⊡ Alternative Universe ⊡
Naruhina Fanfiction
Mature [21+]
Harap pembaca bijak
Genre: Romance Metropolis.
Tolong Etika dipakai terkait ilustrasi yang ada di dalam fanfiksi ini, Terima kasih.
🌵🌵🌵🌵
Suka cita kentara terbias dari mutiara kelabu Hinata, tatkala dia mengamati pantulan dirinya dari cermin setinggi badannya. Berputar ke kanan ke kiri hanya untuk memastikan tak ada bagian kecil yang terlewat dari decak kekaguman, dia menyeringai puas.
"Anda kelihatan lebih cantik sekarang, model rambut ini sangat cocok untuk perawakan Anda," puji staf salon yang kini turut menilai Hinata tanpa melepas pandangnya dari cermin.
"Aku sempat ragu memotongnya, rambut adalah kebanggaan utama bagiku. Aku sengaja memanjangkannya hingga ke pinggang agar mempermudah keinginanku untuk mengubahnya ke dalam berbagai gaya. Tapi, setelah melihat hasilnya sendiri──kurasa pikiranku tak lagi sama."
"Anda makin segar dan muda, gaun silver ini juga pantas sekali di tubuh Anda."
"Kau terus memujiku ya, apakah aku memang secantik itu?"
"Tentu, Anda sudah mengetahuinya langsung 'kan?"
"Ya, dalam hal ini aku cukup berterimakasih kepada pria sombong itu. Meski awalnya kesal, kurasa sarannya pas untukku."
"Dia--kekasih Anda?"
"Bukan, aku tidak akan sudi menyebutnya begitu. Lagi pula, perempuan mana yang bisa tahan dengan ..."
"Kau pikir waktuku semurah itu untuk orang semacam kau? Kapan kau selesai?!" Tahu-tahu Sasuke muncul membawa kekesalan di rautnya. "Dua menit kau tidak keluar, jangan harap aku bisa berbaik hati lagi!" Lalu, dia menyingkir sambil meninggalkan dengkusan jemu nan berat.
"Pria itu--"
"Ah, dia hanya pengawal si pria sombong." Entah kenapa Hinata merasa menang usai mengucapkan kalimat ini. Sikap permusuhan, bahasa yang ketus, kerap dia terima dari si pria berparas cantik tadi. Tak ayal fakta sekian sering memancing emosi Hinata.
Jika Naruto berhasil mempermainkan nyalinya, maka Sasuke sungguh mahir menguras kesabarannya. "Terima kasih atas kerja kerasmu, permisi." Sedikit menundukkan kepala sembari mengulas seringai tipis, Hinata coba melangkah anggun meninggalkan ruangan yang telah hampir lima jam disinggahinya.
"Kau benar-benar tidak tahu diri! Aku memperingatimu agar kau harus siap sebelum aku datang, kau tidak sepenting itu untuk membuatku menunggu!" Nyatanya Sasuke tak jua puas sama kata-kata sarkasme semula, hingga ketika Hinata masuk ke mobil, dia mengulang makiannya.
"Aku tidak memintamu menunggu."
"Kurang ajar, kau!" Tangannya terkepal, Ryusuke tidak setenang Naruto dalam menahan amarah. "Apa perlu kupertegas posisimu di sini, perempuan?" Tatapan mendominasi penuh kebencian dilayangkannya tepat di muka Hinata, "Dia memungutmu dari tempat kotor karena terpaksa. Kau bukan wanita yang patut mengangkat dagu atau merasa tinggi di sini.
──Bila kau ingin tahu kenapa aku masih berusaha mengalah padamu, itu hanya demi menjaga kepercayaannya padaku! Sekali lagi kuingatkan, kau tidak diizinkan untuk semena-mena." Deram mesin mengaung, dini Sasuke menepuk jok di belakang kemudi pertanda bagi sang sopir untuk segera melaju.
KAMU SEDANG MEMBACA
IVORY
RomanceAlternative Universe Naruhina Fanfiction Harap pembaca bijak [𝐌𝐚𝐭𝐮𝐫𝐞] Di kota yang dibangun dari dosa dan gemerlap cahaya neon, seorang wanita malam menerima tawaran untuk menjual waktunya pada pria yang bahkan anti cinta. Namun, di antara ua...
