04 | Start ( pt. 2 )

5 1 0
                                        




BRUKK!!

"TAEHYUNG!!!"

Demi apapun, Nami tidak percaya apa yang tengah terjadi di tengah panggung sekarang. Seorang penari latar yang memakai masker dengan sengaja memukul punggung Taehyung menggunakan sikutnya yang mengakibatkan Taehyung jatuh tersungkur dengan keadaan bersujud di lantai.

Suara stage sangat ricuh. Semua masih shok dengan apa yang terjadi. Para penjaga yang memakai seragam serba hitam naik ke atas panggung untuk mencoba menangkap si pelaku yang sedang berusaha melarikan diri. Tapi, untung saja Jimin berhasil menghalanginya dengan cara memegang tangannya. Rm yang akan menaiki panggung lalu berlari ke arah V yang tengah tergeletak di tengah panggung dan diikuti oleh member lainnya.

Kim Sejin, yang merupakan menejer mereka menaiki panggung lalu meraih mic yang Berada di tangan Jungkook.

"Semuanya, kami minta maaf. Untuk saat ini konsernya di batalkan. Kami akan mengembalikan semua uang kalian" ucap sang menejer.

Sungguh bukan itu yang mereka harapkan. Mereka hanya berharap menikmati konser dengan lancar. Tapi sekarang apa yang terjadi. Sekarang bukan masalah uang. Mereka lebih mencemaskan Taehyung. Apa yang terjadi? Siapa orang itu? Kenapa dia melakukannya? Banyak pertanyaan muncul di pikiran para penggemar.

Nami, gadis itu sangat cemas dengan keadaan Bias-nya itu. Kalau di perbolehkan dia pasti akan mengejar dan membunuh orang yang tega melakukan ini pada Taehyung.

Dengan hati terpaksa, akhirnya Nami memutuskan untuk keluar dari stage.

"Ya ampun...sekarang bagaimana? Apakah Taehyung akan baik-baik saja?" Cemasnya. Di luar stadion sudah banyak fans yang sengaja memilih menunggu konfirmasi dari kejadian barusan. Ada juga yang sampai menangis melihat keadaan Taehyung seperti tadi.

Siapa yang tidak sedih dan marah melihat orang yang dia sayangi dan cintai di sakiti seperti itu. Rasanya seperti secercah cahayamu lenyap begitu saja tanpa seizinmu.

Tiba-tiba dari sisi belakang suara bariton mengejutkan gadis bernama Nami itu.

"Namira Farelisya" ucapnya dengan suara bariton yang bisa dibilang cukup halus.

"Iya...,ohh kau?? Ryan Kim?" Tanya Nami padanya.

"Iya, aku Ryan. Sedang apa kau di sini? Bukankah kau akan menonton konser? Tanyanya lagi. Sekarang posisinya berhadapan dengan gadis itu.

"Semuanya sudah berantakan. Ada seseorang yang mengacaukannya" balas Nami. Kini dia menundukkan kepalanya. Sedangkan Ryan menatapnya penuh tanya.

Tiba-tiba seseorang menabraknya dari samping yang mengakibatkan tubuhnya terhuyun ke depan. Untung saja Ryan sigab memegang tubuh Nami. Sebaliknya orang yang barusan menabraknya langsung berlari tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Ryan.

"Ahh...i-iya, a-aku tidak apa-apa" gugub. Itulah yang di rasakan Nami sekarang. Bagaimana tidak, jarak antara wajahnya dan wajah Ryan hanya beberapa senti. Menyadari posisi mereka, keduanya langsung kembali ke posisi semula.

"Ahh...siapa itu tadi. Tidak sopan sekali" gerutu Ryan.

"Aku akan mencarinya" Nami memutuskan mencari orang yang tadi menabraknya dengan kasar. Ryan hanya mengikuti ke arah mana gadis itu berjalan.

Sekarang Nami sudah sampai diantara dua lorong. Lorong yang satu berada si sebelah kanan dan yang satu lagi di sebelah kiri.

"Dia pergi kemana?" Tanya Nami

BEHIND THE SCANE [ BTS ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang