4. MINE!

34.6K 3.2K 227
                                    

Tandai jika masih terdapat kesalahan kepenulisan, EYD, Grammar, dan lain sebagainya dalam cerita ini. Terima kasih.

Semuanya berubah sejak percakapan sore itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semuanya berubah sejak percakapan sore itu. Hubungan Justin dan Yasemine memburuk. Mereka tak lagi saling menyapa ataupun berbicara. Mereka berdua tinggal di atap dan tidur di ranjang yang sama, namun mereka berdua seperti orang asing.

Ah, atau lebih tepatnya Yasemine lah yang mengasingkan dirinya dari Justin.

Yasemine hanya akan menjawab perkataan Justin jika itu menyangkut kandungannya. Selebihnya, Yasemine hanya bungkam seribu bahasa. Wanita itu tetap membiarkan Justin menyentuh perutnya untuk menyapa anak mereka tapi Yasemine tidak pernah membiarkan Justin menyentuh bagian tubuhnya meski itu hanya sehelai ujung rambut.

Kenyataan yang diucapkan Justin membuat Yasmine membangun tembok tak kasat mata yang begitu kokoh. Yasemine menyadari jika dia di sini hanya sebagai pencetak keturunan yang sudah dibayar dengan mahal. Selebihnya, dia bukan siapa-siapa. Dan hal itu berlanjut hingga usia kehamilan Yasemine memasuki bulan ketujuh.

Malam ini hujan turun dengan begitu deras di langit Ottawa. Yasemine sedang membaca buku kehamilannya sembari menghirup teh lemon yang selalu menjadi minuman favoritnya. Saat sedang asyik menikmati suasana, Justin tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar dengan keadaan basah kuyup. Yasemine hampir saja menurunkan kakinya dan mendekati Justin, sebelum ucapan Justin sore itu kembali mengingatkan Yasemine akan posisinya.

Akhirnya, Yasemine hanya meliriknya sekilas. Ia menutup buku kehamilannya, dan tidur membelakangi Justin.

Sedangkan Justin?

Pria itu hanya bisa menatap punggung Yasemine yang nampak tidak memperdulikannya. Wanita itu bersikap seolah tidak melihatnya sejak percakapan sore itu. Dengan berat hati, Justin melangkah ke dalam kamar mandi. Justin melepas semua pakaiannya, ia mandi dengan menggunakan air hangat dan langsung memakai pakaiannya. Setelah selesai, Justin kembali membuka pintu kamar.

Ia melirik ke arah Yasemine yang lagi-lagi tidur membelakanginya. Ia tahu jika Yasemine belum tidur. Gerakakn gusar wanita itu adalah bukti yang nyata.

Justin naik ke kasurnya. Ia ikut membaringkan tubuhnya ke ranjang, tapi kali ini dengan menghadap ke arah punggung Yasemine. Ia menatap tubuh wanita muda itu. Rambut panjang Yasemine tidak bisa menutupi tubuhnya yang semakin hari semakin berisi hingga membuat lekukannya terlihat jelas.

Justin menggeram.

Ah sial! Kenapa dia malah memperhatikan bentuk tubuh Yasemine yang semakin seksi dan menggoda itu?

Yasemine yang memang belum menutup matanya pun menyadari jika Justin tengah menatapnya. Yasemine tidak tahu kenapa Justin menatapnya dengan begitu intens..Lama mereka terdiam, hingga akhirnya Yasemine merasakan pergerakan di ranjangnya.

Astaga! Justin mendekatinya!

Yasemine semakin mengeratkan cengkramannya pada selimut saat ia merasakan nafas hangat Justin yang menerpa punggungnya. Justin menghirup dalam-dalam aroma memabukkan milik Yasemine.

JANDA SANG TAIPAN (JILID 2)END✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang