Sudah berulang kali Rebecca menguap dan mengusap wajah lelahnya. Seorang pelayan menghampirinya dan meletakkan secangkir cappucinno panas berlabel Home Bakery di meja. Tersenyum ramah, pelayan tersebut meninggalkan meja Rebecca dan melayani pelanggan lainnya.
Minggu ini adalah minggu sibuk bagi Rebecca. Konsentrasinya terpusat pada kompetisi yang dia ikuti. Kemarin siang Rebecca sudah menyerahkan draft resep dan sample makanan yang dia ikutkan lomba, seharian fokus pada masakannya lalu ditambah bekerja shift malam dan baru bisa pulang pukul 9 pagi tadi, padahal menurut jadwal, jam kerjanya berakhir pada pukul 7 pagi.
Rebecca menghela napas panjang, memang apa yang dia harapkan saat bekerja di sebuah hotel mewah yang diklaim sebagai hotel berbintang 7 dan menjadi ikon kemajuan dari Dubai. Bayaran yang tinggi tentu saja menuntut profesionalitas yang tinggi pula. Jadi sudah sepantasnya Rebecca merelakan waktu tidurnya jika tidak ingin didepak dari hotel tersebut.
Perlahan Rebecca menyesap isi cangkirnya, menyisakan busa susu yang menempel di bibir atasnya. Segera saja Rebecca mengusap bibirnya dan menyuapkan croisant ke mulutnya. Mengunyahnya perlahan, "ah... ini yang namanya surga," desah Rebecca puas. Pagi ini sebelum pulang dan tidur nyenyak di flat, Rebecca memutuskan untuk mampir ke Home Bakery untuk minum kopi dan menikmati sekeranjang kecil croisant dengan condiment selai coklat favoritnya. Sekedar melepas lelah, pikirnya.
Rebecca tengah berkonsentrasi dengan croisant keduanya saat beberapa orang terdengar berbisik-bisik heboh. Tak banyak kata-kata yang dapat ditangkap oleh Rebecca. bahasa Arab yang dikuasainya hanya sebatas 'ya dan tidak'. Terima kasih untuk otaknya yang lemah pada bidang linguistik. Rebecca memasang wajah datar tak acuh andalannya. Membenarkan hijabnya sebentar dan dia kembali menyuapkan croisant yang berasa manis gurih di lidah tersebut. Belum sempat menelan croisant-nya, Rebecca dibuat tersedak saat seorang wanita yang duduknya berjarak dua meja dari Rebecca menyebutkan 'Sheikh Hamdan' sontak Rebecca memalingkan kepalanya ke arah pintu masuk.
Ekspresi takjub tak dapat Rebecca sembunyikan saat seorang lelaki yang memakai kaus bertuliskan 'SkyDive Dubai' berjalan santai dengan dua bocah laki-laki yang tengah menggandeng kedua tangannya. Terlihat sangat berbeda dengan sosok berkarisma yang mengenakan thawb putih lengkap dengan ghutra dan ighal yang ditemuinya di hotel pada malam itu. Saat ini salah satu lelaki penting di Dubai itu terlihat begitu sederhana, mudah disentuh dan hangat dan mempesona dan... sialnya untuk sepersekian detik Rebecca tak dapat mengalihkan matanya dari Hamdan.
"Hamdan," desis Rebecca sekedar untuk meyakinkan dirinya jika ini nyata. Dan ini memang nyata karena Hamdan saat ini sedang berjalan ke arah tempat duduknya, segera Rebecca memalingkan wajah dan berpura-pura sibuk menatap jendela, berharap lelaki itu tak mengenalinya.
Bagaimanapun juga pertemuan terakhir mereka berlangsung memalukan karena tanpa sengaja Rebecca menjatuhkan tumpukan cupcake dan mengenai thawb putih bersih yang Hamdan kenakan. Belum lagi sekumpulan pria yang juga memakai thawb menarik paksa Rebecca saat Rebecca berusaha membantu membersihkan noda cupcake. Mereka memperlakukan Rebecca seakan Rebecca adalah penyusup yang berniat melukai Hamdan sang Putera Mahkota.
"Miss... Rebecca," panggil Hamdan yang langsung disambut dengan hembusan napas kecewa milik Rebecca. Ternyata dia tidak dapat menghindar dari Hamdan.
Gadis itu memalingkan wajahnya dari jendela ke arah kanan. Berpura-pura terkejut, "masya allah." Rebecca segera memasang senyum lembut miliknya lalu berdiri dan menundukkan kepalanya sekilas tanda penghormatan pada putera mahkota.
Hamdan tersenyum. "Sungguh kebetulan yang mengejutkan, kita bertemu lagi. Dubai sangat sempit ternyata," ujar Hamdan sembari tertawa pelan menampakkan gigi putihnya yang rapi. Gigi rapi yang tiba-tiba saja menjadi favorite Rebecca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lady Al Rasheed
RomanceSheikh Hamdan Al Rasheed tidak menyangka jika pertemuan tak terduganya dengan seorang gadis berdarah campuran Indonesia-Belanda yang bernama Rebecca Natawijaya Vanderzee ternyata mampu menjungkir balikkan dunianya yang semula tenang dan damai menjad...
