Hari ini aku mengambil kelas siang karena paginya aku harus membantu kakak ku Cecil untuk membuka toko kue barunya, ya melelahkan sih memang tapi tak apa lagipula kakakku memberikan ku croissant butter favorit ku
Aku merasa lapar dan akhirnya aku melangkahkan kakiku ke kantin fakultas ku, aku melihat keramaian di salah satu meja kantin yang membuat ku mempercepat langkah ku untuk melihat apa yang sedang terjadi
"Qian Kun" aku langsung menghampiri Kun yang nampak lebam dan luka diwajahnya, saat aku melihat Johnny aku bisa menebak bahwa Kun baru saja dihajar oleh Johnny
Aku langsung mengusap darah yang mengalir dari pelipis dan ujung bibir Kun menggunakan tisu
"Kalo masalahnya sama gw kenapa harus ngehajar Kun? Selemah dan sepecundang itu ya ternyata lu" ujar ku kepada Johnny sembari mengepal kuat tangan kanan ku
"Hen udah" ucap Kun lirih
"Udah sekarang kamu ke unit kesehatan aja sama Mark biar aku yang ngurus ini semua, kamu ga seharusnya ikut campur masalah ini" balas ku
"Aku tetep disini Hen, nanti kita ke unit kesehatan bareng" kata Kun
"Oh jadi sekarang gini mainnya sama Kun, anak FIB yang alim ga ketulungan itu. Cowok cupu kayak gini aja didemenin cih" ujar Johnny sambil meludah dibelakang
Aku langsung menonjok rahangnya seraya melampiaskan emosi ku "sebaiknya kau diam bajingan"
"Kau mulai berani sekarang hah?" ucap Johnny
"Ngapain harus takut? Emangnya lu Tuhan? Setan aja derajatnya lebih tinggi dari lu, cuman manusia aja tingkahnya udah kayak Tuhan" balas ku
Johnny langsung membanting tubuh ku dan menindih ku, mencoba untuk menghantam wajahku dengan tangannya, aku bisa melihat jelas darah yang mengalir akibat ulah ku tadi
"Lu kayak gini ga bikin gw lemah, malah yang ada jiwa gw makin semangat buat ngebunuh lu" ucap ku sembari menyunggingkan senyum, ya senyum seorang psikopat
"Aku harap kau masih ingat aku siapa, John" aku langsung mencekik leher Johnny kuat, aku menyadari bahwa seluruh dosen memperhatikan kami
"Hen a-aku mohon l-le-lepas-lepaskan" ucap Johnny putus asa
Aku langsung melepaskan cekikan ku dari leher Johnny, "inget ya kalo lu nyari masalah sama orang terdekat gw, gw ga segan-segan buat ngebunuh lu dengan tangan gw langsung"
Aku langsung menghampiri Kun, dan beberapa berbisik melihat kondisi Johnny saat ini. Aku yang tau bahwa rektor akan menskors ku hanya pasrah dan langsung membawa Kun ke unit kesehatan kampus untuk mengobatinya
Saat aku mengecek ponsel ku, aku melihat pesan dari Mark yang menyuruh ku pergi ke ruang rektor bersama Kun seusai aku membersihkan lukanya
—
Sesampainya aku di unit kesehatan, aku langsung membersihkan luka milih Kun dengan kapas yang sudah kuberi Alkohol. Dengan perlahan jemariku mengusap luka yang terlukis di wajah Kun
"Ah Hen sakit" rintih Kun
"Tapi darah dibibir mu harus dibersihkan Kun" ujar ku
"Jangan menggunakan alkohol" balas Kun
"Lalu dengan apa?" Tanya ku
"Gunakan saja bibir mu" jawab Kun
"Apa apaan kau" ucap ku kaget
"Diam lah sejenak Hen" ucap Kun sambil menarik pinggulku yang membuat ku duduk di pangkuannya
Kun mendekatkan wajahnya ke wajahku dan menyatukan kening kami, aku bisa merasakan deru nafas Kun dan jantung ku berdegup kencang dan aku yakin pasti wajah ku memerah sekarang
"K-kun" panggil ku
"Ya?" jawabnya nya sambil mengusap pipiku "wajah mu memanas dan juga memerah, kau terpesona dengan perlakuan ku hm?"
"Diam lah" ucap ku sambil tersenyum
"Kau makin manis jika tersenyum, omong-omong aku serius soal tadi" katanya
"Soal apa?" tanya ku
"Membersihkan darah dibibirku dengan bibirmu" ucapnya sambil menyunggingkan senyum yang menyebalkan menurut ku
"Kau mau aku melakukan itu?" tanya ku yang dibalas anggukan pelan olehnya
Aku memiringkan kepalaku sedikit dan mendekatkan bibirku dan bibirnya, aku menempelkan bibirku dan memejamkan mataku seraya melumat perlahan bibir milik Kun
"Hey guys" ucap Mark spontan sambil membuka pintu unit kesehatan yang membuat ku dan Kun menjauh beberapa langkah
"Ups sorry if I'm bothering this romantic atmosphere" kata Mark sambil menutup pintu dan pergi dari ruang unit kesehatan
Aku hanya menatap Mark yang makin menjauh dan sekarang aku merasa canggung dengan Kun
"I'm already fall for you now, Kun" batin ku
"Membolos kelas hari ini?" tanya Kun sambil memelukku
Aku pun menggelengkan kepalaku "aku tidak membolos, dosenku mengganti hari untuk kelas hari ini, kau yang membolos bodoh"
"Dosen ku menyebalkan hari ini, lagipula aku senang bisa menghabiskan waktu bersama mu" ujar Kun sembari mengecup bibirku
"Kun hentikan" hertak ku
"Kenapa?" tanyanya
"Aku hanya takut kau mempermainkan ku" jawab ku
"Aku serius dengan mu, dan aku akan membuktikan padamu suatu hari nanti" katanya
"Serius? Aku memegang perkataan mu, Kun" ujar ku
"Silahkan, jika harinya tiba kau juga akan tau" balas Kun
"Terserah lah, tapi bagaimana bisa mahasiswa seperti mu menyukai aku? Harusnya kau menyukai mahasiswi tau" ucap ku
"Sudahlah kau tidak perlu tau sekarang, dan Hen kau berhutang penjelasan padaku tentang siapa itu Johnny" balasnya
"Aku tidak mau menjelaskan sebelum kau menjelaskan pertanyaan ku tadi" ujar ku

KAMU SEDANG MEMBACA
Serius?
FanfictionKota Malang dan Universitas Brawijaya, Tempat dimana dua anak Adam dipertemukan, lalu menjalin kisah asmara mereka yang menuai konflik. Tentang seorang lelaki Fakultas Ilmu Budaya, Qian Kun yang mencoba mendapatkan hati seorang lelaki Fakultas Tekn...