata Kun

"Kau minta izin ke orang tua dan kakak-kakak ku sana, jika mereka setuju aku akan menginap di rumah mu malam ini" ujar ku

"Iya aku akan meminta izin pada mereka nanti sayang, kau tidak usah membawa baju banyak pakai baju ku saja jika menginap" katanya

"Eh kenapa begitu?" Tanyaku lagi dan lagi

"Aku ingin kau memakai milik ku karena kau punya ku" katanya

"Iya iya aku punya mu, posesif sekali padahal kau belum menjadikan ku pacarmu hish" kata ku sambil mengerucutkan bibirku

"Kan nanti kau juga jadi pacarku manis" balasnya

"Bawel, diamlah aku ingin mendekap dipelukan mu. Jangan banyak bergerak dan jangan bicara" dan setelah itu aku pun mulai mendusel dan Kun yang tertawa kecil melihat tingkah ku

Serius?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang