Hari ini Gemi dilarang tidur, selimutnya bahkan sengaja disembunyikan oleh teman-teman sekelasnya. Karena hari ini adalah hari pembukaan Merpati Cup, maka Gemi disuruh untuk bersiap-siap saja untuk lomba.
Di tribun lapangan indoor Merpati, Gemi duduk sambil menyenderkan kepalanya di bahu Gio. Merpati Cup dibuka dengan sambutan-sambutan dari kepala sekolah yang dilakukan tadi pagi pukul 7.30 di lapangan upacara yang sudah disulap menjadi mini panggung.
Sekarang sudah hampir sore, tapi gilirannya untuk bertanding belum tiba. Wajar saja, tenis meja adalah salah satu olahraga yang kurang diminati siswa-siswi Merpati yang membuat pertandingan Tenis dijadwalkan diakhir pertandingan. Karena itu juga banyak yang heran kok tenis meja semester ini bisa masuk Merpati Cup.
Kata Gio, dia akan bertanding sebentar lagi. Sedari tadi sembari menunggu Gemi hanya bersender di bahu Gio untuk tidur. Gio sendiri tadi bersama teman-teman kelasnya yang lain sudah memenangkan lomba basket melawan kelas 11 IPA 4.
"Gem, bangun. Bentar lagi lo main." Gio berusaha membangunkan Gemi dengan menepuk-nepuk pipi Gemi pelan.
Gemi yang tidurnya tidak terlalu nyenyak langsung terbangun.
Menatap tribun yang sudah mulai sepi. Maklum, melihat pertandingan tenis meja tidak terlalu menarik bagi siswa-siswi Merpati.
"Yuk, gue anter kesana." ajak Gio yang diangguki Gemi.
Gemi berjalan dengan mengaitkan tangannya ke lengan Gio, dan bersembunyi di bahu Gio. Gemi berusaha untuk tidak menarik perhatian.
--
Orion dan kawan-kawannya masih berada di tribun setelah tadi menyaksikan pertandingan Voli putri, sebenarnya mereka sudah ingin meninggalkan tiribun sejak tadi, hanya saja Danu menahan mereka karena ingin menyaksikan teman sekelasnya yang akan melawan 11 IPA 1 dalam pertandingan tenis meja.
Aldi sedari tadi sudah ingin memakan Danu hidup-hidup hanya bisa pasrah, hei menurut Aldi tenis meja tuh ngebosenin! Selain mereka masih ada beberapa anak basket dan futsal yang sedang bercanda di tribun lapangan indoor itu. Jangan lupakan rombongan kelas 11 IPS 3.
"Gemiiiiiiiii semangat, Gem! Nanti gue beliin klepon!" teriak Danu begitu melihat Gemi sudah bersiap dengan bet di tangannya.
Raffy yang mendengar Danu berteriak langsung menjitak kepala Danu. "Apaan sih, Raf?" Danu mendelik ke arah Raffy seraya mengusap kepalanya.
"Lo yang apaan teriak-teriak,"
"Lah? Gue nyemangatin temen gue lah!"
"Anjir! Nu, itu siapa? Kok cakep bener? Lah, lah make baju yang sama kaya punya kelas lo?!" seru Aldi tiba-tiba membuat perdebatan Raffy dan Danu terhenti.
"Temen gue lah, siapa lagi?" ada nada sombong dalam suara Danu.
"Lo kok kaga pernah bilang ada cewek cakep di kelas lo?!" protes Aldi.
"Pantesan aja kita dilarang dateng ke kelasnya," sungut Raffy sebelum melanjutkan, "tapi kok gue gak pernah liat di kantin?"
"Emang gak pernah ke kantin."
Orion yang juga ikut memerhatikan Gemi mengerutkan keningnya, kok kaya gak asing ya? Ah, iya, itu kan cewek yang waktu itu dia liat tidur di kelas kan? Cewek yang dia bilang sinting?
"Kok cewek cantik begitu bisa lepas dari radarnya Gigi and the genk?" tanya Raffy heran. Gigi dan gengnya adalah sekelompok cewek-cewek borjuis Merpati. Cantik dan kaya adalah salah satu syarat untuk berada di geng tersebut. Dan mereka tidak akan membiarkan cewek cantik lolos begitu saja tanpa diajak bergabung ke gengnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kilau Gemintang
Roman pour AdolescentsNamanya Kilau Gemintang, murid pindahan di sekolah swasta ternama di Jakarta. Cewek cantik yang sayangnya pemalas. Yang dengan seenaknya dihari ketiganya bersekolah membawa selimut juga kain bali di sekolah. Bagi Gemi tidur adalah surga. Dimanapun d...
