Maafin authornya ya..
Lama banget ngga upload✌🏼🙏🏼
Beberapa hari ini ngga mood nulis jadi ya gini deh🙂Jangan lupa vote dan komen 😉
Happy reading 🖤
Pesawat akan terbang pukul sembilan pagi. Dan sekarang pukul enam pagi. Abi, umi, bg thoriq dan ka Jidah, oiya fateh juga sekarang masih menikmati pagi hari dirumah mereka. Karena sebentar lagi mereka meninggalkan Malaysia.
"habis ini kamu ketemu sama Uncle sama aunty sama ka Fatim juga" ujar ka Jidah memasukkan baju fateh ke dalam tasnya.
"iya nih.. pasti mereka nungguin kamu" sahut bg Thoriq dan mencium hidung kecil Fateh.
Ka Jidah hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yg kekanakan ketika bersama Fateh.
•••
Airport"barang udah diturunin semua?" tanya abi pada bg Adi
"udah bi" bg Adi menurunkan kper terakhir dari bagasi mobil.
"yaudah kita berangkat dulu ya, jagain rumah" ucap Abi pada bg Adi dan ka Intan.
"iya bi" jawab mereka bersamaan.
"hati² umi Abi jid liq" bg Adi dan ka Intan melambaikan tangan.
Indonesia🇮🇩
"mereka keluar dari mana sih?" tanya ka Sohwa pada ka Icem
"itu mereka" tunjuk ka Icem
Ka Iyyah dan bg Saaih langsung berlari dan memeluk mereka. Rasanya seperti tidak bertemu bertahun-tahun bagi mereka.
"umi Abi ka Jidah bg thoriq kita kangennnn" ucap keduanya
"kita juga kangennn"
"ini fateh?" tanya bg Saaih tak percaya dengan bayi yang digendong oleh ka Jidah
"iyaa" jawab ka Jidah tersenyum lebar
"ka Sohwa bang Atta cepet siniiii... fateh ganteng bangettt" teriak ka Iyyah pada keduanya
Ka Sohwa dan bg atta langsung menghampiri dan melihat fateh yang lucu dengan pipinya yang chubby.
"ihhh mirip fatim waktu masih kecil" bg atta terus mengelus pipi fateh yang tertidur
"gmn kabarnya semua?" tanya ka Sohwa
"Alhamdulillah semua sehat" jawab Abi
"yaudah yuk pulang"
•••
"gimana ih rasanya kerja?" tanya bg thoriq karena bg Saaih sudah mulai bekerja dikantor bg atta dan ka Iyyah bekerja di kafe ka Jidah
"waktu pertama masuk sih masih enak, karena masih baru awal. Tapi setelah itu, dapet tugas banyak aih jadi pusing banget" eluh bg Saaih
"Ka Iyyah mah enak, tinggal di ruangannya ka Jidah sambil santai²" lanjutnya
"eh enak aja.. ka Iyyah ngurusin keuangan ya pusing tau. Apalagi beberapa hari ini pelanggannya banyak lagi" sahut ka Iyyah tak terima
"makasih ya yah" ujar ka Jidah lembut
"gapapa lah ka jid"
Sekarang semua berada di ruang tengah kecuali umi Abi, karena mereka sedang beristirahat.
"ka Imah" panggil bg Saaih
"napa?" tanya ka Sohwa yg masih terfokus dengan Fatim dan Fateh yg berada di pangkuannya.
"ngga pengen punya baby cowok?" tanya bg Saaih polos
Sontak semua langsung mengarahkan matanya ke bg Saaih. Bg Saaih sedikit terkejut hingga ia memundurkan tubuhnya dari tempat dimana ia duduk.
"Saaih kita liatin sampe mundur lho duduknya" ka Jidah terkekeh dengan kelakuan bg Saaih yg seperti orang ketakutan
"lagian sih kalian liatin nya kek gitu.. takutlah aku" jawab bg Saaih seperti anak kecil yang tak bersalah
"lha kamu juga tanya nya aneh²" sahut ka Sohwa
"ya kan aih cuma tanya" jawab bg Saaih memelas
Semua hanya terkekeh, sudah lama mereka tidak seperti ini.
"eh tapi bener juga lho pertanyaannya aih, emang ka Imah sama bg atta ngga mau punya anak lagi?" pertanyaan ka Iyyah membuat bg atta dan ka Sohwa saling berpandangan.
"jangan dulu lah.. Fatim masih kecil, Fateh jg baru lahir kan" jawab bg Atta
"tunggu Fatim agak gedhe dulu" sahut ka Sohwa
"semoga nanti kalo ka Sohwa punya anak, anaknya cowok ya Allah" bg Saaih menadahkan tangan nya dan berdoa
"lha terus ka Iyyah cuma berdua doang gitu sama Fatim?" tanya ka Iyyah memelas
"kan masih ada ka Jidah" ucap bg Saaih dengan kata² menggoda dan menyenggol lengan ka Jidah.
"SAAAIIHHHH...." ka Jidah berteriak ditelinga bg Saaih.
"KAA JIIDAAAHHH... Napa sih teriaknya ditelingaaaa"
Bg Saaih tak ingin kalah dengan kakaknya, ia berteriak tak kalah kencang. Semua tertawa dengan senang. Hanya dengan seperti ini mereka sudah melupakan seluruh kelelahan mereka.
•••
Ka Jidah menatap anak pertamanya itu dengan saksama. Wajah Fateh sangat identik dengan nya. Namun pipi Fateh sangat mirip dengan bg Thoriq.
"maafin mama ya, mungkin ini berat buat kamu nanti.. tapi suatu saat nanti kamu pasti tau sayang" ucap ka Jidah lembut dan mengelus pipi chubby Fateh
Bg Thoriq mendengar semuanya dari dalam kamar mandi. Ia tau ini adalah yang terbaik untuk mereka. Bg thoriq segera keluar dari kamar mandi dan mendekati ka Jidah.
Bg thoriq memeluk istrinya dengan erat dari belakang. Ka Jidah terkejut, namun langsung sadar siapa yang memeluknya.
"Allah sudah mengatur segala sesuatunya.. dan pasti itu akan indah pada waktunya" kemudian bg Thoriq mencium pipi ka Jidah dari samping.
"aminn"
"tidur yuk, udah malem" ajak bg thoriq.
Ka Jidah hanya menjawab dengan anggukan dan berbaring disebelah kiri Fateh. Dan bg thoriq berbaring disebelah kanan Fateh.
•••
Maaf kalo ada yang typo🙏🏼

KAMU SEDANG MEMBACA
Kakak dan Abang ku Adalah Orang Tua Ku
Short StoryFatim,Fateh,Muntaz,Saleha,dan Qahtan...Lima anak kecil yg tidak mengetahui bahwa kakak kandung mereka adalah orang tua mereka sendiri.. Tokoh utama:kak Jidah Bg Thariq Fateh ...