Saat ini Jisoo hanya tinggal bersama bibi Raehee pembantunya dan pak Hwang tukang kebun dirumahnya dan sekaligus supir pribadi Jisoo. Jisoo tidak menanggap mereka berdua hanya seorang pembantu dan tukang kebun saja, Jisoo sudah menggap mereka sebagai orang tua angkatnya karena Jisoo saat ini tidak memiliki siapa-siapa lagi dan mereka menjaga Jisoo dengan baik seperti anaknya sendiri.“Non Jisoo, ayo bagun udah jam berapa ini? Non Jisoo gak ke sekolah hari ini?” kata bibi Raehee yang mencoba membangunkan Jisoo agar tidak terlambat berangkat ke Sekolah. “Hmm,, iya bi ini Jisoo dah bangun.” Jawab Jisoo dengan mata yang masih tertutup karena masih mengantuk. “Ya sudah, saya tunggu di bawah ya non, saya sudah siapkan sarapan.” Kata bibi Raehee, dan dia pun meninggalkan kamar Jisoo, dan Jisoo pun bersiap-siap untuk berangkat ke Sekolah.
*Di ruang makan
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap Jisoo pun turun dari kamarnya yang dilantai 2 dan langsung menuju meja makan untuk sarapan pagi.
“Selamat pagi biii, wah udah siap sarapan nya!! Makasih ya bii!” kata Jisoo pada bibi Raehee yang sudah menyiapkan sarapan untuk nya itu. “Iya non, udah tugas saya. Ayo di makan keburu telat sampai sekolah.” Jawab bibi Raehee dan menyuruh Jisoo untuk segera makan agar tidak terlambat sampai ke sekolah.
Setelah sarapan Jisoo pun keluar rumah dan menuju mobilnya yang di dalam mobil tersebut sudah ada pak Hwang yang siap mengantarnya ke sekolah.
“Selamat pagi pak Hwang!” sapa Jisoo kepada pak Hwang sambil memasuki mobilnya. “Selamat pagi juga non Jisoo, sudah siap berangkat gak ada yang ketinggalan sudah?” tanya pak Hwang memastikan Jisoo tidak ketinggalan apapun. “Sudahh pak semua lengkap!! Yuk langsung berangkat!” jawab Jisoo. Pak Hwang dan Jisoo pun meninggalkan rumah dan berangkat ke sekolah.
*Sampai di Sekolah
“Makasih pak Hwang!! Hati-hati di jalan ya!! Nanti jemputnya jangan telat hehehe!!” kata Jisoo pada pak Hwang. “Siap non, saya pulang dulu ya!” kata pak Hwang, dan pak Hwang pun meninggalkan sekolah Jisoo.
Saat berjalan menuju kelasnya, Jisoo mendengar ada seseorang yang memanggil namanya dan Jisoo pun menoleh. “Jisoo tunggu!!” panggil June dari kejauhan. “Iya kenapa Jun?” jawab Jisoo. “Ayo ke kelas bareng hahaha.” Ajak June pada Jisoo, Jisoo pun menerima ajakan June itu.
*sampai di kelas
Sesampainya di kelas, Jisoo pun langsung duduk di tempat duduknya begitu pula dengan June, dan tempat duduk June bersebelahan dengan Hanbin. Hanbin dari tadi memperhatikan June, kenapa dia bisa masuk ke kelas bersamaan dengan Jisoo.
“Woy Junet! Kok lu bareng Jisoo sih? Lu berangkat bareng? Lu mau selingkuh ama Jisoo!!!??” tanya Hanbin dengan serius ke June. “Ngawor! Gue ketemu Jisoo di depan kelas X6 jadi gue ajak bareng aja ke kelas sambil ngobrol! Dan ya gue ga selingkuh ya! Awas aja lu ngadu ke Rose!!” jawab June dengan nada agak kesal ke Hanbin karena berbicara ngasal. “Oh yaudah.” Jawab Hanbin, walau dia tidak puas dengan jawaban June. “Kenapa lu? Lu cemburu gue jalan ama Jisoo? lu suka ama Jisoo? katanya waktu itu gak suka hahaha!!” kata June yang paham akan ekspresi Hanbin yang tidak puas dengan jawaban nya tadi.
Hanbin pun menceritakan ke kepoan nya kepada Jisoo ke sahabatnya itu.
“Gue rasa Jisoo itu beda Jun!” kata Hanbin. “Maksud lu beda gimana? Cie udah punya rasa nih hahaha!” jawab June dengan tertawa dan gak menganggap serius omongan Hanbin itu. “Serius napa anjing! Lu ngerasa gak sih dia itu selalu pucet, kadang dia megangin kepalanya kek sakit gitu, terus dia sering izin ke kamar mandi kan? Lu ngerasa gak sih?” kata Hanbin yang menceritakan yang selama ini ia liat pada diri Jisoo. “Buset lu detail amat liatin dia, gue sih gak terlalu memperhatiin, tapi kalo muka pucet, setiap cewek gitu gak sih kalo gak makeup an? Jisoo kan tipe cewek yang gasuka makeup an di sekolah? Rose juga gitu kok mukanya kalo gak makeup an!” jawab June yang menyakinkan Hanbin untuk berpikir positif. “Iya sih, dia juga bilang begitu tapi ya aneh aja lu tau lebih gak tentang dia?” tanya Hanbin ke June. “Sedikit sih, karena si Jisoo pernah cerita tentang hidupnya ke Rose dan Rose cerita ke gue.” Jawab June. “Hah? Gimana ceritanya?” jawab Hanbin dengan rasa penasaran nya sangat tinggi. “Jadi gini bin, dia tuh dari keluarga kaya banget, dan dia anak satu-satunya yang bikin dia jadi ahli waris kekayaan orang tuanya. Tapi, ayahnya meninggal pas dia umur 7 tahun dan sebelum pindah kesini ibunya juga meninggal karena kecelakaan, karena itu dia dipindahin kesini bair tinggal bareng tantenya karena di busan gak punya siapa-siapa gitu.” Jawab June yang menceritakan tentang Jisoo yang ia tau ke Hanbin. “Terus sekarang dia ama siapa jun?” tanya Hanbin sekali lagi. “Ya mana gue tau! Kalo kepo ya tanya sendiri lah!!” jawab June dengan nada yang gak santai. “Ye babi! Yaudalah, makasih ceritanya!” ucap Hanbin ke June. “Iye sama-sama, selamat ber PDKT ya nak!! Moga berhasil hahaha!!” ejek June ke sahabatnya itu. “Bacotlu ah!” jawab Hanbin dengan nada kesal.

KAMU SEDANG MEMBACA
Just You! (Jisoo X Hanbin)
FanfictionKisah perjalan seorang gadis bernama Park Jisoo yang mengalami banyak peristiwa di hidupnya. Sebelumnya Maaf kalo gue bikin ceritanya agak gak jelas,kan gue baru pertama kali bikin cerita fiksi penggemar. Berhubung aku iKONic & BLINK jadi tokohnya...