"Assalamualaikum," salam seseorang sambil mengetuk pintu rumah yang ada di depan matanya.
"Waalaikumsalam," jawab seseorang dari arah dalam rumah, sambil membuka pintu rumahnya.
"Eh Malvin, nyari Caroline ya?" tanya ibu Caroline yang bernama Mira kepada malvin.
"Bukan tante, saya kesini mau memberi ini untuk tante dan keluarga tante, ini oleh oleh dari orangtua saya, mohon diterima tante," kata Malvin sopan kepada bu Mira sambil menyerahkan bingkisan kepada bu Mira.
"Aduh, nggak usah repot repot, Vin," kata bu Mira tidak enak.
"Nggak repot kok tante," balas Malvin sambil tersenyum tipis.
"Makasih ya Malvin, sampaikan makasih tante ke orangtua kamu," jawab bu Mira sambil mengambil bingkisan yang disodorkan oleh malvin.
"Mau masuk dulu, Vin?" tanya bu Mira kepada malvin sambil bergeser sedikit.
"Eh, tidak usah tante, saya langsung pulang saja, assalamualaikum tante," jawab Malvin sambil mencium punggung tangan bu Mira.
"Waalaikumsalam, hati hati ya, Vin," balas bu Mira.
"Iya tante," kata Malvin.
••••
"Eh Roline, kamu tau ngga?" tanya Aura ke Caroline sambil berjalan ke arah desanya, karena mereka baru pulang dari desa sebelah.
"Tau apa? Jangan gosip, dosa tau," balas Caroline sambil mengingatkan.
"Nggak gosip ini, beneran!" balas Aura tak terima.
"Yaudah apa?" tanya Caroline sambil menolehkan kepala ke arah Aura.
"Itu denger denger di sekolah kita ada murid baru, katanya sih cewek ya, aku tau dari si Anin, dia kan paling tau begituan, ck," kata Aura sambil berdecak kecil.
"Emangnya kenapa? Ngga papa kali," jawab Caroline acuh tak acuh sambil mengangkat kedua bahunya.
"Ih kata katanya sih ya, dia tuh pindahan dari Jakarta, dia cantik sih, putih juga, tapi hati hati dia itu orangnya keras, kalau dia nyuruh tapi nggak dijalanin nanti bakalan dia bully, kayak merasa itu wilayahnya gitu," kata Aura menggebu gebu sambil menggerakkan tangannya, "serem ya, cewek jaman sekarang malah gitu kelakuannya, cantik sih cantik, tapi nothing attitude," imbuh Aura sambil bergidik ngeri membayangkan.
"Huss, udah aku bilang jangan ngegosip, dosa tau, nanti dia kesandung gimana kalau kita ngomongin dia terus?" tanya Caroline yang sudah sebal dengan perkataan sahabatnya ini, memang si Aura itu kalau disuruh ngegosip langsung siap sedia.
"Ya gapapa, biar sekalian dia kesandung gitu, biar jatuh biar mampus haha!!" tawa Aura dengan smirk devilnya.
"Wah jahat kamu mah, hati hati nanti ada kaca mbalik ke kamu sendiri, mampus," Caroline pun ikut tertawa kecil dengan perkataannya.
"Ih kamu mah gitu, besok aku jemput kamu ya, kita berangkat bareng ke sekolah," kata Aura menyudahi aksi gosipnya sendiri karena Caroline tidak ikut bergosip malah menyebalkan menurut dia.
"Iya boleh, aku pulang dulu ya kalau gitu, udah sampe soalnya, tuh!" kata Caroline sambil menunjuk rumahnya, dan berjalan ke rumahnya.
"Daaah Roline, jumpa lagi besok!!" teriak Aura karena jaraknya dengan Caroline sudah lumayan jauh.
"Oke." gestur Caroline sambil menunjukkan jari jempol dan telunjuk membentuk huruf O, dan tiga jari yang lain terangkat keatas.
•••••••
-grypachis-

KAMU SEDANG MEMBACA
VAI || 𝑔𝑜 𝑛𝑜𝑤.
Fiksi RemajaDalam setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Terkadang manusia berada di atas dan terkadang berada di bawah. Yang semula miskin bisa menjadi kaya, dan yang kaya bisa menjadi miskin. Dalam kesedihan juga pasti ada kebahagiaan, karena tidak mungkin ter...