killa

40.4K 222 4
                                        

hari ini aku akan bekerja di salah satu toko yang ada di pusat belanja. aku akan kesana jalan kaki. jarak dari rumah ku kesana memang agak jauh. namun ini kulakukan agar aku bisa mengehemat pengeluaran ku.

aku disini sendiri. eh. tidak berdua dengan anak yang ku kandung. aku mengandung karena aku dijebak oleh rekanku. dan aku tidak ingin membunuh bayi tak berdosa ini. maka dari itu anak ini akan ku rawat hingga besar.

perutku sudah sangat besar. jadi aku berjalan dengan hati"

skip sampai

"mbak, aku ijin pulang dulu ya. perutku dah ga enak ini. kayanya 1 minggu kedepan aku ambil cuti"

"oke deh kil, hati-hati ya. moga lahirannya lamcar!" ucap mille

"terimakasih mbak"

skip

perutku sangat sakit. dan saat aku sedang dikamar mandi tadi aku tersadar. jika ketuban ku telah mrembes keluar. maka seger lah aku pulang. aku pulang naik kereta agar cepat sampai rumah.

skip kereta

"shhhhh hmphhhh dekk sabarhh" ucapku pelan

"shhhh mphhhhhhhhhhh"

"huhhhhh huhhh huftttt"

"huhhhhh huhhh huftttt"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

tiba-tiba PYARRR

ketuban ku pecah. langsung lah aku duduk di tempat itu. dikereta untung sepi. hanya ada beberapa orang.

"nak sini, lepas celana mu" ucap seorang ibu

aku pun mengikuti apa yang disuruh ibu tadi. lalu ibu tadi menutup jalan lahirku dengan kain besar agar tidak terlihat oleh banyak orang.

"nak, bukaanmu sudah lengkap. jika nanti ada kontraksi ya"

aku mengangguk. belum 5 menit tiba-tiba kontraksi menyerang.

"arhhhhhh hmphhhhhh bukkkhhhh sakithhhh sekalihhhhhhh awhhhhhhh hmphhhhhh hyahhhhh hahhhh huhhhh hahhhhhhhh hmphhhhhh"

"awhhhhh sakithhhhhhh ahhhhhh hmphhhh huhhhh hahhhh huhhh hahhhhh huhfftttttt tkyahhhhhhhhhhhh"

"ayo nak satu dorongan lagi!"

"HMPHHHHHHHHHH AWHHHHHHH SAKITHHHH BUKHHHHHHHHH AWHHHHHH KYAHHHHHHHHHHHHH HMPHHHHHHHHHH!!!!!"

plop

"hahh huhh hahh"

jalur kereta yang ditumpangi killa sudah sampai. maka dari itu ia akan jalan dengan bayi yang mengantung dengan menutupi nya kaun tsb

"buu.... terimakasih telah membantu. apa saya boleh pinjam kain ini untuk saya pulang? sebentar lagi sampai soalnya hahh" sambil menahan ejaan

"tapi kepala bayi kamu mengantung itu nak, apa tidak menganggu"

"tidak apa-apa buk, terimakasih bantuannya yah awhmhhh"

pessss

pintu kereta terbuka

"terimakasih bu Lina"

"sama-sama nak"

_____________________________

hi semua!
cerita ini masih ada lanjutannya ya!
jangan lupa vote, komen, dan follow!

PREGNANT MODELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang