part42

4.8K 420 241
                                        

Tidak seharusnya Mirella tunduk pada permintaan aneh Edward. Tidak seharusnya hari ini ia membuang waktu dibandara internasional yang berada dipusat kota Paris. Tapi kenyataan kadang terlalu antusias mempermainkan keyakinan diri yang saat ini redam entah kemana. Mirella goyah dan memilih untuk mengikuti kemauan Edward. Entah karena ia takut akan ancaman Edward atau karena nasihat Frans membuat ia merasa ini adalah akhir dari pertemuannya dengan Edward sehingga suka ataupun tidak Mirella harus tetap menghadapinya. Mengantarnya mengelilingi kota kota menarik diPerancis dan setelah itu semuanya selesai. Anggap ini adalah ujian terakhir bagi Mirella dan setelah ini Mirella akan terbang bebas tanpa beban dan ancaman pria yang sampai kini belum juga menampakkan diri.

"Kemana dia? Apa dia mengerjaiku?" Protes Mirella saat perasaan bosan mulai membuatnya tidak nyaman untuk duduk.

Dihentakkannya kedua kaki beralas heels yang sedari tadi enggan diam dan mengetuk lantai sampai menimbulkan bunyi pelan disekitarnya. Beruntung keadaan disekitar Mirella cukup sepi sehingga ia bebas mengekspresikan kekesalannya tanpa menarik perhatian orang lain. Mirella berdiri dan berjalan mendekati jendela besar yang menunjukkan pemandangan landasan pesawat yang sangat luas. Puluhan pesawat tertata rapi disetiap tempat yang tersedia. Sementara lahan yang sangat luas seolah bersiap menunggu kedatangan pesawat baru yang akan landas dalam hitungan menit. Ya, meski suasana ruang tunggu cukup sepi tapi bukan berarti penerbangan dan pelandasan pesawat juga turut sepi. Sebaliknya, sedari tadi Mirella mendengar riuh pesawat yang lepas landas dilahan berukuran sangat luas tersebut.

Benar saja, baru beberapa menit Mirella berdiri didekat jendela sambil memperhatikan keadaan diluar ruangan, satu pesawat baru datang dan landas dengan sempurna. Hanya saja, Mirella merasa asing dengan kedatangan pesawat yang dilabeli dengan nama private dibagian bawah logo berukuran besar. Seingatnya, selama ia tinggal diParis, ini pertama kali ia melihat logo berwarna emas mencolok tersebut.

Kedua mata Mirella memicing dengan sempurna. Memperhatikan dengan seksama manusia yang hendak keluar dari pesawat pribadi berkelas VIP tersebut. Tidak, setelah pintu pesawat terbuka sempurna, tidak ada satu sosok pun yang menampakkan diri atau melambaikan tangan. Baiklah, lupakan lambaian tangan mengingat ini bukanlah penyambutan pahlawan sepulang berperang. Mirella menunggu untuk alasan yang tidak ia ketahui. Beberapa pesawat sudah mendarat lebih dulu dan baru kali ini ia merasa sangat penasaran. Mungkin karena ia berpikir kalau Edward akan keluar dari pesawat tersebut lalu menyapa Mirella sebagai salam pembuka. Sialan! Mirella memaki pemikiran terakhirnya. Lagipula mana mungkin Edward turun dari pesawat mewah tersebut sedangkan baru kemarin ia melihatnya berada dirumah sakit. Terkecuali pria itu kembali pulang lalu datang kembalihari ini hanya untuk memamerkan kekayaannya dan kembali mengusik kehidupan Mirella.

Pikiran anehnya mulai terusik saat dering ponsel dari tas slempangnya berbunyi. Dengan sigap Mirella mengangkat panggilan tersebut meski ia tidak tahu setiap digit yang tertera dilayar ponselnya.

"Ya. Halo?" Sapa Mirella ragu.

"Kau dimana?" Mirella mengernyit mendengar tanya dari ponselnya. Suara yang sudah akrab ditelinga Mirella dengan aksen yang khas sudah cukup membuatnya yakin kalau pria yang menghubunginya adalah pria yang memintanya datang.

"Ruang tunggu." Jawab Mirella dengan nada malas.

"Siapa yang menyuruhmu untuk menungguku disana?" Terdengar lebih sinis, suara Edward semakin membuat kernyitan dikeningnya terlihat jelas.

"Lalu?"

"Dasar bodoh! Temui aku di depan JWAirways boeing 1211 private plane aku yakin kau sudah memperhatikanku sedari tadi."

"Aku tidak mau!" Tolak Mirella antara salah tingkah dan kesal. Batinnya seolah bertanya tanya tentang bagaimana pria dibalik ponselnya ini mengetahui kalau sejak tadi ia menunggu bahkan sampai memperhatikan kedatangannya dengan pesawat pribadi. Lupakan...

Breakable HEAVEN (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang