Setibanya Nesha dikelas ia langsung terduduk dengan wajahnya yang ditekuk serta rambutnya yang urak-urakan ulah seseorang yang ntah siapa mereka ketika Nesha dikamar mandi.
Pikirnya saat itu apa mungkin fansnya dikta?
Masa iya, udah gede begini masih aja suka ngisengin anak orang. Dikira jaman sekolah apa ya?
Belom lagi Tania ngasih tau kalo diriny dapat tugas tambahan karena membolos matakuliah psikologi komunikasi dari pak donghae.
Sungguh, dunia memang gak adil.
"Muka lo napa Nesh?" Tania bertanya sambil memperhatikan wajah temannya yang murung seperti baju lecek.
Nesha mengadahkan pandangan kearahnya lalu menggeleng pelan.
"Biasa kerjaan cowo gila hormat. Siapalagi kalo bukan gara-gara dia?!" kata Nesha sambil meniupkan rambutnya yang tengah emosi itu.
"Awas loh dari emosi jadi cinta" celetuk asal Tania.
Nesha bangkit sambil memukul meja lalu menatapnya geram, membuat seisi kelas menatapnya.
Jujur ia kikuk dan kembali terduduk karena malu, padahal niatnya mau marahin Tania.
"Lo kali ini aman tan ditangan gue, gatau kalo besok" sindir Nesha.
Tania yang ngeliat temennya kayak gitu dia cuman bergedik ngeri sambil membaca doa, ngeri temennya kesurupan setan toilet.
. . .
Siang itu Nesha dan kawannya baru saja selesai kelas karena hari ini hanya 2 mata kuliah jadi tidak perlu berlama-lama dikampus.
Sejak tadi pagi juga dirinya skip pelajaran pak donghae.
Ya, siapa lagi kalau bukan ulah Dikta si biang kerok.
Aneh, tapi nyata. Seisi sekolah mengidam-idamkan sosok cowok kaya dia, tapi tidak dengan Nesha.
"Kantin dulu yuk?" ajak Nata sambil merangkul kedua sahabatnya itu yang tengah sibuk masing-masing.
Nesha sibuk ngedumel kalau Tania sibuk balesin chat yang katanya sih gebetannya gitu.
Nesha hanya menoleh lalu mengangguk tanpa menggucapkan sepatah atau dua katapun.
Berbeda dengan Tania, ia menjawab dengan antusias sampai-sampai bilang ke Nata, dirinya ingin makan soto pakde taeil.
Seketibanya dikantin, Nata langsung memesan pesanan mereka yaitu soto pakde tail berserta segelas es teh manis.
Siang-siang asiknya memang begitu, bukan?
Dalam keheningan suasana makan, Tania membuka suara sambil menunjukan ponselnya kehadapan kedua sahabatnya ini.
"Gengs"
Nata dan Nesha menoleh sambil berdeham menanggapi, "Kalo cowo chat begini, tandanya dia suka sama gue gak sih, liat deh soalnya dia perhatian gitu... Gemes gak sih?!" heboh Tania sambil mengoceh sendiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
Tuan Muda
Teen Fiction"Semua gadis bermimpi bisa menjadi seorang putri, bukan? Tapi tidak denganku, menurutku menjadi seorang putri adalah mimpi buruk.. Benar-benar buruk!" start : 07 Oct 2020 end : -