🎞 03

73 16 2
                                    

Hope U Enjoy It ❤

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Malam itu, Sinb kembali bermimpi hal aneh lagi. Ia masih berada di tempat yang sama dan kali ini sendirian, tidak terlihat tanda-tanda kehadiran orang lain.

Ughhh....

Sinb mulai benci dengan mimpi seperti ini. Ia merasa tidak tenang karena sendirian, pikiran buruk mulai menghantuinya.

Gadis itu mulai menepuk pipinya, supaya ia segera bangun dari mimpi ini. Namun seberapa keras Sinb memukul pipinya, ia tidak akan pernah bisa bangun dari mimpi ini. Tak lama kemudian, ia melihat seberkas cahaya yang berada jauh darinya.

Sinb mulai berlari untuk pergi ke cahaya itu berasal. Ia berlari di sebuah lorong yang amat panjang, yang tampak seperti tidak ada ujungnya. Di saat Sinb mulai meyakini bahwa ia sia-sia saja berlari, sebuah ujung yang ia cari tampak di depannya.

Kini, Sinb sudah tidak berlari lagi. Ia berjalan dengan perlahan sembari mengamati pintu di hadapannya. Pintu itu tampak seperti pintu biasa, berwarna putih polos dan tidak ada ukiran apapun. Hanya saja pintu itu begitu terang sampai mata Sinb saja lelah melihatnya.

Ia pun membuka pintu tersebut, tampak kegelapan di depannya. Itu tidak terlihat seperti ruangan, lebih terlihat seperti lorong yang dilaluinya. Hanya saja tempat itu lebih gelap dibandingkan dengan tempatnya berdiri sekarang.

Sinb ragu untuk melangkah melewati pintu itu. Ia takut jika ada sesuatu yang menyeramkan di ruang gelap itu. Ada sekitar lima menit, Sinb hanya berdiri di depan tempat gelap itu dan tiba-tiba dirinya terdorong masuk ke dalam tempat gelap itu, pintu langsung saja tertutup dan pandangannya menggelap.

.

.

.

Seorang gadis terbangun dari tidurnya dengan keadaan duduk. ia merasa jantungnya berpacu dengan sangat cepat. Gadis itu menghembuskan napasnya sembari melihat sekelilingnya. ia memandang pakaian yang dipakainya, gaun tidur berwarna putih dengan lengan panjang dan terdapat pita di bagian lehernya.

Bukan hanya pakaiannya saja yang membuat gadis ini bingung, tetapi ruangan tempat dirinya berada juga membuatnya bingung. Entah mengapa semua terasa asing. Tanpa ia sadari, seorang lelaki yang telah berusia senja masuk ke dalam tersebut.

"Tuan putri, Anda telah bangun rupanya."

"Tuan putri?" tanya gadis itu sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Ya, Andalah tuan putri kami."

"Aku?!" tentu saja ia masih tidak percaya, tapi jika ia tidak percaya lantas ia harus percaya kepada siapa lagi. Dirinya tidak mengingat apapun tentang hidupnya bahkan namanya sekalipun. Rasanya seperti orang yang terlahir kembali tanpa mengetahui masa lampaunya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 28, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

[6] Scenario From The Gods (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang