Semua sajakku omong kosong
Sebab tingkahku menunjukkan bohong
Apanya yang cinta?
Mencintai apa?
Aku malu
Kecewa aku
Terhadap diriku
Terlebih karyaku
Bak menelanjangi diri
di Siang hari
di keramaian kota
Lalu-lalang manuisa
Banyak sajak kutulis
Dalam tawa pun tangis
Bagiku teramat istimewa
Sayangnya berupa maya
Sebab realita tunjukkan fakta
Tentang aku yang terlalu biasa
Biasanya berbuat salah
Biasa pula tak berubah
Layaknya pangeran sunyi
Menembus lawan dengan sendiri
Terlihat elegan nan rupawan
Bersifat dewasa jua teguh pendirian
Nyatanya tak demikian
Terlalu super untukku
Yang hobi malas-malasan
Pun berhalu sepanjang waktu
Entahlah
Enyahlah
Lenyapkan aku
Dalam pikiran nan kalbu
Aku mencinta
Tapi tak buat bahagia
Aku merindu
Tapi tak jujur akan rasaku
Aku menahan
Ku simpan sendirian
Terkikis kemanusiaan
Hilang ambisi pun harapan.
Sabtu, 08 Agustus 2020
10.45 WIB
