1. Hal - Pertama

54 12 5
                                    

Suasana Hari Ini Sangatlah Bagus, cuaca Nya Yang cerah di tambah Hati yang gembira. Sangatlah Cocok jika sudah di satukan.

Gadis periang Berambut Sepinggang berwarna hitam. Dengan setelan Seragam Khas dan khusus Hanya Di miliki Anak SMA RAJAGA. Sekolah Elit Ternama Namun Bukan Negri.

Gadis itu berjalan Riang dan melompat lompat kecil sesekali Bernyanyi.

"Aku seorang kapiten,"

"Mempunyai pedang panjang,"

"Kalau berjalan Prok Prok Prok,"

"Aku seorang-,"

"PERJAKA,"

Nyanyian nya terpotong ketika seseorang lelaki berbadan tinggi merangkul bahunya dengan sangat kencang. Membuat gadis itu hampir saja terpental.

Wajahnya memerah, Bukan karena sambungan lagu itu tapi.

Ia kini sedang menahan Amarah.

"Bener kan Perjaka?" Tanya Lelaki Itu.

"Satu,"

"Dua,"

"Tiga,"

"IYA BENER BANGET." Mizan Berteriak tepat Di kuping Lelaki itu. Walau Ia harus bernjinjit karena tinggi nya yang lumayan berbeda.

"HEH MIPAN SAKIT KUPING GUE ANJING." Leo mendorong Mizan membuat gadis itu Tersungkur
ke tanah.

"KASAR BANGET LO, MONYET."

"Diem Lo Kerdil,"

"Heh babon, Bantuin Gue!"

Leo Melangkah ke arah Mizan yang masih terduduk Di atas tanah. Mengulurkan tangan kanan nya. Mizan dengan senang hati membalas uluran dari Leo.

Tapi, Saat tangannya berhasil terulur. Leo dengan Sengaja nya melepas tangan nya membuat Mizan kembali terjatuh.

"KAMPRET LO KUYANG! AWAS LO, GUE BUANG SEMPAK BUNGA-BUNGA LO!"

"SERAH LO NENEK LAMPIR."

Leo berlari meninggalkan Mizan, Sambil tertawa dengan puas.

|•|

Bel Istirahat sudah berbunyi tiga menit yang lalu. Semua murid dari semua kelas sudah berkeliaran di luar sana.

Berlari Berbondong-bondong ke arah kantin.
Membuat kelas yang satu ini Ingin menangis berjamaah.

Kelas XI IPS¹ Masih harus mengejar Pelajaran. Di karenakan satu kelas harus mengerjakan remedial ulangan pelajaran matematika.

"Pak saya Haus,"

"Pak Saya Mau Jajan,"

"Pak, Masa kita ga Istirahat?"

Begitu banyak pertanyaan Murid murid Yang meminta untuk Istirahat seperti kelas lain nya.

"Tidak akan ada yang boleh keluar, kecuali Kalian sudah selesai Mengerjakan Remed Nya," Final Pak Gandi tak memperdulikan Seberapa Lapar nya Murid-murid yang ada di dalam kelas.

"Pak Saya Udah." Mizan Mengangkat tangan.

"Oh Mizan, Sudah selesai semua? Mari bawa Ke sini biar Bapak Koreksi."

Mizan Berjalan dengan senyum yang mengembang membuat Seisi kelas Ingin menerkam ia hidup-hidup.

"HEH MIPAN PASTI LO NGASAL KAN?" Leo berteriak membuat seisi kelas Menatap nya.

"Sabar, Orang Syrik Emang banyak." Batin nya, berusaha tak memperdulikan manusia babon itu.

Mizan memberikan selembar kertas remedial Matematika. Dengan rasa bangga Ia berjalan Ke luar kelas.

Sebelum itu ia membalikan badan menatap Seluruh teman-teman nya.

Memberikan Sebuah Wink Dan lambaian tangan seolah Menggoda mereka karena tidak bisa menyelesaikan Remedial.

"WOE MIPAN SOMBONG LO,-" Lagi-lagi Leo Berulah.

"BACOT BABON, GUE BUANG SEMPAK BUNGA-BUNGA LO NIH!"

Seisi kelas tertawa terbahak-bahak.

"Anjir bunga-bunga."

"Woelah lo Cewek Atau Cowok Sih?"

"Buahahah,"

"DIAM SEMUA! MIZAN KAMU BOLEH KELUAR SEKARANG."

Mizan Tertawa dan Memeletkan Lidah Ke arah Leo.

Leo Menatap nya tajam Seakan ingin menerkam Mizan hidup-hidup. Membuat Mizan bergidik Ngeri dan Berlari Ke arah kantin.

Dengan Tatapan Oleng dan Kaki yang agak meleset sedikit membuat Mizan tak dapat menyeimbangkan diri dan ia akan jatuh sebentar lagi.

HAP

Ia kira, Ia akan Terjatuh. Ternyata ia berada di rangkulan seseorang.

Lelaki, Tapi bukan Leo si lelaki babon.

"Lo Gak Apa-apa?" Suara serak Yang membuat sekujur Bulu Kuduk Mizan Merinding.

Mizan Masih menatap Manik Mata lelaki Itu, Agak mendongak tanpa di sadari Kedua nya sudah menjadi pusat perhatian Warga Kantin.

"Eh, Hah. G-gue, Anjing Kenapa Gini sih?" Mizan mulai kikuk Lalu menjauh dari rangkulan lelaki itu.

Lelaki Itu hanya memasang wajah bingung, Ketika Mizan langsung lari menjauh dari nya.

"ANJIR MALU BANGET GUEEE!!"

|•|

"Heh Mipan, Tungguin Dong." Leo Berjalan menyusul Mizan yang jaraknya lima meter darinya.

Mizan yang mendengar itu langsung mencepatkan gerakan jalan nya. Bisa di bilang berlari kecil.

Ia Sudah tau tujuan Leo mengejarnya. Pasti ada hubungan nya dengan Kejadian Di kantin tadi, Kejadian singkat Namun Malu Yang tak kunjung Hilang.

"Woe Mipan! Jangan tinggalin Gue!"

"Bacot lo Kutil Onta."

Hanya butuh Dua menit Untuk Leo Mensejajarkan langkahnya Dengan Gadis kecil Di samping nya.

"Pan, Beli seblak Yo. Gue traktir."

Mizan Menoleh ke arah Leo.

"Random banget Nih manusia, Najis." Batin nya.

"Mau Kagak? Gue yang bayar. Ayo Lah,"

"Gak, Lo aja."

"Cih, Sok Jual mahal lo."

Mizan Tak menghiraukan Leo yang masih memaksa nya, membuat Leo kesal.

"Dasar Lo, Mipan. Sok Kaya."

"Gue emang Kaya, Iri Bilang Bos."

Mizan Berlari meninggalkan Leo, Mencari angkutan umum dan pulang kerumah nya.

Entah, hari ini sangat Melelahkan. Hati nya yang seharusnya senang di buat Kesal Oleh seorang Leo. Teman lama nya.

Ya, hari ini Ia memang tak terlalu sibuk di sekolah. Hanya singkat, mengerjakan Remedial, bercanda dengan yang lain dan Jatuh di dekapan Seseorang. Yang membuat nya malu setengah mati.

Demi Kerang Ajaib, Leo akan mengerjai nya abis-abis an Jika dia mengungkit kejadian memalukan Tadi.

Dan Satu lagi, Gue Mizan Bukan Mipan!

Camkan itu Leo!

Gue bakal buang sempak Bunga-bunga Lo!

|•|

Halo, Bagaimana?
Untuk Part Pertama ini?
Semoga Suka ya, Tapi harus suka.
Xixixi Bercanda

🤗🤗🤗

Sampai ketemu di part selanjutnya♡

Mizan Bukan Mipan!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang