Kisahnya Berawal

13 2 0
                                    


Sesuai dengan namanya Aksara itu beku dan bisu. Ia hanya diam ketika teriakan teriakan itu menganggu. Melampiaskannya dengan amarah kecewa.

Candunya pada minuman berkafein. Katanya ini lebih dapat menghapus lelahnya dibanding minuman dengan kadar alkohol.

Aksara itu hilang akal! Buktinya matahari baru saja menampakan wujudnya. Tetes embun pagi masih mengembun dengan baik di atas daun. Namun lelaki ini sudah berdiri di atas balkonnya dengan minuman kafein kesayangannya. Kopi Hitam. Melupakan fakta bahwa lelaki itu belum mengisi perutnya.

Kopi hitam itu pahit, pahit sekali. Tapi aksara sangat menyukainya karna ia pikir hidupnya tidak jauh beda dengan kopi hitam. Sama sama pahit.

Menikmati tiap detik yang berlalu sambil mendengarkan teriakan makian yang terdengar sampai di tempat ia melihat pemandangan Bandung di atas balkonnya.

Baru saja ia akan meneguk minumannya. Gaduh teriakan sudah terdengar lagi. Rumahnya selalu seperti nerala bagi dirinya.

"Sialan!"

Lelaki itu langsung meneguk kembali kopi hitamnya sampai tandas. Lalu mengambil tas sekolahnya.

"Oke Aksara Dirgantara, bodo amatlah ya!"

Lelaki itu segera keluar dari kamarnya lalu segera berjalan keluar rumah tanpa menghiraukan teriakan teriakan yang masih terdengar sampai ia keluar dari rumahnya.

Aksara itu punya segalanya. Tapi hidupnya jauh dari kata bahagia. Ah bahkan dia lupa bahagia itu seperti apa?

Senyumnya yang sendu. Tawanya yang hanya sebuah kepalsuan. Binar matanya yang indah hanya sebuah isyarat bahwa ia kesakitan. Ia kesakitan. Ia ingin pulang. Ia ingin ada tangan merengkuhnya. Ia ingin terbuka dengan orang tersebut. Tapi bahkan untuk terbuka dengan Arka saja butuh proses yang lama.

"Lu lagi ada masalah ya, Sa?"tanya Arka yang melihatnya sedang senyum memandangi pemandangan dari rooftop dengan sebelah telinganya memakai earphone. Arka sangat tau bahwa pikiran anak itu sedang tidak ada disini.

"Sejak kapan hidup gw gak ada masalah, Ka."

Terdengar hela nafas kasar dari Arka. Baru saja Arka ingin menyahutinya lagi. Aksara sudah berdiri.

"Buru mau latihan ga?"

Belum saja Arka menjawabnya. Aksara sudah pergi meninggalkannya.

"Emang ya ini manusia akhlaknya udah gatau dimana?" 

- Bro-Sist Zone -

"Sayang, udah siap belum? Udah ditungguin Pak Asep tuh di depan!"

"Sebentar ma!" ucap gadis berambut coklat dengan poni yang menjuntai itu setengah berteriak.

Alinea Arrabelle. Gadis cantik dengan tas ransel yang berada di pundaknya berlari tergesa-gesa keluar dari rumahnya.

"Pak Asep, hayuu atuh!"

"Gamau sarapan dulu neng?"

"Ini udah dibekelin sama mama. Hayu pak nanti saya telat!"

Hari yang baru, langkah yang baru. Ini hari pertama Alinea masuk di sekolah barunya. Membuka kembali lembaran baru hidupnya. Prestasi papahnya sebagai dokter ternama membuatnya pergi meninggalkan Jogja dan beralih ke Ibukota. Walau kepergiannya meninggalkan Jogja diikutsertakan isak tangis dari dirinya dan juga teman-temannya. Bagaimana tidak Alinea sudah duduk di kelas 11 MIPA. Sudah 16 Tahun hidupnya, ia habiskan di Kota Perjuangan itu. Lalu tiba tiba 'Dokter Ternama' itu mengatakan bahwa mereka akan pergi meninggalkan Jogja. Liburan semester 1 yang harusnya dihabiskan dengan penuh kebahagiaan mendadak menjadi acara 'Mari Menangis Bersama' bagi Alinea dan juga teman-temannya.

Jakarta High School 06.45

Gadis yang berdarah Sunda-Jawa itu menginjakan kakinya di salah satu SMA terkemuka di Ibukota. 

Semilir angin menerpa rambutnya seolah-olah menyambut dirinya. Tanah yang masih basah akibat diguyur hujan tadi pagi memberikan aroma tersendiri yang sangat menenangkan bagi Alinea. Alinea itu Pluviophile. Penikmat hujan. Alinea selalu kagum dengan hujan karena walaupun ia selalu jatuh dan banyak dicerca manusia. Ia tetap akan datang dan ada.

"Lu pasti bisa Nea! Nevermind" ucap gadis itu lalu melangkah masuk ke bangunan sekolah yang megah ini.

To be continued

Si beku yang bisu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Si beku yang bisu.

Banyak yang bilang minuman kesukaanya kayak bocah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Banyak yang bilang minuman kesukaanya kayak bocah. Coklat panas dan marshmallow.


Selamat datang di bagian pertama kehidupan Aksara dan Alinea.

Ada yang baca cerita ini ga? Kira-kira lanjut gak ya? Masih bingung banget mau lanjutin atau engga:(

Semoga kalian menikmatinya.

Mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan dalam cerita ini. Koreksi dan pendapat diperlukan.

terimakasi dan ily!

21.09.2020

-elne

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 21, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bro-Sist ZoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang