1. Dia

9 3 0
                                    

Ini adalah cerita pertama aku jadi mohon maap kalo garing
Hehe :)

*****

Biru nelga utama, seorang itu sedang diam sama seperti hari-hari biasanya.kecuali , jika sedang ada keributan. Untungnya hari-hari ini tidak banyak keributan terjadi kecuali dia dan sahabat-sahabat nya yang bolos pelajaran dan akhirnya di hukum oleh Bu Rima, selaku guru Bk.

Dan sekarang mereka baru saja menyelesaikan hukuman . Dan sekarang sedang bersantai di kantin padahal masih jam pelajaran.

Kringgggg

Yaps karena bel istirahat sudah berbunyi, semua para murid keluar dan pergi ke kantin. "Nah bel istirahat dah bunyi, waktunya beraksi"ucap Ilham dengan wajah tidak berdosanya. Dari nama sih keliatan alim , tapi dia adalah playboy kelas kakap.

"Insaf lo dugong"ucap leo yang tiba-tiba mendapat jitakan gratis dari fino.

"Haha rasain lo , makanya jangan ngatain gua".

"Namanya bukan dugong tapi marmud" . Dan ucapan fino itu berhasil membuat seisi kantin yang mendengar pembicaraan mereka, tertawa habis-habisan dengan Ilham yang menanggung malu. "Bhawuahahahaha, bukan dugong tapi marmud, parah abissss" ucap Bisma yang sudah tertawa lepas. Dan alhasil, ilham menjitak kepala ketiganya yang sudah menurunkan imagenya. Halah banyak gaya.

Prangggg

Gelak tawa itu seketika terhenti saat tiba-tiba gelas yang di bawa ibu kantin , jatuh dan pecah. Ada seorang perempuan yang tidak sengaja menabaraknya."aduh bu.maaf saya gak sengaja , maaf nanti saya ganti ya bu" ucapnya lirih dengan mata yang berkaca-kaca.

"Aduh neng gak masalah kok, enengnya gak papa kan , aduh roknya ketumpah jus ya"

"Saya Gak papa kok bu, maaf ya bu nanti saya ganti"

"Aduh , ini mah udah biasa , eneng mending bersihin roknya dulu"

"Makasih bu , saya permisi " ucapnya dan bergegas pergi keluar dari sana.

Sementara seisi kantin masih menatap gadis tadi , bahkan saat gadis itu menjauh , mereka masih menatapnya dengan tatapan aneh.

Dia kan murid baru

Caper tuh murid baru

Kasian roknya kotor

Cantik yaa

Hanya itu ucapan-ucapan seisi kantin tentang gadis tadi. "Lah itu cewek tadi siapa? " Tanya bisma dengan ekspresi biasa.

"Murid baru kayaknya" ujar leo dan ilham bersamaan , lalu hanya diangguki oleh biru dan fino.

'Dia' batin biru

"Gue deluan" ucap biru dan fino bersamaan dan sontak membuat ketiga sahabatnya yang lain menatap mereka berdua dengan tatapan bingung. Tapi itu tidak penting bagi biru , sementara fino dia sudah pergi deluan.

................

"Hah bikin kaget aja lo" . Senja dibuat kaget karena kehadiran seseorang didepan toilet. Dan orang itu hanya memperlihatkan watados nya.

"Hehe ! Eh rok lo basah banget" ucap fino , yaps yang ada di depan toilet itu fino

"Iya nih basah banget , soalnya tadi waktu gue bersihin gue gak sadar kalau roknya udah basah banget" jelasnya panjang kali lebar. Kek kubus aja panjang kali lebar

"Yaudah lo pake celana olahraga gue aja , bersih kok"

"Beneran, makasih ya , yaudah gue ganti dulu" ucap senja dan kembali masuk ke toilet dan fino msih menunggu di luar .

Hanya beberapa menit dan senja keluar dengan memakai celana olahraga fino tadi. Memang agak kepanjangan untuk senja yang kurang tinggi . Tau dong kalau kurang tinggi itu berarti pendek.

"Makasih ya fin, lo baik banget"

"Iya sama-sama, oh ya nanti lo pulang bareng siapa?

"Lo pasti tau dong!"

"Iya ya , lo pasti pulang bareng kembar tak identik lo kan dila"

"Seratus untuk lo , yaudah gue deluan ya fin , makasih bangett" ucap senja dan pergi dari sana.

Dan bahkan mereka tidak sadar ada yang mengamati mereka dengan tatapan heran.

.................

"Dilaaa" panggil senja dengan suara cempreng nya. Baru saja dia turun ke ruang keluarga untuk menemui kembar tak identiknya itu.
"Paan sih senja ku"ucap dila

"Dil , lo tau kan kejadian yang di kantin tadi waktu di sekolah" ucap senja dengan serius

"Iya kenapa, maap deh tadi gue gak bisa nolongin kan tadi gue di perpus"

"Bukan itu"

"Terus apa dong" ucap dila yang mulai sebal dengan adiknya ini

"Laki-laki yang selalu ada di mimpi gue tadi ada disana , dia bareng fino"

"HAH! DEMI APA" ucap dila, lebih tepatnya teriak.

"tadi pas gue liat dia , gue kira halusinasi gue bingung terus gue jadinya gak sengaja nabrak ibu kantin gara-gara gak fokus". Mendengar semua penjelasan dari senja tadi , dila nampak terlihat berfikir. "Tapi kenapa lo gak bilang dari tadi?"Tanya dila

"Kan baru inget , hehe"

"Nyengir aja lo! Gini aja deh besok kita pastiin lagi di sekolah"

"Oke , makasih ya dil , lo itu kakak sekaligus sahabat gue yang paling the best " ucap senja dan memeluk dila , dan dila pun sama membalas pelukan senja dengan rasa sayang.

*********

Biru nelga utama

Senja aqilah

Dila arnian

Bisma armania

Fino islan

Leo arganta

Ilham hadiyat

Jangan lupa vote yaa







Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 19, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Biru Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang