"silahkan duduk di bangku yang masih kosong, Azwa," ucap Bu Mira ramah.
Azwa mengangguk sembari tersenyum "Terimakasih bu."
Azwa duduk di sebelah Vini. Tepatnya di bangku belakang Nara.
"hai, gue Vini," kata Vini memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan.
"Azwa," jawab Azwa membalas uluran tangan Vini.
Pelajaran pun di lanjut.. Setelah pelajaran Bahasa Inggris dengan Bu Mira, di lanjut pelajaran kimia dengan Pak Yudi.
Bel istirahat pertama pun berbunyi.
"perpus yuk girls," ajak Lisa.
"yuk," jawab Nara dan Vini serentak.
"eh bentar," ucap Nara lalu menoleh ke arah belakang. "mau ikut ke perpus?" tawar Nara pada Azwa.
"hm.. Boleh," jawab Azwa, seperti biasa, dengan senyumnya.
Sekarang mereka bertiga sedang duduk di salah satu bangku perpustakaan SMA Garuda.
"gue ambil dulu buku ya," pamit Azwa.
"tunggu.. Gue ikut," kata Nara.
"ayok."
Mereka berdua menelusuri satu persatu buku di rak perpustakaan.
"lo nyari apa?" tanya Nara.
"buku," jawab Azwa. "maksud gue, buku apa?" ucap Nara gemas.
"novel jingga dan senja," jawab Azwa dengan tangan dan mata yang masih sibuk memilah-milah buku di rak. Nara hanya ber-oh ria.
Azwa sudah menemukan bukunya, dia berbalik, dan..
Bugh!!!
Azwa menabrak tubuh seseorang, buku yang tadinya ia pegang jatuh ke lantai. Cowok itu membungkuk membawa kembali buku yang jatuh.
"sorry," ucap Arga seraya mengembalikan bukunya. Ya, cowok tadi yang ditabrak Azwa adalah Arga.
"Azwa Qwenizia," kata Azwa mengulurkan tangan pada Arga.
Nara melirik Arga. Apa Arga akan membalas uluran tangan Azwa?
"Arga Geindra," ucap Arga membalas uluran tangan Azwa.
Nara yang melihat Arga membawakan buku untuk Azwa hanya melongo, apalagi sampai membalas uluran tangan Azwa. Kok sikap Arga berubah?
"Nara Athalia Mischa," kata Nara ikut-ikutan memperkenalkan diri.
Arga melongo mendengar pernyataan yang dilontarkan Nara. Athalia Mischa?
Arga sama sekali tak membalas uluran tangan Nara. Dia malah berbalik, meninggalkan Nara dan Azwa.
Mereka kembali ke tempat duduk yang di tempati Lisa dan Vini. Dan membaca buku yang mereka bawa.
Disisi lain, Arga terdiam memikirkan sesuatu.
'Azwa?'
'Athalia Mischa?' batin Arga.
"Arghh!!!" frustasi Arga yang membuat rambutnya acak-acakan.
***
Sekarang pukul 15.40, waktunya pulang sekolah.
Nara dan Azwa berada di depan gerbang SMA Garuda. Menunggu jemputannya masing-masing. Lisa dan Vini sudah di jemput sekitar 7 menit yang lalu.
Tak lama kemudian, ada motor yang berhenti di depan mereka.
"gue antar," ucap orang itu, Arga.
Nara tersenyum lebar, sangat lebar. Nara tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Rasa bahagia yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Azwa," ucap Arga ketika Nara sudah naik ke motor Arga.
Jleb.
Sakit, sangat sakit.
Itu yang Nara rasakan, sakit bercampur malu. Kecewa pun ada. komplit!
Nara tak tahu harus apa. Dia benar-benar sangat malu. Akhirnya Nara turun dari motor Arga dengan wajah yang terus menunduk saking malunya.
Nara memberanikan diri mengangkat kepalanya "kok lo gak ngajak gue?" tanyanya.
"males, takut disangka bawa cewek murahan."
Untuk kedua kalinya, sakit. Ucapan tajam nan pedas yang begitu membuat hati Nara sesak.
Mata Nara memerah, ia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh begitu saja.
"lo jahat tau gak?!" emosi Nara. Arga tak bergeming sama sekali, dia malah acuh tak acuh.
Arga menatap Azwa, "cepat naik, Azwa."
"tapi--"
"gak ada penolakan!" potong Arga.
Azwa menatap Nara "lo gak apa-apa kan? Gue gak enak sama lo."
Ya! Azwa memiliki rasa tak enak pada Nara. Karena dia tahu perasaan Nara pada makhluk didepannya ini.
Nara pun hanya bisa menggeleng sambil tersenyum, tepatnya fake smile.
Nara menatap pasrah kepergian Arga dan Azwa. Dia berlari keluar gerbang, dan tanpa izin air mata nya mengalir sangat deras.
Nara terisak, hatinya begitu sesak. "hiks..ke.kenapa hiks..harus Azwa sih hiks.."
•Bersambung..
"Hilangku tak dicari, hadirku tak dinanti. Pergiku tak ditahan, kembaliku tak diharapkan. Ternyata mencintai sendirian rasanya menyakitkan."
-----------------------------------------------------------
Hai readers!❤
Gimana kabarnya? Semoga semuanya baik-baik aja ya. By the way jangan lupa follow ig author ya: @nlputty24
Vote+komen😉
Terimakasih❤

KAMU SEDANG MEMBACA
Word That Never Break
Teen FictionWord That Never Break (Kata yang tak pernah patah) Nara mencintai sang pujaan hatinya dengan satu kata yang tak pernah patah, I Love You! Arga, cowok yang menjadi pujaan hati Nara. Cowok yang cukup famous dan populer di sekolah. Tapi tak pernah memb...