2 hari lisya di rawat di rumah sakit, selama 2 hari itu lisya hanya dijaga anak TDOD kalo gak Rey.
Seperti saat ini hanya ada key dan Geo. Sonya dan Leo kini sedang melakukan misi bersama di luar negru.
Untuk Rey dia lebih milih menjaga lisya di setiap malam hari. Jadi karna sekarang masih jam 16.22 maka mereka berdualah yang menjaga.
Lisya, Key, Geo sedang bercanda. Saat sedang berasik bercanda suara pintu ketukan di luar.
"Masuk." Geo dan masuklah 1 orang berbadan besar. Pria salah satu pengawal Rey
"Ada apa?" Tanya Geo dingin
"Di luar ada keluarga leader bos." Lapor pria itu
"Hm. Bentar lgi saya keluar." Ucap Geo
"Baik bos" Dan pria itu langsung keluar ruangan
"Princess abang minta kamu tutup mata ya. Pura-pura tidur. Kami ingin tahu apa yang akan mereka katakan mengetahui keadaanmu. Terutama si brengsek itu." Perintah Geo
"Iya bang." Ucap Lisya dan langsung menutup matanya
"Key kita keluar. Biarkan mereka masuk." Ucap Geo
"Tpi bang nanti kalo princes diapa-apain?" Tanya Key
"Salah satu bodyguard didepan akan ikut masuk dan stand by di samping princes." Ucap Geo dan langsung keluar di ikuti Key
"Kalian bisa masuk. Tpi jangan menggangu Princes dia sedang tidur." Ucap Key saat sampai di depan ruangan dan langsung pergi menyusul Geo yang telah menjauh
"Sebaiknya sekarang kita masuk. Sebelum penjagaan lisya diperketat." Instruksi Nathan
Kenapa nathan mengerti jika lisya selalu di jaga ketat? Karna Nathan selalu datang malam hari. Tapi tidak bisa masuk. Karna larangan si penjaga.
"Yasudah ayo masuk." Ucap Mama lisya
"Lisyaaa,,," Kompak mereka saat mengetahui keadaan lisya
Ya sekarang lisya sangat dipenuhi luka-luka goresan dan banyak balutan perban di tubuhnya seperti kepala yang paling parah.
"Ya ampun sayang maafin mama yang gabisa ngejaga kamu." Ucap Mama lisya langsung memeluk tubuh lisya dari samping kiri dan disusul mommy lisya di samping kiri juga
Mengapa tak di samping kanan? Karna bodyguard lisya ada di samping kanan.
"Lisya semoga kamu denger kata mamah. Maafin gavin ya karna gavin tak bisa menjaga kamu dengan benar. Dia lebih memilih wanita bejat itu di banding kamu. Dan sekarang Gavin juga tak ikut bersama kami. Semoga dia bisa sadar. Wanita yang dia pilih itu salah dia yang sudah membuat gavin menjadi gavin yang tak tersentuh. Mamah merasa sangat gagal menjadi ibu. Tak bisa mendidik gavin untuk menjaga hati perempuan." Ucap Mamah gavin di samping kiri lisya dan langsung memeluk tubuh lisya
Kini gantian para abang lisya yang maju,
"Dekk maafin abang ya. Kemaren lusa ninggalin kamu sendirian di sekolah. Andai abang gak ninggalin kamu. Pasti kamu masih baik-baik saja." Kompak 2K Dan NR (Nathan Rizky)
Waktu telah berganti yang tadi masih sore kini menjelang malam yaitu jam 19.45 Lisya juga sudah membuka matanya.
Biasanya jam segini Rey selalu datang. Tapi entah kenapa sekarang dia belum juga datang.
20 menit kemudian datang Cowo Cewe bersamaan,
"Gavin." Kompak mereka
Iya dia gavin yang datang bersama Dalenta. Catat DALENTA
"Gavin. Kenapa kamu bawa dia hah?" Mamah gavin emosi
"Emang kenapa sih mah? Dia juga pacar aku. Kenapa gak boleh." Jawab Gavin santay
Semua sangat terkejut mendengar perkataan gavin. Terutama lisya hatinya merasa sangat teriris.
"GAVIN." Teriak mamah gavin tapi tak di hiraukan oleh gavin dia langsung berjalann ke arah lisya sambil tangannya memegang tangan dalenta yang sedang tersenyum kemenangan
"Hay sya." Sapa gavin dengan tersenyum
"Ha-hay." Balas Lisya
"Gpp kan, gw bawa pacar kesini?" Tanya Gavin yang masih dengan nada santuynya tapi tak di jawab oleh lisya
"GAVIN SADAR LISYA ITU TUNANGAN KAMU. KENAPA KAMU MALAH MILIH DALENTA HAH. DALENTA YANG BUAT KAMU GAVIN YANG SUKA MENYAKITI HATI PEREMPUAN. KAMU SADAR GAK SIH. DENGAN KAMU MENGENALKAN DALENTA SEBAGAI PACAR KAMU. ITU MENYAKITI HATI LISYA. DAN ITU JUGA MENYAKITI HATI MAMAH NAK. KARNA KAMI SAMA-SAMA PEREMPUAN. MAMAH SANGAT KECEWA SAMA KAMU." Bentak mamah Gavin dengan air mata yang tak dapat terbendung lagi
"Ya kan tunangannya atas perintah mamah sama papah. Kan gavin udah pernah bilang kalo gavin masih sayang dan cinta sama Dalenta. Dan sekarang karna sudah ada dalenta yaudah aku sama dalenta lagi. Apa salahnya? Ga ada kan. Pertunangan ini juga tanpa dasar cinta dan kasih sayang. Ya gak Sya?" Pernyataan gavin membuat mereka semua kaget dan kecewa terutama Lisya dia sangat kaget atas jawaban gavin itu
Air mata lisya sudah tak dapat terbendung lagi. Lisya tak menyangka pria yang mengisi hari-harinya dulu telah kembali kepada pelukan sang kekasihnya dulu.
Dia sangat kecewa dengan dirinya sendiri. Karna sudah lancang membuka hati untuk cowo yang udah punya hati cewe di dalam dirinya.
"Loh kok gajawab sya?" Gavin? Bukan yang bertanya adalah dalenta dengan tersenyum miring
"Dasar cewek stress lo. Udah rebut tunangan orang." Cibir Kevin
"Hey-hey twins c'mon tunangan itu terlaksana tanpa dasar cinta tapi bisnis okey. Jadi apa salahnya jika aku mengambil hak ku kembali hmm?" Dalenta ter senyum puass
"Dasar cewe stres, Gaje, Biadab, Pelakor. Udah rebut tunangan orang. Hadeuhhh dasar cabe." Maki Rizky
"Bro santuy jangan kayak gitu sma cewe. Nanti dia sedih. Gw gamau ya cewe gw sedih karna ucapan kalian." Ucap Gavin
Dalenta memanfaatkan perkataan gavin dia langsung pura-pura sedih.
"Gavin... Rizky jahat tauuu." Ucap Dalenta dengan menyembunyikan mukanya di lengan gavin dan suara yang dibuat seimut mungkin tapi membuat semua orang amit²
"Tuh kan bro. Lo sih cewe gw jadi sedih kan. Udah ya byy. Kamu jangan sedih. Jangan masukin ke hati kamu. Cukup aku aja yang kamu masukin ke hati kamu." Beuhh alay bat :v
"Gavin gila lo. Kok lo jadi alay gini sih semenjak ada Dalenta dulu sama lisya enggak." Ucap Nathan heran
"Ya brati gw emang cocok nya sama tata gw. Dan sama lisya itu cuma pengganti sementara dalenta aja. Kalo gw cocok kenapa gw gk bisa jdi hangat kayk dulu. Dan sekarang saat gw sma Dalenta gw kayak dulu lagi." Perkatan yang sangat menusuk ke dalam hati lisya
Lisya yang tak tahan lagi dia langsung mengeluarkan air matanya saat dia jngin berkata tiba-tiba.
"Princes." Suara itu datang dari arah pintu
Siapa lagi kalo bukan Rey si Jendral
"Abang,,," Lirih lisya langsung menghapus air mata nya takut dilihat oleh Rey tapi
"Abang tau kamu menangis." Ucap Rey dingin dan menatap semua orang tajam
"Siapa yang buat Princes dunia saya mengeluarkan air matanya?" Panjang tapi sangat dingin dengan tatapan yang masih dingin
"Gavin." Ucap Kevan memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Rey. Rey langsung menatap Kevan
"Mana dia?" Rey dan kevan langsung menunjuk gavin yang sedang mendekap tubuh dalenta dan
Bughhh
KAMU SEDANG MEMBACA
Alisya [Sudah Terbit]
Historia Corta°Alisya° Dimulai -> 3 Maret 2020 Berakhir -> 20 Juni 2020 ❣Alisya Queendara❣ ⚛ Menjalani hidup yang penuh dengan kegelapan dan kesunyian, hanya ada di diri gw ⚛
![Alisya [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/204892282-64-k500032.jpg)