01

594 56 52
                                        


Happy reading ❤

_________________________________________

Kak Ardan:

Shine, maaf Kakak gak bisa jemput kamu. Kakak ada meeting mendadak. Hari ini kamu pulang sendiri ya. Love u my dear.

•••

'Huft, ngeselin ngeselin ngeselin banget tau gak. Bayangkan seorang Shine harus pulang sendiri, yah tapi kan kak Ardan lagi ada urusan. Bete tau gak.' Batinnya.

"Lagian kak Ardan telat banget lagi ngirim pesannya, mana Disha udah pulang, kan gak bisa nebeng. Kalo jalan sampe perempatan kaki gue nanti meledak. Oh iya, kan bisa pesan ojol. Kenapa gak kepikiran dari tadi sih."

"OMAYGATT HAPE GUE LOWBAT, IHHH MAKIN KEZELLL DEH."

Jadilah Shine masih digerbang memikirkan cara untuk pulang.

Tiba-tiba seorang pemuda tampan menghampiri Shine dengan motor ninja merahnya, Erlan. Yang tak lain adalah mantan Shine.

"Hai Shine, kenapa lo belom pulang? Masih nunggu kak Ardan?"

"Bukan. Urusan. Lo." tekannya.

"Yailah galak amat, kan cuma nanya, sensian banget."

"Udah deh mending lo pergi, sebelum gue gampar lo."

"Iya-iya ini juga mau pergi, awas jangan terlalu benci ama mantan, ntar CLBK lagi, HAHAHAAAAA."

Erlan pun akhirnya pergi.

"Arghhh, si Erlan makin bikin pusing aja."

Bukan tanpa alasan Shine bersikap judes ke Erlan, dia hanya masih kesal karena pernah terjerat dalam pesona si playboy cap badak tersebut. Itupun Shine putus gara-gara Erlan ketahuan selingkuh sama teman sekelasnya, Natasya. Yah karena itu baru pertama kalinya Shine pacaran dan berbunga-bunga saat Erlan menyatakan cinta padanya. Jadi wajar saja.

Shine melihat jam tangannya dan terkejut,waktu sudah menunjukkan pukul 15:00, tak terasa dia sudah berdiri selama satu jam disini.

'Nasib-nasib'

Setelah diam beberapa saat, akhirnya dengan sangat terpaksa dan berat hati Shine berjalan ke perempatan jalan guna menunggu angkot.

"Kok sepi banget ya?"

Shine mendongak ke atas, teriknya matahari menerpa wajahnya. Membakar kulitnya yang berwarna putih. Shine semakin mempercepat langkahnya.

Shine merasa seperti diikuti lalu menengok kebelakang, benar saja dia diikuti oleh dua orang bertampang preman, Shine berniat kabur, tapi sebelum sempat itu terjadi, tasnya ditarik dari belakang

"Aaaaakkkhhhhhh". Shine menjerit. Dia sangat ketakutan, dia tidak ahli dalam beladiri.

"Mau kemana cantik? Hmm?" Kata pria berkepala plontos.

"Cantik juga nih cewek, kita bawa aja, siapa tau nanti dapat ngasilin duit." Kata pria berambut kribo.

'Ya Tuhan, gue gak mau ikut mereka,nanti mereka ngapa-ngapain gue gimana? Gue belom mau mati, masih mau nikah, punya anak, punya cucu,belom lagi ketemu ama suami masa depan gue, masih mau liatin posternya Shawn mendes, Justin bieber, Cha Eun Woo, astaga gimana nih?'. Batin Shine.

Disaat keadaan genting, masih aja mikirin gituan, dasar Shine.

Tangannya sudah diseret oleh kedua preman tadi.

Shine mencoba berontak, meminta tolong, menendang, memukul, tapi sia-sia saja, tenaganya tak sebanding dengan kedua lelaki tersebut. Tak henti-henti Shine meminta pertolongan, berharap kali ini Tuhan masih ingin menyelamatkan dirinya.

"Awwwwwwwww."

Shine menjerit kesakitan, saat pria berkepala plontos memukulnya, menyuruhnya untuk diam.

Lalu, sebuah mobil sedan mewah datang dari arah berlawanan. Seorang pemuda tampan turun dengan gaya maskulinnya.

"Lepaskan dia." Kata pemuda tersebut dengan ekspresi datar.

Shine terperangah, menjerit kegirangan dalam hati melihat wajah tampan pemuda tersebut. Berpikir bahwa dialah sang penyelamatnya.

"Heh, memangnya kau siapa? Apakah kau kenal gadis ini?" Kata Pria kribo.

"Jangan berbasa-basi, cepat lepaskan dia sebelum aku menggunakan cara kasar."

Kedua preman tersebut tersulut emosi lantaran merasa diremehkan, akhirnya cekalan mereka dilengan Shine terlepas, dan maju menyerang sang pria tampan.

Shine beringsut menjauh, menghindari perkelahian didepan matanya. Dia hanya bisa berdiri mematung menyaksikan bagaimana sang pemuda tampan membuat babak belur kedua preman tersebut, terlihat ahli.

Akhirnya kedua preman tersebut lari terhuyung-huyung.

Sang pemuda beralih menatap Shine yang berada lima langkah darinya, mereka saling menatap satu sama lain sebelum pemuda itu memutusnya dengan menatap kearah lain. Sombong sekali.

Sang pemuda bergegas masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Shine seorang diri.

Shine tersadar dari lamunannya, menatap sekitar yang menjadi sepi kembali, dia bertanya-tanya dalam hati siapa gerangan pemuda tersebut, dari wajahnya terlihat angkuh dan arogan, juga TAMPAN.

"Ah bodo amatlah,ngapain juga gue harus mikirin, eh gue belom sempet terimakasih, main pergi aja tuh cogan."

Lalu tanpa berkata-kata lagi, Shine melanjutkan perjalanan dan naik angkot menuju rumah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MY POSSESSIVE HUSBAND Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang