a little memory with u

1.8K 187 5
                                    

rec . song : Virzha - kita yang beda.

"kak siniiin". Raisa mengejar jisung yang malah makin mempercepat langkah larinya.

Pemuda itu berhenti ketika melihat gadisnya duduk di tanah lapang sambil memijat kakinya.

"masa baru segitu udah cape?".

Raisa menatap jengkel jisung kemudian kembali memijit kakinya.

Jisung senyum kemudian berjongkok di depan raisa menggantikan tangan raisa yang sedari tadi sibuk memijit.

Raisa yang semula menekuk wajahnya perlahan menciptakan senyum tulus yg terpatri di wajah manis gadis itu.

tangan nya menyisir rambut jisung yang di sapu semilir angin sore .

"kenapa sayang?". Jisung mendongak menatap raisa.

Raisa menggeleng perlahan matanya mulai memanas saat netra hitam miliknya bertemu dengan netra coklat jisung .

"kak janji ya?".

Jisung mengernyitkan keningnya. "janji apa?".

"temukan gadis yang lebih baik dari aku di luar sana nantinya yang paling penting dia bisa memasuki satu tempat ibadah seperti kakak jangan ...seperti aku".

Hati jisung mencelos oleh kata kata raisa,pemuda itu kini memilih duduk di samping raisa ,menjadikan danau hijau dan senja sore sebagai penonton kisah pilu dua insan yang berbeda.

jisung menghela nafas nya,meletakan tangan nya di atas pucuk kepala raisa,mengelus rambut gadis itu gadisnya yang sebentar lagi akan dia lepas.

"aku pernah baca kata kata mau tau gak isinya apa?". jisung menatap wajah raisa.

"apa?". netra itu kembali menatap jisung dengan tatapan polos.

"kata nya si penulis kata kata gini 'kita ga akan bisa menyangkal adanya perpisahan mau itu dari sudut pandang yang berbeda percaya aja kalo setelah kesedihan itu akan ada bahagia lagi setelah nya' aku tau kita pasti bakal pisah karna kita sama sama ga bisa mengalah , aku pasti akan menemukan gadis lain di luar sana tapi untuk yang terbaik bagi aku cuma kamu raisa,kamu gadis paling sempurna yang pernah aku miliki ". Jisung menatap raisa pupil matanya bergetar lain hal nya dengan raisa yang sudah menumpahkan air matanya.

"kak aku ga mau pisah sama kakak,aku mau sama kakak terus".

"aku juga ingin tapi semesta enggan,kita hanya di takdirkan untuk kenal dan sama sama menjadi pemilik satu sama lain untuk sementara,maaf aku bukan yang terbaik buat kamu ca".

Raisa melempar tatapan nya ke arah danau,terlalu menyakitkan jika terus menerus menatap mata jisung.

"akhirnya kita sama sama nyerah ya kak?".

"bukan kita yang ingin tapi memang takdir sudah menyatakan semua ini".

Raisa menekuk kedua lututnya,menenggelamkan wajah mungil itu di lipatan tangan nya,raisa tidak ingin menangis di depan jisung walau pada kenyataan nya jisung kini sedang menatap tubuh bergetar itu.

Jisung menarik raisa kedalam dekapan nya,membiarkan gadis itu benar benar menumpahkan seluruh air matanya pada diri jisung,karna selanjutnya mereka tidak akan bisa seperti ini lagi.

"ragaku melepaskan dirimu tapi tidak untuk hatiku,kamu selalu aku simpan dan ku rawat dengan rindu...raisa".

- haii maaf banget up nya tiba tiba,gatau kenapa liat ff ini terbengakalai mendadak pengen up gitu ,hehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


- haii maaf banget up nya tiba tiba,gatau kenapa liat ff ini terbengakalai mendadak pengen up gitu ,hehe...

semoga cerita ini nyambung ya tapi kalo emang ga jelas ya maap juga :vv

see u next time <3

-p.

Religion✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang